alexametrics
29.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Terkapar di Warung, Dikira Corona

BANJARMASIN – Bruk!! Lelaki berpeci biru itu tiba-tiba terjatuh dari kursinya. Darah mengucur di pelipis kiri. Ketika terjatuh, bagian wajahnya lebih dulu menubruk lantai semen.

Peristiwa itu terjadi di sebuah warung di kawasan RT 16 Kelurahan Pasar Lama, Banjarmasin tengah, kemarin (17/4) siang.

Warga yang kebetulan berada di warung pun kaget. Terlebih ketika melihat tubuh lelaki itu terkapar seperti orang yang terkena penyakit. Kejang-kejang.

Warga lain yang berada tak jauh dari lokasi pun merubung. Semua geger. Setelah ada yang berspekulasi bahwa lelaki misterius itu terpapar COVID-19.

Beruntung, gabungan anggota barisan pemadam kebakaran (BPK) setempat yang kebetulan berpatroli cukup sigap. Mereka menghubungi Babinsa, Serda Juli dan Bhabinkamtibmas, Bripka Ariansyah Rahim, untuk mengamankan lokasi. Kemudian menghubungi petugas medis.

Dari keterangan petugas kesehatan Publik Safety Center atau PSC 119 Banjarmasin, Nanda menjelaskan, lelaki yang belakangan diketahui bernama Ali (35) itu hanya kelelahan setelah mendonorkan darahnya. Jelas bukan gara-gara terinfeksi virus corona.

“Kondisinya sudah membaik. Tapi sepertinya, yang bersangkutan juga mengkonsumsi obat-obatan tertentu. Keterangan yang disampaikan berubah-ubah,” beber Nanda.

Seusai diperiksa, penulis menghampiri Ali. Luka di pelipis kirinya sudah diobati. Meski kondisi tubuhnya sudah membaik, dia tampak lemah. Untuk berdiri pun dia masih perlu dibantu. Seusai mereguk bergelas-gelas air putih, baru dia bisa bercerita. Dia rupanya datang dari Banjarbaru.

“Saya biasa menjual madu botolan di sekitar sini. Tadi ketika di perjalanan dari Banjarbaru, di mobil menuju ke sini, saya disuruh minum obat sebanyak tiga butir oleh seseorang. Katanya untuk penenang,” beber Ali.

Lantas bagaimana dengan nasib Ali selanjutnya? Ketua RT 16 Pasar Lama, Aslam, menjelaskan bahwa pihaknya sudah membantu mengontak keluarga yang bersangkutan. “Pihak keluarga sudah dalam perjalanan menjemput,” jelasnya. (war/fud/ema)

BANJARMASIN – Bruk!! Lelaki berpeci biru itu tiba-tiba terjatuh dari kursinya. Darah mengucur di pelipis kiri. Ketika terjatuh, bagian wajahnya lebih dulu menubruk lantai semen.

Peristiwa itu terjadi di sebuah warung di kawasan RT 16 Kelurahan Pasar Lama, Banjarmasin tengah, kemarin (17/4) siang.

Warga yang kebetulan berada di warung pun kaget. Terlebih ketika melihat tubuh lelaki itu terkapar seperti orang yang terkena penyakit. Kejang-kejang.

Warga lain yang berada tak jauh dari lokasi pun merubung. Semua geger. Setelah ada yang berspekulasi bahwa lelaki misterius itu terpapar COVID-19.

Beruntung, gabungan anggota barisan pemadam kebakaran (BPK) setempat yang kebetulan berpatroli cukup sigap. Mereka menghubungi Babinsa, Serda Juli dan Bhabinkamtibmas, Bripka Ariansyah Rahim, untuk mengamankan lokasi. Kemudian menghubungi petugas medis.

Dari keterangan petugas kesehatan Publik Safety Center atau PSC 119 Banjarmasin, Nanda menjelaskan, lelaki yang belakangan diketahui bernama Ali (35) itu hanya kelelahan setelah mendonorkan darahnya. Jelas bukan gara-gara terinfeksi virus corona.

“Kondisinya sudah membaik. Tapi sepertinya, yang bersangkutan juga mengkonsumsi obat-obatan tertentu. Keterangan yang disampaikan berubah-ubah,” beber Nanda.

Seusai diperiksa, penulis menghampiri Ali. Luka di pelipis kirinya sudah diobati. Meski kondisi tubuhnya sudah membaik, dia tampak lemah. Untuk berdiri pun dia masih perlu dibantu. Seusai mereguk bergelas-gelas air putih, baru dia bisa bercerita. Dia rupanya datang dari Banjarbaru.

“Saya biasa menjual madu botolan di sekitar sini. Tadi ketika di perjalanan dari Banjarbaru, di mobil menuju ke sini, saya disuruh minum obat sebanyak tiga butir oleh seseorang. Katanya untuk penenang,” beber Ali.

Lantas bagaimana dengan nasib Ali selanjutnya? Ketua RT 16 Pasar Lama, Aslam, menjelaskan bahwa pihaknya sudah membantu mengontak keluarga yang bersangkutan. “Pihak keluarga sudah dalam perjalanan menjemput,” jelasnya. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/