alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Bantuan Uang untuk Sopir Angkot

BANJARMASIN – Meski wajahnya tertutupi masker, Aliansyah, supir taksi kuning (angkot) yang biasa mangkal di Pasar Sentra Antasari tersebut tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya.

Bersama sejumlah supir taksi lainnya, kemarin (21/4) siang di Balai Kota, ia mendapatkan bantuan sosial senilai Rp600 ribu per bulan melalui rekening BRI. Bantuan diserahkan dari bulan April hingga Juni mendatang.

“Alhamdulillah, bantuan ini cukup membantu meringankan beban kami para supir taksi kuning,” ucapnya.

Diakuinya, pandemi membuat pendapatannya kian seret. Bila sebelumnya dia bisa membawa pulang penghasilan antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per hari, sekarang terkadang nol rupiah.

“Tidak ada penghasilan sama sekali,” timpal sopir lainnya, Muaidi Rahim.

Bantuan diserahkan melalui Program Polri Peduli Keselamatan. Salah satu kebijakan strategis Presiden Joko Widodo.

“Penerima adalah warga yang bekerja di sektor transportasi. Untuk Kalsel kebagian jatah 615 peserta,” ungkap personel Direktorat Lalu Lintas Polda Kalsel, AKP Winda Adhiningrum.

Tentu ada persyaratan. Yakni mengikuti materi pelatihan terkait pencegahan COVID-19, safety riding, dan etika berlalu lintas.

Mereka juga diingatkan tentang PSBB di Banjarmasin. Bahwa ada batasan khusus ketika mengangkut penumpang. “Penumpang yang ingin naik angkot diwajibkan memakai masker. Kemudian bangku penumpang juga harus diberi jarak alias tidak berdempetan,” tuntas Winda. (war/fud/ema)

BANJARMASIN – Meski wajahnya tertutupi masker, Aliansyah, supir taksi kuning (angkot) yang biasa mangkal di Pasar Sentra Antasari tersebut tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya.

Bersama sejumlah supir taksi lainnya, kemarin (21/4) siang di Balai Kota, ia mendapatkan bantuan sosial senilai Rp600 ribu per bulan melalui rekening BRI. Bantuan diserahkan dari bulan April hingga Juni mendatang.

“Alhamdulillah, bantuan ini cukup membantu meringankan beban kami para supir taksi kuning,” ucapnya.

Diakuinya, pandemi membuat pendapatannya kian seret. Bila sebelumnya dia bisa membawa pulang penghasilan antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per hari, sekarang terkadang nol rupiah.

“Tidak ada penghasilan sama sekali,” timpal sopir lainnya, Muaidi Rahim.

Bantuan diserahkan melalui Program Polri Peduli Keselamatan. Salah satu kebijakan strategis Presiden Joko Widodo.

“Penerima adalah warga yang bekerja di sektor transportasi. Untuk Kalsel kebagian jatah 615 peserta,” ungkap personel Direktorat Lalu Lintas Polda Kalsel, AKP Winda Adhiningrum.

Tentu ada persyaratan. Yakni mengikuti materi pelatihan terkait pencegahan COVID-19, safety riding, dan etika berlalu lintas.

Mereka juga diingatkan tentang PSBB di Banjarmasin. Bahwa ada batasan khusus ketika mengangkut penumpang. “Penumpang yang ingin naik angkot diwajibkan memakai masker. Kemudian bangku penumpang juga harus diberi jarak alias tidak berdempetan,” tuntas Winda. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/