alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

PSBB Diberlakukan, Pasar Tetap Beroperasi

BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina resmi mengumumkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Banjarmasin. Dia menyebut, akan diterapkan mulai awal Ramadan atau 24 April mendatang.

“Mulai hari ini kami sosialisasikan ke masyarakat hingga tiga hari kedepan,” ujar Ibnu memberi keterangan dihadapan awak media di balai kota Banjarmasin, Senin (20/4).

Langkah cepat diambil pemko setelah menerima surat keputusan dari Menteri Kesehatan, Minggu (22/4) malam. Dia memastikan semua persiapan sudah mantap ketika PSBB ini diberlakukan. “Disimulasikan terlebih dahulu, khususnya pengamanan kota yang akan dilakukan oleh Polresta Banjarmasin,” ujarnya.

Tak hanya simulasi pengamanan kota, dia juga menerangkan, akan dilakukan pula simulasi penyaluran logistik ke masyarakat miskin dan yang terdampak ekonomi. “Payung hukum melalui Perwali tengah digodok,” tukasnya.

PSBB di Banjarmasin sepertinya masih akan longgar. Pasalnya, titik keramaian dipastikan masih beroperasi. Contohnya seperti supermakert, mini market hingga pasar.

Yang tegas dilarang hanya kegiatan sosial dan budaya. Seperti perkumpulan atau pertemuan politik, perkumpulan atau pertemuan olahraga, perkumpulan atau pertemuan hiburan, perkumpulan atau pertemuan akademik dan perkumpulan atau pertemuan budaya. Sejatinya, semua larangan ini sudah dilakukan sebelumnya.

Hal yang sudah pula adalah soal pembatasan transportasi. Semua moda seperti udara, laut dan jalan raya, baik umum dan pribadi tetap berjalan dengan pembatasan jumlah dan jarak penumpang. Kecuali untuk transportasi barang kebutuhan dasar penduduk.

Meski demikian, ketika PSBB ini akan diterapkan, pos penjaggaan di batas kota akan didirikan. Termasuk pos pengamanan yang didirikan di tiap kecamatan dan pos induk di Pemko Banjarmasin. “Ini kegiatan bukan main-main. Ini serius demi penurunan angka kasus Covid-19 di Banjarmasin,” tegas Ibnu.

Bahkan, dalam PSBB nanti, direncanakan pula pemberlakukan jam malam dan menutup beberapa ruas jalan di Banjarmasin. “Sambil sosialisasi kepada masyarakat, sistemnya tengah digodok karena perlu koordinasi dan kesiapan. Kami harap masyarakat juga akan mentaati,” tandasnya. (mof/ema)

BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina resmi mengumumkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Banjarmasin. Dia menyebut, akan diterapkan mulai awal Ramadan atau 24 April mendatang.

“Mulai hari ini kami sosialisasikan ke masyarakat hingga tiga hari kedepan,” ujar Ibnu memberi keterangan dihadapan awak media di balai kota Banjarmasin, Senin (20/4).

Langkah cepat diambil pemko setelah menerima surat keputusan dari Menteri Kesehatan, Minggu (22/4) malam. Dia memastikan semua persiapan sudah mantap ketika PSBB ini diberlakukan. “Disimulasikan terlebih dahulu, khususnya pengamanan kota yang akan dilakukan oleh Polresta Banjarmasin,” ujarnya.

Tak hanya simulasi pengamanan kota, dia juga menerangkan, akan dilakukan pula simulasi penyaluran logistik ke masyarakat miskin dan yang terdampak ekonomi. “Payung hukum melalui Perwali tengah digodok,” tukasnya.

PSBB di Banjarmasin sepertinya masih akan longgar. Pasalnya, titik keramaian dipastikan masih beroperasi. Contohnya seperti supermakert, mini market hingga pasar.

Yang tegas dilarang hanya kegiatan sosial dan budaya. Seperti perkumpulan atau pertemuan politik, perkumpulan atau pertemuan olahraga, perkumpulan atau pertemuan hiburan, perkumpulan atau pertemuan akademik dan perkumpulan atau pertemuan budaya. Sejatinya, semua larangan ini sudah dilakukan sebelumnya.

Hal yang sudah pula adalah soal pembatasan transportasi. Semua moda seperti udara, laut dan jalan raya, baik umum dan pribadi tetap berjalan dengan pembatasan jumlah dan jarak penumpang. Kecuali untuk transportasi barang kebutuhan dasar penduduk.

Meski demikian, ketika PSBB ini akan diterapkan, pos penjaggaan di batas kota akan didirikan. Termasuk pos pengamanan yang didirikan di tiap kecamatan dan pos induk di Pemko Banjarmasin. “Ini kegiatan bukan main-main. Ini serius demi penurunan angka kasus Covid-19 di Banjarmasin,” tegas Ibnu.

Bahkan, dalam PSBB nanti, direncanakan pula pemberlakukan jam malam dan menutup beberapa ruas jalan di Banjarmasin. “Sambil sosialisasi kepada masyarakat, sistemnya tengah digodok karena perlu koordinasi dan kesiapan. Kami harap masyarakat juga akan mentaati,” tandasnya. (mof/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/