alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Kamis, 19 Mei 2022

Distribusi Bantuan Sembako Bertahap

MARABAHAN – Kabar gembira bagi warga miskin yang termasuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan warga terdampak Covid-19. Pemkab Batola mulai mendistribusikan bantuan.

Hanya sepekan setelah menggaungkan mau memberikan bantuan sembako, Pemkab Batola secara resmi mulai mendistribusikan 20.000 bantuan sembako sejak Jumat (17/4). Sembako bagi warga miskin per KK sesuai data DTKS sebanyak 17.000 paket. Sedangkan 3.000 paket bagi warga terdampak Covid-19.

Banyaknya sembako yang dibagikan membuat pendistribusian dilakukan bertahap. Masyarakat diminta bersabar menantinya. Pada hari pertama pendistribusian, sembako diantar ke Kecamatan Marabahan. Sedangkan Kecamatan Anjir Muara kebagian hari kedua, dan dilanjutkan kecamatan lainnya.

Dari 17 kecamatan di Batola, tiga paling banyak mendapatkan bantuan ini. Kecamatan Tabunganen, Tamban, dan Alalak.

Bupati Batola Noormiliyani saat pelepasan bantuan ini menyampaikan bahwa masyarakat akan menerima bantuan selama tiga bulan ke depan. Paket sembako terdiri dari beras 10 kg, gula pasir 2 kg, minyak goreng kemasan 2 liter, dan satu rak telur ayam.

“Bantuan ini diharapkan tepat sasaran. Data Dinas Sosial diambil dari laporan kecamatan,” ujar Noormiliyani. Andai ada data yang tertinggal, bupati yakin tidak terlalu banyak. “Semua data masuk dari desa sesuai musdes (musyawarah desa, Red) masing-masing,” tambahnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batola, Fuad Syech mengataka pembagian sembako diserahkan kepada pihak kecamatan masing-masing. Pihaknya bergiliran mendistribusikan bantuan ke kecamatan hanya sekali dalam sehari. Sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.

“Bagaimanapun caranya (mekanisme pembagian dari kecamatan, Red), yang pasti harus sesuai dengan pedoman Covid-19,” ujarnya.

Fuad mengungkapkan warga yang terdampak Covid-19 sesuai data yang mereka miliki sebenarnya lebih dari 3.000 KK. Sedangkan bantuan sembako yang tersedia hanya 3.000 paket. “Kami masih menghimpun data. Andaikan paket habis, masih ada bantuan lainnya,” ujarnya sembari menjelaskan bahwa akan ada bantuan dari Kementerian Sosial.(bar/dye/ema)

MARABAHAN – Kabar gembira bagi warga miskin yang termasuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan warga terdampak Covid-19. Pemkab Batola mulai mendistribusikan bantuan.

Hanya sepekan setelah menggaungkan mau memberikan bantuan sembako, Pemkab Batola secara resmi mulai mendistribusikan 20.000 bantuan sembako sejak Jumat (17/4). Sembako bagi warga miskin per KK sesuai data DTKS sebanyak 17.000 paket. Sedangkan 3.000 paket bagi warga terdampak Covid-19.

Banyaknya sembako yang dibagikan membuat pendistribusian dilakukan bertahap. Masyarakat diminta bersabar menantinya. Pada hari pertama pendistribusian, sembako diantar ke Kecamatan Marabahan. Sedangkan Kecamatan Anjir Muara kebagian hari kedua, dan dilanjutkan kecamatan lainnya.

Dari 17 kecamatan di Batola, tiga paling banyak mendapatkan bantuan ini. Kecamatan Tabunganen, Tamban, dan Alalak.

Bupati Batola Noormiliyani saat pelepasan bantuan ini menyampaikan bahwa masyarakat akan menerima bantuan selama tiga bulan ke depan. Paket sembako terdiri dari beras 10 kg, gula pasir 2 kg, minyak goreng kemasan 2 liter, dan satu rak telur ayam.

“Bantuan ini diharapkan tepat sasaran. Data Dinas Sosial diambil dari laporan kecamatan,” ujar Noormiliyani. Andai ada data yang tertinggal, bupati yakin tidak terlalu banyak. “Semua data masuk dari desa sesuai musdes (musyawarah desa, Red) masing-masing,” tambahnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batola, Fuad Syech mengataka pembagian sembako diserahkan kepada pihak kecamatan masing-masing. Pihaknya bergiliran mendistribusikan bantuan ke kecamatan hanya sekali dalam sehari. Sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.

“Bagaimanapun caranya (mekanisme pembagian dari kecamatan, Red), yang pasti harus sesuai dengan pedoman Covid-19,” ujarnya.

Fuad mengungkapkan warga yang terdampak Covid-19 sesuai data yang mereka miliki sebenarnya lebih dari 3.000 KK. Sedangkan bantuan sembako yang tersedia hanya 3.000 paket. “Kami masih menghimpun data. Andaikan paket habis, masih ada bantuan lainnya,” ujarnya sembari menjelaskan bahwa akan ada bantuan dari Kementerian Sosial.(bar/dye/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/