alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

Novotel Tepis Kabar Mengarantina Ratusan ODP

BANJARBARU – Dalam beberapa hari terakhir di sejumlah grup whatsapp (WA) beredar pesan bahwa Hotel Novotel Banjarmasin di Jalan A Yani Km 27, Banjarbaru telah mengarantina 200 pekerja tambang berstatus orang dalam pemantauan (ODP).

Dalam pesan yang tersebar luas itu tertulis, ratusan ODP dikarantina sejak Senin (20/4) sampai dengan 40 hari ke depan. Dengan adanya hal tersebut untuk mencegah menyebarnya Covid-19 masyarakat diminta menghindari kawasan sekitar Hotel Novotel.

Saat dikonfirmasi, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan (P3) Covid-19 Banjarbaru, Rizana Mirza mengaku belum mengetahui kabar adanya ratusan ODP yang dikarantina di Banjarbaru. “Kami masih menelusurinya,” katanya dalam video konferensi, kemarin.

Sementara itu, Executive Assistant Manager Hotel Novotel Banjarbaru, Friendy Rares menegaskan, kabar yang menyebutkan mereka tengah mengarantina ratusan ODP tidaklah benar. “Saya mau informasikan bahwa berita itu hoax,” tegasnya kepada Radar Banjarmasin.

Dia mengungkapkan, hingga kini Hotel Novotel belum ada mengarantina tamu yang berstatus ODP. “Kami memang membuka paket karantina yang ditawarkan ke calon konsumen, karena kebetulan ada beberapa perusahaan yang membutuhkan fasilitas seperti itu. Tapi, sejauh ini belum ada (yang dikarantina),” ungkapnya.

Karena berita hoax sudah telanjur menyebar, Friendy menyampaikan bahwa pihaknya kemarin (21/4) berhasil menemukan orang yang pertama kali menyebarnya ke masyarakat. “Dia Ketua RT. Pesan itu disebarnya ke warga di RT-nya,” ucapnya.

Dia menuturkan, oknum ketua RT itu menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya karena ingin menjaga warganya agar tidak terinfeksi virus corona. “Sayangnya, informasi yang masih sangat minim langsung disebarkan. Tapi, dia sudah meminta maaf ke kami,” tuturnya.

Menurutnya, kalaupun ada karantina di hotel seharusnya tidak sampai meresahkan masyarakat. Melainkan justru menghargai orang atau pihak yang bersedia menjalankan kewajiban protokol pencegahan Covid-19. “Jangan muncul stigma negatif dan meresahkan masyarakat terkait adanya karantina di hotel,” ujarnya.

Dalam karantina sendiri, dia menyebut bahwa Hotel Novotel dan perusahaan ataupun pihak lainnya akan melaksanakannya sesuai SOP yang mengacu pada standar nasional. “Perlu digaris bawahi juga, karantina ini bukan isolasi. Ini sama dengan karantina mandiri yang dilakukan masyarakat di rumah masing-masing. Bedanya, ini dengan cakupan lebih besar,” sebutnya.

Lanjutnya, Hotel Novotel sendiri sebenarnya malah merasa lebih aman menerima tamu dari karyawan perusahaan-perusahaan besar, dibandingkan tamu-tamu dari luar daerah yang datang tanpa ada prosedur jelas. “Karena perusahaan sudah dibekali semua protokol yang ada. Dan sebelum datang mereka dibekali rekam medis,” bebernya.

Friendy menyampaikan, pihaknya sendiri telah menyiapkan SOP kalau memang nantinya menerima paket karantina dari perusahaan. Di antaranya ialah, tidak memperkenankan tamu untuk meninggalkan kamar. Sedangkan makanan langsung diantar ke masing-masing kamar. “Mereka juga tidak diizinkan menerima pesanan dari luar. Baik dari rekan, keluarga ataupun ojek online,” ucapnya.

Bukan hanya itu, dia menuturkan bahwa Hotel Novotel juga rutin menyemprot disinfektan, menyediakan hand sanitizer, menerapkan jaga jarak dan menjaga kebersihan. “Masih banyak lagi prosedur yang akan dijalankan dari dua belah pihak (hotel dan perusahaan),” pungkasnya. (ris/ran/ema)

BANJARBARU – Dalam beberapa hari terakhir di sejumlah grup whatsapp (WA) beredar pesan bahwa Hotel Novotel Banjarmasin di Jalan A Yani Km 27, Banjarbaru telah mengarantina 200 pekerja tambang berstatus orang dalam pemantauan (ODP).

Dalam pesan yang tersebar luas itu tertulis, ratusan ODP dikarantina sejak Senin (20/4) sampai dengan 40 hari ke depan. Dengan adanya hal tersebut untuk mencegah menyebarnya Covid-19 masyarakat diminta menghindari kawasan sekitar Hotel Novotel.

Saat dikonfirmasi, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan (P3) Covid-19 Banjarbaru, Rizana Mirza mengaku belum mengetahui kabar adanya ratusan ODP yang dikarantina di Banjarbaru. “Kami masih menelusurinya,” katanya dalam video konferensi, kemarin.

Sementara itu, Executive Assistant Manager Hotel Novotel Banjarbaru, Friendy Rares menegaskan, kabar yang menyebutkan mereka tengah mengarantina ratusan ODP tidaklah benar. “Saya mau informasikan bahwa berita itu hoax,” tegasnya kepada Radar Banjarmasin.

Dia mengungkapkan, hingga kini Hotel Novotel belum ada mengarantina tamu yang berstatus ODP. “Kami memang membuka paket karantina yang ditawarkan ke calon konsumen, karena kebetulan ada beberapa perusahaan yang membutuhkan fasilitas seperti itu. Tapi, sejauh ini belum ada (yang dikarantina),” ungkapnya.

Karena berita hoax sudah telanjur menyebar, Friendy menyampaikan bahwa pihaknya kemarin (21/4) berhasil menemukan orang yang pertama kali menyebarnya ke masyarakat. “Dia Ketua RT. Pesan itu disebarnya ke warga di RT-nya,” ucapnya.

Dia menuturkan, oknum ketua RT itu menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya karena ingin menjaga warganya agar tidak terinfeksi virus corona. “Sayangnya, informasi yang masih sangat minim langsung disebarkan. Tapi, dia sudah meminta maaf ke kami,” tuturnya.

Menurutnya, kalaupun ada karantina di hotel seharusnya tidak sampai meresahkan masyarakat. Melainkan justru menghargai orang atau pihak yang bersedia menjalankan kewajiban protokol pencegahan Covid-19. “Jangan muncul stigma negatif dan meresahkan masyarakat terkait adanya karantina di hotel,” ujarnya.

Dalam karantina sendiri, dia menyebut bahwa Hotel Novotel dan perusahaan ataupun pihak lainnya akan melaksanakannya sesuai SOP yang mengacu pada standar nasional. “Perlu digaris bawahi juga, karantina ini bukan isolasi. Ini sama dengan karantina mandiri yang dilakukan masyarakat di rumah masing-masing. Bedanya, ini dengan cakupan lebih besar,” sebutnya.

Lanjutnya, Hotel Novotel sendiri sebenarnya malah merasa lebih aman menerima tamu dari karyawan perusahaan-perusahaan besar, dibandingkan tamu-tamu dari luar daerah yang datang tanpa ada prosedur jelas. “Karena perusahaan sudah dibekali semua protokol yang ada. Dan sebelum datang mereka dibekali rekam medis,” bebernya.

Friendy menyampaikan, pihaknya sendiri telah menyiapkan SOP kalau memang nantinya menerima paket karantina dari perusahaan. Di antaranya ialah, tidak memperkenankan tamu untuk meninggalkan kamar. Sedangkan makanan langsung diantar ke masing-masing kamar. “Mereka juga tidak diizinkan menerima pesanan dari luar. Baik dari rekan, keluarga ataupun ojek online,” ucapnya.

Bukan hanya itu, dia menuturkan bahwa Hotel Novotel juga rutin menyemprot disinfektan, menyediakan hand sanitizer, menerapkan jaga jarak dan menjaga kebersihan. “Masih banyak lagi prosedur yang akan dijalankan dari dua belah pihak (hotel dan perusahaan),” pungkasnya. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/