alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

Update Corona di Banjarbaru: Ternyata 1 Warga Asal Kab. Banjar, Cempaka dan LA Belum Terpapar

BANJARBARU – Tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Kota Banjarbaru merilis pembaharuan data perkembangan Covid-19 di Kota Idaman pada Minggu (19/4) pukul 16.00 Wita. Dalam pembaharuan ini, satu kasus positif dikonfirmasi turun satu orang. Sehingga saat ini, kasus positif di Banjarbaru ada 11 orang.

Jubir GTPPP Covid-19 Banjarbaru, Rizana Mirza menjelaskan turunnya jumlah kasus positif ini lantara ada pembaharuan data terkait tempat tinggal. Yang mana, satu kasus dari tambahan 8 kasus positif merupakan warga Kabupaten Banjar.

“Jadi kita klarifikasi bahwa kemarin sempat 12 positif itu ada perubahan. Yakni delapan tambahan kasus positif kemarin salah satunya dari Kabupaten Banjar, sehingga Banjarbaru kemarin hanya tambahan tujuh,” katanya.

Perubahan data ini katanya setelah pihaknya mengonfirmasi kepada yang bersangkutan dan juga pihak tim GTPPP Covid-19 Pemprov Kalsel. Yang mana, kasus positif semula yang berkode BJB-11 yakni laki-laki berusia 45 tahun semula disebutkan asal Sungai Paring Banjarbaru Utara.

“Setelah kita verifikasi dan cek, ternyata Sungai Paring yang dimaksud adalah Kabupaten Banjar. Karena dikira awalnya Sungai Paring di Banjarbaru. Jadi ada perubahan tambahan kasus positif dari Kabupaten Banjar, bukan dari Banjarbaru,” ujarnya yang juga menjabat Kadinkes Banjarbaru ini.

Adapun, saat ini kata Mirza bahwa seluruh kasus positif (11 orang) pengidap Covid-19 asal Banjarbaru dalam keadaan stabil. Baik yang tengah di rawat di RS rujukan di Banjarmasin maupun yang dikarantina khusus di Gedung Ambulung Banjarbaru.

“Dari informasi yang kami terima oleh pihak provinsi, kasus positif di Banjarbaru dalam keadaan stabil. Kita berdoa semoga segera sehat dan pulih dalam beberapa hari ke depan,” ucapnya.

Kemudian, disebutnya jika tambahan tujuh kasus pada Sabtu (18/4) lalu. Saat ini mereka dikarantina di gedung Ambulung Banjarbaru. Semuanya dikarantina di ruangan khusus yang terpisah dengan belasan ODP yang juga di karantina di sana.

“Jadi di gedung sana ada beberapa ruangan. Untuk yang positif di ruang berbeda, tidak ada interaksi dengan yang ODP. Lalu untuk perawatan ada tim kesehatan yang di dalamnya juga ada dokter paru-paru,” bebernya.

Ditanya mengapa tujuh kasus positif ini tidak dirujuk ke rumah sakit? Mirza menanggapi bahwa dari hasil koordinasi dengan pihak Provinsi, diputuskan untuk sementara tambahan kasus positif ini dikarantina di Ambulung.

“Karena kondisinya Alhamdulillah sehat dan stabil. Juga karantina di sana (Ambulung) dalam penanganan dan pengawasan tim kesehatan juga. Juga kita tekankan bahwa kasus positif tak serta merta harus dirujuk ke rumah sakit, ini melihat situasi yang bersangkutan apakah parah atau tidak,” tambahnya.

Sebagai informasi, bahwa tujuh kasus positif asal Banjarbaru yang kini dikarantina di Ambulung, enam di antara mereka yang pernah punya riwayat perjalanan ke Gowa, Sulawesi Selatan. Sementara satu orang lainnya terpapar dari kasus positif BJB-02 yang merupakan rekan di lingkungan kerja.

____

Cempaka dan LA Belum Terpapar

Saat ini, sebaran 238 ODP di Banjarbaru telah menyeluruh di semua Kecamatan. Namun, untuk PDP Banjarbaru saat ini nol atau tidak ada. Sementara kasus positif belum ada tambahan.

Sebelas orang yang terkonfirmasi positif saat ini berasal dari tiga wilayah Kecamatan. Yakni Landasan Ulin, Banjarbaru Utara dan Banjarbaru Selatan. Untuk Kecamatan Cempaka dan Liang Anggang masih nol kasus positif.

Adapun jenis penyebab penularan dari 11 kasus positif ini cenderung berakar dari imported case atau terpapar dari daerah terdampak. Sehingga untuk transmisi lokal ditegaskan tim GTPPP Covid-19 Banjarbaru belum terdeteksi. Meskipun saat ini terus dilakukan tracking dan juga rapid test kepada mereka yang pernah kontak langsung dengan kasus positif.

Terakhir, tim GTPPP Covid-19 Banjarbaru menekankan agar masyarakat yang ketika berobat ke puskesmas atau rumah sakit diminta agar jujur ketika mendaftar. Dalam hal ini terkait riwayat perjalanan yang dilakukannya beberapa waktu terakhir.

“Kita mohon ketika ke puskesmas atau rumah sakit agar memberikan keterangan yang sebenar-benarnya, khususnya jika ada riwayat ke daerah terpapar. Ini demi kebaikan kita bersama dalam menanggulangi wabah ini,” pesannya. (rvn/bin/ema)

BANJARBARU – Tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Kota Banjarbaru merilis pembaharuan data perkembangan Covid-19 di Kota Idaman pada Minggu (19/4) pukul 16.00 Wita. Dalam pembaharuan ini, satu kasus positif dikonfirmasi turun satu orang. Sehingga saat ini, kasus positif di Banjarbaru ada 11 orang.

Jubir GTPPP Covid-19 Banjarbaru, Rizana Mirza menjelaskan turunnya jumlah kasus positif ini lantara ada pembaharuan data terkait tempat tinggal. Yang mana, satu kasus dari tambahan 8 kasus positif merupakan warga Kabupaten Banjar.

“Jadi kita klarifikasi bahwa kemarin sempat 12 positif itu ada perubahan. Yakni delapan tambahan kasus positif kemarin salah satunya dari Kabupaten Banjar, sehingga Banjarbaru kemarin hanya tambahan tujuh,” katanya.

Perubahan data ini katanya setelah pihaknya mengonfirmasi kepada yang bersangkutan dan juga pihak tim GTPPP Covid-19 Pemprov Kalsel. Yang mana, kasus positif semula yang berkode BJB-11 yakni laki-laki berusia 45 tahun semula disebutkan asal Sungai Paring Banjarbaru Utara.

“Setelah kita verifikasi dan cek, ternyata Sungai Paring yang dimaksud adalah Kabupaten Banjar. Karena dikira awalnya Sungai Paring di Banjarbaru. Jadi ada perubahan tambahan kasus positif dari Kabupaten Banjar, bukan dari Banjarbaru,” ujarnya yang juga menjabat Kadinkes Banjarbaru ini.

Adapun, saat ini kata Mirza bahwa seluruh kasus positif (11 orang) pengidap Covid-19 asal Banjarbaru dalam keadaan stabil. Baik yang tengah di rawat di RS rujukan di Banjarmasin maupun yang dikarantina khusus di Gedung Ambulung Banjarbaru.

“Dari informasi yang kami terima oleh pihak provinsi, kasus positif di Banjarbaru dalam keadaan stabil. Kita berdoa semoga segera sehat dan pulih dalam beberapa hari ke depan,” ucapnya.

Kemudian, disebutnya jika tambahan tujuh kasus pada Sabtu (18/4) lalu. Saat ini mereka dikarantina di gedung Ambulung Banjarbaru. Semuanya dikarantina di ruangan khusus yang terpisah dengan belasan ODP yang juga di karantina di sana.

“Jadi di gedung sana ada beberapa ruangan. Untuk yang positif di ruang berbeda, tidak ada interaksi dengan yang ODP. Lalu untuk perawatan ada tim kesehatan yang di dalamnya juga ada dokter paru-paru,” bebernya.

Ditanya mengapa tujuh kasus positif ini tidak dirujuk ke rumah sakit? Mirza menanggapi bahwa dari hasil koordinasi dengan pihak Provinsi, diputuskan untuk sementara tambahan kasus positif ini dikarantina di Ambulung.

“Karena kondisinya Alhamdulillah sehat dan stabil. Juga karantina di sana (Ambulung) dalam penanganan dan pengawasan tim kesehatan juga. Juga kita tekankan bahwa kasus positif tak serta merta harus dirujuk ke rumah sakit, ini melihat situasi yang bersangkutan apakah parah atau tidak,” tambahnya.

Sebagai informasi, bahwa tujuh kasus positif asal Banjarbaru yang kini dikarantina di Ambulung, enam di antara mereka yang pernah punya riwayat perjalanan ke Gowa, Sulawesi Selatan. Sementara satu orang lainnya terpapar dari kasus positif BJB-02 yang merupakan rekan di lingkungan kerja.

____

Cempaka dan LA Belum Terpapar

Saat ini, sebaran 238 ODP di Banjarbaru telah menyeluruh di semua Kecamatan. Namun, untuk PDP Banjarbaru saat ini nol atau tidak ada. Sementara kasus positif belum ada tambahan.

Sebelas orang yang terkonfirmasi positif saat ini berasal dari tiga wilayah Kecamatan. Yakni Landasan Ulin, Banjarbaru Utara dan Banjarbaru Selatan. Untuk Kecamatan Cempaka dan Liang Anggang masih nol kasus positif.

Adapun jenis penyebab penularan dari 11 kasus positif ini cenderung berakar dari imported case atau terpapar dari daerah terdampak. Sehingga untuk transmisi lokal ditegaskan tim GTPPP Covid-19 Banjarbaru belum terdeteksi. Meskipun saat ini terus dilakukan tracking dan juga rapid test kepada mereka yang pernah kontak langsung dengan kasus positif.

Terakhir, tim GTPPP Covid-19 Banjarbaru menekankan agar masyarakat yang ketika berobat ke puskesmas atau rumah sakit diminta agar jujur ketika mendaftar. Dalam hal ini terkait riwayat perjalanan yang dilakukannya beberapa waktu terakhir.

“Kita mohon ketika ke puskesmas atau rumah sakit agar memberikan keterangan yang sebenar-benarnya, khususnya jika ada riwayat ke daerah terpapar. Ini demi kebaikan kita bersama dalam menanggulangi wabah ini,” pesannya. (rvn/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/