alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Wajib belajar di Rumah, Pelajar Keluyuran Harus Disanksi

BANJARMASIN – Sekalipun aktivitas di sekolah ditiadakan, siswa tetap wajib belajar di rumah. Via online atau tayangan televisi. Tapi sayang, arahan itu tak berjalan maksimal.

Buktinya masih ada saja pelajar kedapatan berkerumun. Lebih tak elok, ada yang kedapatan melakukan aksi negatif. Seperti tawuran hingga balap liar.

Karena itu, Komisi IV DPRD Banjarmasin meminta pemko memperkatat pengawasan. Agar tak ada lagi pelajar yang nongkrong, apalagi pada malam hari.

“Dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Satpol PP harus bekerjasama. Agar pelajar-pelajar ini terawasi dengan maksimal,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin, Hilyah Aulia.

Apalagi, Wali Kota Banjarmasin sudah mengeluarkan edaran terbaru. Memperpanjang masa karantina pelajar. Artinya, mereka harus tetap belajar di rumah.

“Disdik kalau bisa mengeluarkan surat edaran juga. Isinya memberikan sanksi tegas kepada pelajar yang keluyuran, apalagi sampai kedapatan melakukan hal negatif,” saran politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Intinya, pengawasan harus diperketat. Selain itu, buat aturan tegas. Sehingga pelajar tak abai. Karena tujuan utama merumahkan siswa ini demi mencegah meluasnya penularan COVID-19.

Hilyah juga mengimbau para guru dan orang tua. Agar bekerjasama dalam pengawal program belajar di rumah. Dengan begitu, aktivitas siswa benar-benar terarah.

“Menurut saya, ini wajib dilakukan. Karena untuk sementara waktu mereka tidak belajar di sekolah,” ucapnya.

Terlepas dari itu, ia menyadari bahwa belajar di rumah tak seefektif di sekolah. Tapi apa boleh buat. Toh tak ada pilihan lain. Yang terpenting siswa tetap menerima pendidikan melalui platform apapun.

“Pola belajar anak-anak ini harus benar-benar dikawal. Karena belajar di rumah berbeda dengan di sekolah,” pungkasnya. (nur/fud/ema)

BANJARMASIN – Sekalipun aktivitas di sekolah ditiadakan, siswa tetap wajib belajar di rumah. Via online atau tayangan televisi. Tapi sayang, arahan itu tak berjalan maksimal.

Buktinya masih ada saja pelajar kedapatan berkerumun. Lebih tak elok, ada yang kedapatan melakukan aksi negatif. Seperti tawuran hingga balap liar.

Karena itu, Komisi IV DPRD Banjarmasin meminta pemko memperkatat pengawasan. Agar tak ada lagi pelajar yang nongkrong, apalagi pada malam hari.

“Dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Satpol PP harus bekerjasama. Agar pelajar-pelajar ini terawasi dengan maksimal,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin, Hilyah Aulia.

Apalagi, Wali Kota Banjarmasin sudah mengeluarkan edaran terbaru. Memperpanjang masa karantina pelajar. Artinya, mereka harus tetap belajar di rumah.

“Disdik kalau bisa mengeluarkan surat edaran juga. Isinya memberikan sanksi tegas kepada pelajar yang keluyuran, apalagi sampai kedapatan melakukan hal negatif,” saran politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Intinya, pengawasan harus diperketat. Selain itu, buat aturan tegas. Sehingga pelajar tak abai. Karena tujuan utama merumahkan siswa ini demi mencegah meluasnya penularan COVID-19.

Hilyah juga mengimbau para guru dan orang tua. Agar bekerjasama dalam pengawal program belajar di rumah. Dengan begitu, aktivitas siswa benar-benar terarah.

“Menurut saya, ini wajib dilakukan. Karena untuk sementara waktu mereka tidak belajar di sekolah,” ucapnya.

Terlepas dari itu, ia menyadari bahwa belajar di rumah tak seefektif di sekolah. Tapi apa boleh buat. Toh tak ada pilihan lain. Yang terpenting siswa tetap menerima pendidikan melalui platform apapun.

“Pola belajar anak-anak ini harus benar-benar dikawal. Karena belajar di rumah berbeda dengan di sekolah,” pungkasnya. (nur/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/