alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Cara Seniman Mural Menyemangati Tenaga Medis

Tim medis tengah bertarung nyawa merawat pasien virus corona. Tak sedikit yang turut tertular, bahkan meninggal dunia. Dukungan untuk perawat dan dokter di benteng terakhir pun terus mengalir.

— Oleh: ENDANG, Banjarmasin —

EMPAT pemuda asal Banjarmasin, Surya, Zanky Firdaus, Itink dan Mahmud tengah sibuk menyapukan kuas ke tembok beton di Jalan Cempaka Putih, Banjarmasin Timur, kemarin (19/4).

Lukisannya sepanjang 10 meter. Dominan warna ungu, putih dan hijau. Menggambarkan petugas medis berpakaian hazmat. Simpel tapi penuh makna.

“Mural ini kami persembahkan untuk tim medis yang sedang berjuang melawan wabah,” kata Surya.

Dia mengaku tergerak oleh kisah perawat dan dokter yang tak bisa pulang ke rumah. Takut menjangkiti keluarga. Terpaksa bertahan di rumah sakit bersama pasien.

Bukan hanya dukungan kepada tim medis, mural itu juga diniatkan untuk mengedukasi masyarakat.

Menurutnya, masih banyak warga yang abai. Keluyuran di luar sekalipun tak ada urusan penting. Bahkan tanpa mengenakan masker. “Semuanya harus waspada. Ikuti saja anjuran pemerintah,” tambahnya.

Selama melukis mural tersebut, Surya dan kawan-kawannya juga mengenakan masker. Sembari menjaga jarak dalam berinteraksi.

Berapa waktu yang dibutuhkan untuk merampungkan mural tersebut? “Sekitar empat jam. Tergantung kondisi cuaca,” sebutnya.

Agar aksi mereka aman, tidak malah dicap vandalisme, Surya sudah meminta izin ketua rukun tetangga setempat. “Sebelum melukis sudah minta izin,” lanjutnya.

Menurutnya, pandemi tidak malah membatasi seniman dalam berkarya. Bagi Surya, masa sulit justru memancing begitu banyak ide.

“Semoga bumi lekas membaik. Biar bisa kumpul-kumpul menggambar bareng lagi sama kawan-kawan semua,” harapnya.

Dua rekan mereka juga membuat mural serupa. Tapi untuk kawasan Banjarbaru. (fud/ema)

Tim medis tengah bertarung nyawa merawat pasien virus corona. Tak sedikit yang turut tertular, bahkan meninggal dunia. Dukungan untuk perawat dan dokter di benteng terakhir pun terus mengalir.

— Oleh: ENDANG, Banjarmasin —

EMPAT pemuda asal Banjarmasin, Surya, Zanky Firdaus, Itink dan Mahmud tengah sibuk menyapukan kuas ke tembok beton di Jalan Cempaka Putih, Banjarmasin Timur, kemarin (19/4).

Lukisannya sepanjang 10 meter. Dominan warna ungu, putih dan hijau. Menggambarkan petugas medis berpakaian hazmat. Simpel tapi penuh makna.

“Mural ini kami persembahkan untuk tim medis yang sedang berjuang melawan wabah,” kata Surya.

Dia mengaku tergerak oleh kisah perawat dan dokter yang tak bisa pulang ke rumah. Takut menjangkiti keluarga. Terpaksa bertahan di rumah sakit bersama pasien.

Bukan hanya dukungan kepada tim medis, mural itu juga diniatkan untuk mengedukasi masyarakat.

Menurutnya, masih banyak warga yang abai. Keluyuran di luar sekalipun tak ada urusan penting. Bahkan tanpa mengenakan masker. “Semuanya harus waspada. Ikuti saja anjuran pemerintah,” tambahnya.

Selama melukis mural tersebut, Surya dan kawan-kawannya juga mengenakan masker. Sembari menjaga jarak dalam berinteraksi.

Berapa waktu yang dibutuhkan untuk merampungkan mural tersebut? “Sekitar empat jam. Tergantung kondisi cuaca,” sebutnya.

Agar aksi mereka aman, tidak malah dicap vandalisme, Surya sudah meminta izin ketua rukun tetangga setempat. “Sebelum melukis sudah minta izin,” lanjutnya.

Menurutnya, pandemi tidak malah membatasi seniman dalam berkarya. Bagi Surya, masa sulit justru memancing begitu banyak ide.

“Semoga bumi lekas membaik. Biar bisa kumpul-kumpul menggambar bareng lagi sama kawan-kawan semua,” harapnya.

Dua rekan mereka juga membuat mural serupa. Tapi untuk kawasan Banjarbaru. (fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/