alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Pedagang Pasar Cemara Ujung Diberi Masker Gratis

BANJARMASIN – Berbekal 480 masker, aktivis Mahasiswa Pencinta Alam dan Seni (Kompas) Borneo Universitas Lambung Mangkurat, Minggu (19/4) pagi, membagi alat pelindung diri (APD) kepada pedagang dan warga sekitar Pasar Cemara Ujung, Banjarmasin Utara. 

Pembagian masker dengan pendanaan sendiri ini dilakukan untuk berpartisipasi dalam pencegahan dan penyebaran virus Corona atau Covid-19. Dalam tempo tak lebih dari satu jam, masker ludes terbagi. Babinkamtibnas Polsek Banjarmasin Utara dan RT setempat juga ikut terlibat dalam aksi kemanusiaan ini.

“Sekarang, semua sedang susah. Wabah corona semakin mengkhawatirkan saja. Salah satu upaya pencegahan adalah memakai masker. Celakanya, APD ini sekarang sulit dicari di pasaran. Itulah sebabnya kami berinisiatif membuatnya secara mandiri. Lalu, kami bagikan kepada warga,” kata Ketua Kompas Borneo Unlam, Akhmad Nawani.

Mahasiswa yang akrab disapa Kiwil ini mengungkapkan, masker yang dibagikan kepada pedagang dan warga itu dibuat sendiri oleh para anggota organisasi pencinta alam tertua di Kalimantan ini. Kain dibeli dipasar, lalu dijahit anggota. Kemudian dibagikan.

Mengapa pasar menjadi target aksi? Kiwil mengatakan pasar merupakan tempat bertemunya pedagang dan pembeli. Setiap hari ramai dikunjungi. Orang selalu berkerumun di sini. Sementara, kesadaran pentingnya menggunakan masker masih rendah. “Itulah sebabnya, kami bagi masker di pasar. Bukan di jalan,” ucapnya.

Mereka yang beraktivitas di Pasar Cemara Ujung, tentu senang. “Gratis kan om,” kata Acil Aluh, salah satu pedagang di sana. “Minta dua ya, satunya buat anak. Mau beli masker sekarang susah. Kalau ada, harganya mahal,” tambahnya. (lan/ema)

BANJARMASIN – Berbekal 480 masker, aktivis Mahasiswa Pencinta Alam dan Seni (Kompas) Borneo Universitas Lambung Mangkurat, Minggu (19/4) pagi, membagi alat pelindung diri (APD) kepada pedagang dan warga sekitar Pasar Cemara Ujung, Banjarmasin Utara. 

Pembagian masker dengan pendanaan sendiri ini dilakukan untuk berpartisipasi dalam pencegahan dan penyebaran virus Corona atau Covid-19. Dalam tempo tak lebih dari satu jam, masker ludes terbagi. Babinkamtibnas Polsek Banjarmasin Utara dan RT setempat juga ikut terlibat dalam aksi kemanusiaan ini.

“Sekarang, semua sedang susah. Wabah corona semakin mengkhawatirkan saja. Salah satu upaya pencegahan adalah memakai masker. Celakanya, APD ini sekarang sulit dicari di pasaran. Itulah sebabnya kami berinisiatif membuatnya secara mandiri. Lalu, kami bagikan kepada warga,” kata Ketua Kompas Borneo Unlam, Akhmad Nawani.

Mahasiswa yang akrab disapa Kiwil ini mengungkapkan, masker yang dibagikan kepada pedagang dan warga itu dibuat sendiri oleh para anggota organisasi pencinta alam tertua di Kalimantan ini. Kain dibeli dipasar, lalu dijahit anggota. Kemudian dibagikan.

Mengapa pasar menjadi target aksi? Kiwil mengatakan pasar merupakan tempat bertemunya pedagang dan pembeli. Setiap hari ramai dikunjungi. Orang selalu berkerumun di sini. Sementara, kesadaran pentingnya menggunakan masker masih rendah. “Itulah sebabnya, kami bagi masker di pasar. Bukan di jalan,” ucapnya.

Mereka yang beraktivitas di Pasar Cemara Ujung, tentu senang. “Gratis kan om,” kata Acil Aluh, salah satu pedagang di sana. “Minta dua ya, satunya buat anak. Mau beli masker sekarang susah. Kalau ada, harganya mahal,” tambahnya. (lan/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/