alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Sunday, 29 May 2022

Bupati Rapat Bahas Ramadan

BATULICIN – Menyikapi datangnya bulan suci Ramadan, Bupati Tanbu H Sudian Noor bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tanbu serta Organisasi Islam di Tanbu menggelar rapat terkait pelaksanaan ibadah di bulan Ramadan, Jumat (17/4).

Rapat yang digelar di Posko Induk Gugus Tugas Covid-19 ini dihadiri Ketua MUI Tanbu KH Fadli Muis, Ketua PBNU, Muhammadiyah, LDDI dan serta perwakilan kapolres dan Dandim 1022 Tanbu.

Adapun yang menjadi pokok pembahasan pada rapat tersebut yaitu pedoman pelaksanaan salat fardu berjamaah, salat jumat dan semua ibadah yang dilakukan di bulan Ramadan seperti salat tarawih, tadarus hingga berbuka puasa bersama dan juga pelaksanaan salat Idulfitri 1 Syawal 1441 Hijriyah.

Di tengah pandemi Covid-19 yang selama ini masih membayangi kehidupan bermasyarakat, Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor mengimbau masyarakat untuk taat peraturan.

“Hendaknya kepada seluruh masyarakat saya meminta terkait pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadan nantinya, agar kiranya mampu dengan kesadaran untuk mentaati apa yang sudah menjadi aturan bersama. Pentingnya mencegah penyebaran virus Covid-19 ini, bukan hanya untuk kita, tetapi juga untuk keluarga yang kita cintai,” papar bupati

Untuk itu lanjut bupati, penting bagi semua pihak untuk bersinergi dalam pencegahan penularan Covid-19 di saat menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan. “Tentu kita semua berharap, pandemi ini cepat berakhir hingga kita bisa kembali melaksanakan aktivitas seperti biasa,” jelasnya.

Adapun yang menjadi keputusan bersama tentang pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadan pada rapat tersebut diantaranya, pembatasan salat fardu berjamaah dan meniadakan salat Jumat sementara.

Kemudian tidak melaksanakan salat tarawih berjamaah dan tadarusan selama bulan Ramadan, serta tidak melaksanakan kegiatan safari Ramadan dan kegiatan syiar Ramadan seperti berbuka puasa bersama, pesantren kilat, peringatan Nuzulul Quran di masjid atau musala.

Dan juga tidak melaksanakan kegiatan apapun pada hari raya Idulfitri seperti takbir keliling, salat Idulfitri hingga tidak melaksanakan silaturahmi ataupun halalbihalal.

Di akhir rapat, bupati Tanbu beserta Ketua MUI Tanbu KH Fadli Muis dan seluruh organisasi Islam Tanbu melaksanakan seruan bersama dengan melakukan penandatanganan atas keputusan tersebut.

Bupati H Sudian Noor menambahkan, seruan ini sewaktu-waktu dapat ditinjau kembali jika pemerintah menyatakan keadaan aman dari virus Covid-19.

“Keputusan bersama ini juga nantinya akan disosialisasikan kepada semua pengurus masjid di Kabupaten Tanah Bumbu,” pungkas bupati. (kry/ram/ema)

BATULICIN – Menyikapi datangnya bulan suci Ramadan, Bupati Tanbu H Sudian Noor bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tanbu serta Organisasi Islam di Tanbu menggelar rapat terkait pelaksanaan ibadah di bulan Ramadan, Jumat (17/4).

Rapat yang digelar di Posko Induk Gugus Tugas Covid-19 ini dihadiri Ketua MUI Tanbu KH Fadli Muis, Ketua PBNU, Muhammadiyah, LDDI dan serta perwakilan kapolres dan Dandim 1022 Tanbu.

Adapun yang menjadi pokok pembahasan pada rapat tersebut yaitu pedoman pelaksanaan salat fardu berjamaah, salat jumat dan semua ibadah yang dilakukan di bulan Ramadan seperti salat tarawih, tadarus hingga berbuka puasa bersama dan juga pelaksanaan salat Idulfitri 1 Syawal 1441 Hijriyah.

Di tengah pandemi Covid-19 yang selama ini masih membayangi kehidupan bermasyarakat, Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor mengimbau masyarakat untuk taat peraturan.

“Hendaknya kepada seluruh masyarakat saya meminta terkait pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadan nantinya, agar kiranya mampu dengan kesadaran untuk mentaati apa yang sudah menjadi aturan bersama. Pentingnya mencegah penyebaran virus Covid-19 ini, bukan hanya untuk kita, tetapi juga untuk keluarga yang kita cintai,” papar bupati

Untuk itu lanjut bupati, penting bagi semua pihak untuk bersinergi dalam pencegahan penularan Covid-19 di saat menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan. “Tentu kita semua berharap, pandemi ini cepat berakhir hingga kita bisa kembali melaksanakan aktivitas seperti biasa,” jelasnya.

Adapun yang menjadi keputusan bersama tentang pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadan pada rapat tersebut diantaranya, pembatasan salat fardu berjamaah dan meniadakan salat Jumat sementara.

Kemudian tidak melaksanakan salat tarawih berjamaah dan tadarusan selama bulan Ramadan, serta tidak melaksanakan kegiatan safari Ramadan dan kegiatan syiar Ramadan seperti berbuka puasa bersama, pesantren kilat, peringatan Nuzulul Quran di masjid atau musala.

Dan juga tidak melaksanakan kegiatan apapun pada hari raya Idulfitri seperti takbir keliling, salat Idulfitri hingga tidak melaksanakan silaturahmi ataupun halalbihalal.

Di akhir rapat, bupati Tanbu beserta Ketua MUI Tanbu KH Fadli Muis dan seluruh organisasi Islam Tanbu melaksanakan seruan bersama dengan melakukan penandatanganan atas keputusan tersebut.

Bupati H Sudian Noor menambahkan, seruan ini sewaktu-waktu dapat ditinjau kembali jika pemerintah menyatakan keadaan aman dari virus Covid-19.

“Keputusan bersama ini juga nantinya akan disosialisasikan kepada semua pengurus masjid di Kabupaten Tanah Bumbu,” pungkas bupati. (kry/ram/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/