alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Napi Bebas Jangan Berulah

BANJARMASIN – Peringatan keras bagi narapidana yang menikmati pembebasan bersyarat dari Lapas Teluk Dalam.

Kesempatan langka ini muncul di tengah upaya menghentikan penyebaran virus corona. Maka sebaiknya jangan disia-siakan.

Jika kambuh, kembali menempuh aksi kejahatan, polisi takkan sungkan bertindak tegas.

Peringatan itu disampaikan Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Rachmat Hendrawan, kemarin (15/4). “Jika mereka berulah melakukan kejahatan, maka sudah jelas, kami akan bertindak tegas,” ujarnya.

Menurut mantan Dansat Brimob Polda Kalsel ini, keringanan yang diberikan Kementerian Hukum dan HAM hanya kepada napi terpilih. Semestinya, dipergunakan untuk bertobat dan membaur dengan masyarakat.

“Kesempatan ini jangan disia-siakan. Jangan malah pas keluar menjadi lebih buruk,” jelasnya.

Masyarakat, pemerintah dan aparat sudah cukup pusing menghadapi wabah ini. Tidak perlu ditambah-tambah lagi dengan aksi kriminal.

Diakuinya, selama pandemi, angka kejahatan di Banjarmasin menurun. Sebelum wabah, ada saja laporan yang masuk. “Penurunan angka kejahatan antara 20 sampai 25 persen. Biasanya sehari tujuh laporan, sekarang tiga atau lima saja,” tutupnya. (lan/fud)

BANJARMASIN – Peringatan keras bagi narapidana yang menikmati pembebasan bersyarat dari Lapas Teluk Dalam.

Kesempatan langka ini muncul di tengah upaya menghentikan penyebaran virus corona. Maka sebaiknya jangan disia-siakan.

Jika kambuh, kembali menempuh aksi kejahatan, polisi takkan sungkan bertindak tegas.

Peringatan itu disampaikan Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Rachmat Hendrawan, kemarin (15/4). “Jika mereka berulah melakukan kejahatan, maka sudah jelas, kami akan bertindak tegas,” ujarnya.

Menurut mantan Dansat Brimob Polda Kalsel ini, keringanan yang diberikan Kementerian Hukum dan HAM hanya kepada napi terpilih. Semestinya, dipergunakan untuk bertobat dan membaur dengan masyarakat.

“Kesempatan ini jangan disia-siakan. Jangan malah pas keluar menjadi lebih buruk,” jelasnya.

Masyarakat, pemerintah dan aparat sudah cukup pusing menghadapi wabah ini. Tidak perlu ditambah-tambah lagi dengan aksi kriminal.

Diakuinya, selama pandemi, angka kejahatan di Banjarmasin menurun. Sebelum wabah, ada saja laporan yang masuk. “Penurunan angka kejahatan antara 20 sampai 25 persen. Biasanya sehari tujuh laporan, sekarang tiga atau lima saja,” tutupnya. (lan/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

Pikap Tabrak Pohon, Sopir Terjepit

BPK adalah Aset Kota

Keluarga Sudah Ikhlas

Izin Kafe, Isi Karaoke

Dompet dan Handphone Sasaran Copet

/