alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

29 Orang yang Kontak dengan Positif Kedua Banjarbaru

BANJARBARU – Tim Gugus Tugas Pencegahan, Pengendalian & Penanggulangan (GTPPP) Covid-19 memastikan, pasien kedua positif Covid-19 asal Banjarbaru pernah kontak langsung dengan 29 orang.

Jubir GTPPP Covid-19 Banjarbaru, Rizana Mirza dalam video konferensi pers kemarin (16/4) siang menjelaskan kondisi 29 orang ini dalam keadaan baik. Pihaknya pun terus melakukan komunikasi dan pemantauan.

“Sementara kita karantina mandiri, tenaga medis dan surveilans kita juga terus memantau. Kami juga berkoordinasi dengan pimpinan mereka agar membantu melakukan pengawasan untuk 29 orang ini tidak keluar rumah,” terang Kadinkes Banjarbaru ini.

Rupanya, 29 orang yang pernah kontak langsung ini terang Mirza berada dalam satu lingkungan kerja. Sebagaimana diwartakan lalu, pasien positif kedua asal Banjarbaru ini diketahui bekerja di lingkungan bandara Syamsudin Noor. Ia terpapar virus menular ini usai datang dari daerah terpapar.

“Iya mereka ini dalam satu kelompok atau lingkungan kerja. Kita juga meminta pimpinan mereka bisa membantu karantina mandiri, untuk turut memastikan tidak keluar,” jelasnya.

Lalu, masih dengan kelompok ODP (Orang Dalam Pemantauan) di Banjarbaru, 24 orang yang sebelumnya menunjukkan hasil reaktif dari rapid test.

Menurut Mirza mereka telah diambil swab pada Senin (15/5). Hasil ini akan keluar dalam 3-4 hari ke depan.

“Alhamdulillah, 24 orang ini ini juga dalam kondisi baik. 22 orang dikarantina di Ambulung dan 2 orang lagi yang karantina mandiri,” konfirmasinya.

Pemeriksaan hasil swab ini akan dilakukan dengan metode PCR (polymerase chain reaction) di Laboratorium Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru.

Dalam pengambilan swab kemarin, tim Gugus Tugas kata Mirza dibantu oleh tim BBTKLPP dan juga dari Dinkes Provinsi Kalsel. Mengingat, pengambilan spesimen sampel lendir hidung dan tenggorokan ini harus dilakukan secara hati-hati.

“Pengambilan swabnya berjalan lancar. Kita juga dibantu sekaligus dipantau langsung oleh dokter-dokter yang ahli, jadi kita sekarang menunggu hasil tesnya keluar. Semoga negatif,” tandasnya. (rvn/bin/ema)

BANJARBARU – Tim Gugus Tugas Pencegahan, Pengendalian & Penanggulangan (GTPPP) Covid-19 memastikan, pasien kedua positif Covid-19 asal Banjarbaru pernah kontak langsung dengan 29 orang.

Jubir GTPPP Covid-19 Banjarbaru, Rizana Mirza dalam video konferensi pers kemarin (16/4) siang menjelaskan kondisi 29 orang ini dalam keadaan baik. Pihaknya pun terus melakukan komunikasi dan pemantauan.

“Sementara kita karantina mandiri, tenaga medis dan surveilans kita juga terus memantau. Kami juga berkoordinasi dengan pimpinan mereka agar membantu melakukan pengawasan untuk 29 orang ini tidak keluar rumah,” terang Kadinkes Banjarbaru ini.

Rupanya, 29 orang yang pernah kontak langsung ini terang Mirza berada dalam satu lingkungan kerja. Sebagaimana diwartakan lalu, pasien positif kedua asal Banjarbaru ini diketahui bekerja di lingkungan bandara Syamsudin Noor. Ia terpapar virus menular ini usai datang dari daerah terpapar.

“Iya mereka ini dalam satu kelompok atau lingkungan kerja. Kita juga meminta pimpinan mereka bisa membantu karantina mandiri, untuk turut memastikan tidak keluar,” jelasnya.

Lalu, masih dengan kelompok ODP (Orang Dalam Pemantauan) di Banjarbaru, 24 orang yang sebelumnya menunjukkan hasil reaktif dari rapid test.

Menurut Mirza mereka telah diambil swab pada Senin (15/5). Hasil ini akan keluar dalam 3-4 hari ke depan.

“Alhamdulillah, 24 orang ini ini juga dalam kondisi baik. 22 orang dikarantina di Ambulung dan 2 orang lagi yang karantina mandiri,” konfirmasinya.

Pemeriksaan hasil swab ini akan dilakukan dengan metode PCR (polymerase chain reaction) di Laboratorium Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru.

Dalam pengambilan swab kemarin, tim Gugus Tugas kata Mirza dibantu oleh tim BBTKLPP dan juga dari Dinkes Provinsi Kalsel. Mengingat, pengambilan spesimen sampel lendir hidung dan tenggorokan ini harus dilakukan secara hati-hati.

“Pengambilan swabnya berjalan lancar. Kita juga dibantu sekaligus dipantau langsung oleh dokter-dokter yang ahli, jadi kita sekarang menunggu hasil tesnya keluar. Semoga negatif,” tandasnya. (rvn/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/