alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Karena Corona, Ziarah Kubur Sepi

BANJARBARU – Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, beberapa hari menyambut Ramadan sejumlah tempat pemakaman umum (TPU) kemarin (21/4) masih sepi dari peziarah. Padahal, selama ini ziarah kubur menjadi aktivitas yang ramai dilakukan umat Islam banua menjelang bulan puasa.

Di TPU Pulau Beruang, Banjarbaru misalnya. Dari pantauan Radar Banjarmasin, peziarah yang datang dapat dihitung dengan jari. Sementara, di area parkir terlihat hanya ada sekitar empat unit sepeda motor yang terparkir.

Rait selaku pengelola TPU Pulau Beruang mengaku tak menyangka, jumlah peziarah bisa turun drastis di tengah pandemi virus corona. “Mungkin karena ada imbauan dari pemerintah supaya tidak ke luar rumah dan ke tempat ramai. Jadi, masyarakat memilih tidak berziarah,” katanya.

Dia mengungkapkan, padahal ketika virus corona tidak ada, biasanya TPU Pulau Beruang sudah ramai didatangi peziarah sejak sepekan hingga sehari sebelum ramadan. “Sampai-sampai tempat parkir penuh. Sekarang cuma ada empat sepeda motor yang parkir, padahal sekitar tiga hari lagi bulan puasa,” ungkapnya.

Lanjutnya, dari pantauannya sejak beberapa hari terakhir peziarah yang datang di TPU yang berlokasi di Jalan A Yani Km 29 itu hanya sekitar puluhan orang setiap harinya. “Kalau tahun-tahun sebelumnya bisa sampai ratusan orang saban hari yang ziarah kubur ke sini,” ujar Rait.

Sepinya peziarah juga disampaikan Kasno, salah seorang pedagang pentol yang berjualan di TPU Pulau Beruang. Dia menyampaikan, biasanya kalau sudah H-4 sampai H-1 Ramadan tempat parkir TPU selalu penuh. Namun sekarang sangat lengang.

“Karena TPU sepi, jualan saya ikut sepi Mas. Biasanya, kalau sudah menjelang puasa begini pendapatan saya bisa sampai Rp600 ribu sehari. Tapi sekarang paling cuma Rp100 ribu,” ucapnya.

Dia berharap, virus corona atau Covid-19 dapat segera diatasi. Sehingga, penjualannya bisa kembali normal. “Kalau corona tidak segera ditangani, mati kita Mas. Soalnya, pendapatan sekarang untuk makan saja kurang. Belum lagi bayar kreditan,” paparnya.

Selain di TPU Pulau Beruang, ziarah kubur jelang Ramadan juga sepi di TPU Karang Paci, Jalan A Yani 22,6 Landasan Ulin, Banjarbaru. Hanya ada beberapa orang peziarah yang terlihat. Mereka tampak datang membawa sekantong bunga, lalu menuju ke kuburan keluarganya masing-masing untuk menaburkan bunga dan membacakan surah yasin serta tahlil.

Dina salah satunya. Warga Banjarmasin ini datang bersama para saudara dan anaknya, untuk menziarahi makam Almarhumah ibunya. Meski cuaca sangat terik, mereka terlihat khusyuk berdoa.

Ibu dua anak ini mengaku rutin ziarah kubur setiap menjelang Ramadan, karena memang sudah menjadi tradisi di keluarga. Sehingga tetap dilaksanakan meski di tengah wabah Covid-19. “Mungkin ini juga sudah jadi tradisi di masyarakat. Soalnya, setiap jelang puasa makam biasanya ramai,” katanya.

Selain sebelum puasa, dia menyampaikan, dirinya juga rutin berziarah setiap Hari Raya Idulfitri dan Iduladha. “Kadang di hari biasa kalau ada waktu juga kami berziarah. Jadi, tidak melulu di hari besar,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

BANJARBARU – Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, beberapa hari menyambut Ramadan sejumlah tempat pemakaman umum (TPU) kemarin (21/4) masih sepi dari peziarah. Padahal, selama ini ziarah kubur menjadi aktivitas yang ramai dilakukan umat Islam banua menjelang bulan puasa.

Di TPU Pulau Beruang, Banjarbaru misalnya. Dari pantauan Radar Banjarmasin, peziarah yang datang dapat dihitung dengan jari. Sementara, di area parkir terlihat hanya ada sekitar empat unit sepeda motor yang terparkir.

Rait selaku pengelola TPU Pulau Beruang mengaku tak menyangka, jumlah peziarah bisa turun drastis di tengah pandemi virus corona. “Mungkin karena ada imbauan dari pemerintah supaya tidak ke luar rumah dan ke tempat ramai. Jadi, masyarakat memilih tidak berziarah,” katanya.

Dia mengungkapkan, padahal ketika virus corona tidak ada, biasanya TPU Pulau Beruang sudah ramai didatangi peziarah sejak sepekan hingga sehari sebelum ramadan. “Sampai-sampai tempat parkir penuh. Sekarang cuma ada empat sepeda motor yang parkir, padahal sekitar tiga hari lagi bulan puasa,” ungkapnya.

Lanjutnya, dari pantauannya sejak beberapa hari terakhir peziarah yang datang di TPU yang berlokasi di Jalan A Yani Km 29 itu hanya sekitar puluhan orang setiap harinya. “Kalau tahun-tahun sebelumnya bisa sampai ratusan orang saban hari yang ziarah kubur ke sini,” ujar Rait.

Sepinya peziarah juga disampaikan Kasno, salah seorang pedagang pentol yang berjualan di TPU Pulau Beruang. Dia menyampaikan, biasanya kalau sudah H-4 sampai H-1 Ramadan tempat parkir TPU selalu penuh. Namun sekarang sangat lengang.

“Karena TPU sepi, jualan saya ikut sepi Mas. Biasanya, kalau sudah menjelang puasa begini pendapatan saya bisa sampai Rp600 ribu sehari. Tapi sekarang paling cuma Rp100 ribu,” ucapnya.

Dia berharap, virus corona atau Covid-19 dapat segera diatasi. Sehingga, penjualannya bisa kembali normal. “Kalau corona tidak segera ditangani, mati kita Mas. Soalnya, pendapatan sekarang untuk makan saja kurang. Belum lagi bayar kreditan,” paparnya.

Selain di TPU Pulau Beruang, ziarah kubur jelang Ramadan juga sepi di TPU Karang Paci, Jalan A Yani 22,6 Landasan Ulin, Banjarbaru. Hanya ada beberapa orang peziarah yang terlihat. Mereka tampak datang membawa sekantong bunga, lalu menuju ke kuburan keluarganya masing-masing untuk menaburkan bunga dan membacakan surah yasin serta tahlil.

Dina salah satunya. Warga Banjarmasin ini datang bersama para saudara dan anaknya, untuk menziarahi makam Almarhumah ibunya. Meski cuaca sangat terik, mereka terlihat khusyuk berdoa.

Ibu dua anak ini mengaku rutin ziarah kubur setiap menjelang Ramadan, karena memang sudah menjadi tradisi di keluarga. Sehingga tetap dilaksanakan meski di tengah wabah Covid-19. “Mungkin ini juga sudah jadi tradisi di masyarakat. Soalnya, setiap jelang puasa makam biasanya ramai,” katanya.

Selain sebelum puasa, dia menyampaikan, dirinya juga rutin berziarah setiap Hari Raya Idulfitri dan Iduladha. “Kadang di hari biasa kalau ada waktu juga kami berziarah. Jadi, tidak melulu di hari besar,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/