alexametrics
34.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 24 May 2022

Di Kalsel, Rapid Test Baru Terpakai 1.341

Pemerintah terus melakukan uji cepat kepada orang-orang yang diduga terpapar virus corona. Hingga kemarin, Gugus Tugas Covid-19 Kalsel Upaya penanganan penularan Covid-19 di Kalsel melalui rapid test sudah diujikan kepada 1.341 orang. Angka ini terus bertambah jika dibandingkan Selasa (14/4) tadi yang hanya 1.159 orang.

Dari jumlah yang sudah diperiksa tersebut, ada sebanyak 163 orang imun tubuhnya yang bereaksi (reaktif). “Kami masih terus menunggu laporan dari kabupaten kota yang melakukan langsung pemeriksaan,” ujar juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kalsel, M Muslim kemarin. 

Untuk diketahui, Kalsel mendapat bantuan rapid test dari pemerintah pusat sebanyak 2.400. Dan kemudian ditambahkan 4.200 kit lagi. Jika laporannya hanya sebanyak 1.341 yang masuk. Boleh dikatakan pelaksanaannya terkesan lamban. Padahal, melalui tes ini, sangat besar peluangnya memutus mata rantai penularan Covid-19.

Bagi yang hasilnya reaktif dan memiliki gejalan klinis, bisa langsung dilakukan penanganan maksimal dengan cara isolasi di rumah sakit sebelum menulari ke orang lain. “Upaya tracking terus dilakukan. Kawan-kawan di daerah terus berupaya,” kata Muslim.(mof/ran/ema)

Pemerintah terus melakukan uji cepat kepada orang-orang yang diduga terpapar virus corona. Hingga kemarin, Gugus Tugas Covid-19 Kalsel Upaya penanganan penularan Covid-19 di Kalsel melalui rapid test sudah diujikan kepada 1.341 orang. Angka ini terus bertambah jika dibandingkan Selasa (14/4) tadi yang hanya 1.159 orang.

Dari jumlah yang sudah diperiksa tersebut, ada sebanyak 163 orang imun tubuhnya yang bereaksi (reaktif). “Kami masih terus menunggu laporan dari kabupaten kota yang melakukan langsung pemeriksaan,” ujar juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kalsel, M Muslim kemarin. 

Untuk diketahui, Kalsel mendapat bantuan rapid test dari pemerintah pusat sebanyak 2.400. Dan kemudian ditambahkan 4.200 kit lagi. Jika laporannya hanya sebanyak 1.341 yang masuk. Boleh dikatakan pelaksanaannya terkesan lamban. Padahal, melalui tes ini, sangat besar peluangnya memutus mata rantai penularan Covid-19.

Bagi yang hasilnya reaktif dan memiliki gejalan klinis, bisa langsung dilakukan penanganan maksimal dengan cara isolasi di rumah sakit sebelum menulari ke orang lain. “Upaya tracking terus dilakukan. Kawan-kawan di daerah terus berupaya,” kata Muslim.(mof/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/