alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Masuk Panti Jompo, Harus Karantina Dulu

BANJARBARU – Mewabahnya virus corona membuat jajaran Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Sejahtera milik Dinas Sosial Kalimantan Selatan memperketat pengamanan. Hal itu dilakukan agar Covid-19 tidak masuk ke kawasan mereka.

PSTW Budi Sejahtera sendiri merupakan panti jompo di bawah naungan Pemprov Kalsel di Jalan A Yani Kilometer 21,7, Banjarbaru. Karena diisi oleh banyak orang berusia lanjut (lansia), maka pengelola benar-benar menjaga keamanan. Pasalnya, lansia paling berisiko terpapar Covid-19.

Kepala Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera, Surya Fujianorrochim mengatakan, salah satu pengamanan yang mereka lakukan ialah menjaga ketat pintu masuk panti. Serta, tidak memperbolehkan orang luar masuk ke wisma.

“Kunjungan pun kami batasi. Kalau ada keluarga pasien mau ke sini, hanya boleh sampai kantor. Tidak boleh masuk wisma. Untuk memastikan wisma steril,” katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Bukan hanya itu, dia mengungkapkan, PSTW Budi Sejahtera juga saat ini memperketat penerimaan pasien baru. “Kalau ada Dinas Sosial di daerah mau memasukkan pasien ke sini, kami minta untuk mengarantinanya dulu selama 15 hari di daerah,” ungkapnya.

Lanjutnya, karantina dilakukan untuk memastikan bahwa pasien atau lansia yang akan masuk tidak mengidap virus corona. “Apalagi bagi lansia yang ditemukan telantar di jalan. Mereka sangat rawan terpapar virus. Maka dari itu perlu dikarantina dulu,” ujarnya.

Setelah dikarantina selama 15 hari dan tidak menunjukkan gejala apa-apa, baru lah pasien boleh masuk ke PSTW Budi Sejahtera. “Di samping itu harus memenuhi syarat-syarat lain. Berusia minimal 60 tahun dan benar-benar telantar,” kata Surya.

Dia menuturkan, PSTW Budi Sejahtera sendiri saat ini merawat 175 pasien. Yakni, 115 di panti Banjarbaru dan 60 lainnya di Martapura. “Bayangkan, satu saja ada lansia positif corona. Bisa ketularan semuanya,” tuturnya.

Untuk itu, mereka sangat menjaga para lansia dari paparan virus corona. Surya menyampaikan, selain memperketat pengamanan, jajarannya juga selalu menjaga daya tahan tubuh pasien. “Mereka rutin berjemur dan minum vitamin c, agar daya tahan tubuhnya terjaga,” ucapnya.

Dia berharap, virus corona bisa berakhir supaya aktivitas di panti dapat normal kembali. “Karena kasihan para petugas. Ada banyak tugas yang harus dilakukan dan banyak lansia yang diurus,” paparnya.

Diungkapkannya, di PSTW Budi Sejahtera, setiap petugas harus merawat tujuh hingga delapan pasien. Hal itu, tentu tidak mudah. “Kalau para petugas tidak punya rasa sayang dengan lansia, mungkin mereka tidak sanggup merawat lansia di sini,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

BANJARBARU – Mewabahnya virus corona membuat jajaran Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Sejahtera milik Dinas Sosial Kalimantan Selatan memperketat pengamanan. Hal itu dilakukan agar Covid-19 tidak masuk ke kawasan mereka.

PSTW Budi Sejahtera sendiri merupakan panti jompo di bawah naungan Pemprov Kalsel di Jalan A Yani Kilometer 21,7, Banjarbaru. Karena diisi oleh banyak orang berusia lanjut (lansia), maka pengelola benar-benar menjaga keamanan. Pasalnya, lansia paling berisiko terpapar Covid-19.

Kepala Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera, Surya Fujianorrochim mengatakan, salah satu pengamanan yang mereka lakukan ialah menjaga ketat pintu masuk panti. Serta, tidak memperbolehkan orang luar masuk ke wisma.

“Kunjungan pun kami batasi. Kalau ada keluarga pasien mau ke sini, hanya boleh sampai kantor. Tidak boleh masuk wisma. Untuk memastikan wisma steril,” katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Bukan hanya itu, dia mengungkapkan, PSTW Budi Sejahtera juga saat ini memperketat penerimaan pasien baru. “Kalau ada Dinas Sosial di daerah mau memasukkan pasien ke sini, kami minta untuk mengarantinanya dulu selama 15 hari di daerah,” ungkapnya.

Lanjutnya, karantina dilakukan untuk memastikan bahwa pasien atau lansia yang akan masuk tidak mengidap virus corona. “Apalagi bagi lansia yang ditemukan telantar di jalan. Mereka sangat rawan terpapar virus. Maka dari itu perlu dikarantina dulu,” ujarnya.

Setelah dikarantina selama 15 hari dan tidak menunjukkan gejala apa-apa, baru lah pasien boleh masuk ke PSTW Budi Sejahtera. “Di samping itu harus memenuhi syarat-syarat lain. Berusia minimal 60 tahun dan benar-benar telantar,” kata Surya.

Dia menuturkan, PSTW Budi Sejahtera sendiri saat ini merawat 175 pasien. Yakni, 115 di panti Banjarbaru dan 60 lainnya di Martapura. “Bayangkan, satu saja ada lansia positif corona. Bisa ketularan semuanya,” tuturnya.

Untuk itu, mereka sangat menjaga para lansia dari paparan virus corona. Surya menyampaikan, selain memperketat pengamanan, jajarannya juga selalu menjaga daya tahan tubuh pasien. “Mereka rutin berjemur dan minum vitamin c, agar daya tahan tubuhnya terjaga,” ucapnya.

Dia berharap, virus corona bisa berakhir supaya aktivitas di panti dapat normal kembali. “Karena kasihan para petugas. Ada banyak tugas yang harus dilakukan dan banyak lansia yang diurus,” paparnya.

Diungkapkannya, di PSTW Budi Sejahtera, setiap petugas harus merawat tujuh hingga delapan pasien. Hal itu, tentu tidak mudah. “Kalau para petugas tidak punya rasa sayang dengan lansia, mungkin mereka tidak sanggup merawat lansia di sini,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/