alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Penularan Corona, Warung Jablai Masuk Objek Rentan

BANJARBARU – Kelurahan Landasan Ulin Selatan (Lautan) Liang Anggang Banjarbaru baru saja membentuk tim Gugus Tugas P3 Covid-19 di tingkat kelurahan. Tim ini terbentuk pada Senin (13/4).

Karena di level kelurahan, tim yang dipimpin oleh Lurah ini berfokus pada pendeteksian informasi seputar potensi penularan Covid-19 di masyarakat. Penjaringannya berawal di tingkat RT.

Lurah Lautan Banjarbaru, Adi Royan mengatakan tim ini terdiri dari pihak kelurahan, puskesmas, TNI-Polri serta unsur warga. Baik ketua RT, RW maupun tokoh masyarakat setempat. Di awal-awal pun, pendanaan gugus tugas ini diklaimnya masih swadaya.

Adi mengatakan pembentukan tim ini usai ada instruksi Walikota. Bahwa gugus tugas juga harus ada di level kecamatan hingga kelurahan. Namun di Kecamatan Liang Anggang sendiri, kelurahan Lautan yang perdana membentuk.

“Secara khususnya tugas kita pencegahan, misalnya mencari informasi ke warga siapa saja yang datang ke wilayah sini, khususnya dari daerah terpapar. Tamu pun harus wajib lapor 1×24 jam kepada ketua RT,” ceritanya.

Karena melibatkan unsur petugas kesehatan, dalam hal ini puskesmas. Nanti ketika ada warga atau tamu yang terindikasi, maka tim gugus tugas dari tingkT RT akan melaporkan kepada kepala Puskesmas.

“Jadi kami yang di luar tenaga medis sifanya sebagai penggali informasi saja, misalnya ada di salah satu rumah warga, maka RT akan melaporkan ke kepala puskesmas untuk ditangani dan diperiksa sesuai prosedur,” ujarnya.

Kelurahan Lautan ternyata kata Adi terbilang punya tingkat kerawanan. Mengingat, dari pemetaan tim gugus tugas pihaknya, ada tiga objek yang punya tingkat risiko tertular tinggi.

Ketiga objek ini sebutnya seperti industri dan pergudangan, lalu usaha bansau kayu dan yang terakhir adalah aktivitas di warung remang-remang atau akrab disebut warung jablai di wilayah LIK.

“Baru saja kita terbitkan SK dari kelurahan, yang di antaranya bahwa ketiga objek ini harus melakukan upaya pencegahan sesuai protokol kesehatan. Mulai dari masker, cuci tangan, penyemprotan disinfeksitan termasuk untuk industri menerapkan absensi yang memuat keterangan suhu dari pengecekan thermo gun,” jelasnya.

Ketiga objek ini memang disebutnya punya aktivitas dan mobilitas yang tinggi. Karena pengguna objek ini tak hanya berdomisili di sekitarnya, melainkan sampai keluar provinsi.

“Misalnya bansau (galangan kayu) ini kan ada angkutan datang dari Kalteng dan Kaltim, nah ini kita minta truknya disemprot disinfektan. Juga warung jablai, kan pengunjungnya dari mana-mana,” ujarnya.

Maka dari itu, untuk khusus penanganan warung jablai. Tim gugus tugas tegasnya akan melakukan edukasi secara humanis. Dalam hal ini melibatkan ketua RT dan masyarakat di daerah sana.

“Soalnya jika ditutup maka akan mematikan perekonomian di sini. Jadi kita putuskan pendekatan yang humanis dulu, salah satunya ya lewat SK ini tadi,” tanggapnya.

Sementara itu, Sukardi, anggota DPRD Komisi 1 Dapil Liang Anggang yang terlibat dalam pembentukan gugus tugas ini mengatakan bahwa ia selaku di legislatif akan coba mengusulkan anggaran untuk gugus tugas di tingkat kelurahan ini.

“Nanti kami coba usulkan untuk ada anggarannya, misalnya lewat anggaran dinkes melalui puskesmas di sana. Soalnya memang sementara masih swadaya, tetapi sewaktu kita rapat pembentukan, Alhamdulillah masyarakat turut mendukung, termasuk ada yang mau jadi relawan,” kata legislator PKB ini.

Gugus tugas di level kelurahan kata Kardi memang penting di situasi sekarang. Sebab di kelurahan katanya informasi di masyarakat bisa cepat ditangkap dan ditindaklanjuti. Karena tidak ada birokrasi yang berlapis.

“Karena kan potensi penularan itu juga ada di masyarakat, apalagi di kelurahan Landasan Ulin Selatan ada tiga objek rentan. Nah makanya, kami akhirnya dengan cepat memutuskan membentuk, meskipun di tingkat kecamatan belum ada,” tambahnya. (rvn/bin/ema)

BANJARBARU – Kelurahan Landasan Ulin Selatan (Lautan) Liang Anggang Banjarbaru baru saja membentuk tim Gugus Tugas P3 Covid-19 di tingkat kelurahan. Tim ini terbentuk pada Senin (13/4).

Karena di level kelurahan, tim yang dipimpin oleh Lurah ini berfokus pada pendeteksian informasi seputar potensi penularan Covid-19 di masyarakat. Penjaringannya berawal di tingkat RT.

Lurah Lautan Banjarbaru, Adi Royan mengatakan tim ini terdiri dari pihak kelurahan, puskesmas, TNI-Polri serta unsur warga. Baik ketua RT, RW maupun tokoh masyarakat setempat. Di awal-awal pun, pendanaan gugus tugas ini diklaimnya masih swadaya.

Adi mengatakan pembentukan tim ini usai ada instruksi Walikota. Bahwa gugus tugas juga harus ada di level kecamatan hingga kelurahan. Namun di Kecamatan Liang Anggang sendiri, kelurahan Lautan yang perdana membentuk.

“Secara khususnya tugas kita pencegahan, misalnya mencari informasi ke warga siapa saja yang datang ke wilayah sini, khususnya dari daerah terpapar. Tamu pun harus wajib lapor 1×24 jam kepada ketua RT,” ceritanya.

Karena melibatkan unsur petugas kesehatan, dalam hal ini puskesmas. Nanti ketika ada warga atau tamu yang terindikasi, maka tim gugus tugas dari tingkT RT akan melaporkan kepada kepala Puskesmas.

“Jadi kami yang di luar tenaga medis sifanya sebagai penggali informasi saja, misalnya ada di salah satu rumah warga, maka RT akan melaporkan ke kepala puskesmas untuk ditangani dan diperiksa sesuai prosedur,” ujarnya.

Kelurahan Lautan ternyata kata Adi terbilang punya tingkat kerawanan. Mengingat, dari pemetaan tim gugus tugas pihaknya, ada tiga objek yang punya tingkat risiko tertular tinggi.

Ketiga objek ini sebutnya seperti industri dan pergudangan, lalu usaha bansau kayu dan yang terakhir adalah aktivitas di warung remang-remang atau akrab disebut warung jablai di wilayah LIK.

“Baru saja kita terbitkan SK dari kelurahan, yang di antaranya bahwa ketiga objek ini harus melakukan upaya pencegahan sesuai protokol kesehatan. Mulai dari masker, cuci tangan, penyemprotan disinfeksitan termasuk untuk industri menerapkan absensi yang memuat keterangan suhu dari pengecekan thermo gun,” jelasnya.

Ketiga objek ini memang disebutnya punya aktivitas dan mobilitas yang tinggi. Karena pengguna objek ini tak hanya berdomisili di sekitarnya, melainkan sampai keluar provinsi.

“Misalnya bansau (galangan kayu) ini kan ada angkutan datang dari Kalteng dan Kaltim, nah ini kita minta truknya disemprot disinfektan. Juga warung jablai, kan pengunjungnya dari mana-mana,” ujarnya.

Maka dari itu, untuk khusus penanganan warung jablai. Tim gugus tugas tegasnya akan melakukan edukasi secara humanis. Dalam hal ini melibatkan ketua RT dan masyarakat di daerah sana.

“Soalnya jika ditutup maka akan mematikan perekonomian di sini. Jadi kita putuskan pendekatan yang humanis dulu, salah satunya ya lewat SK ini tadi,” tanggapnya.

Sementara itu, Sukardi, anggota DPRD Komisi 1 Dapil Liang Anggang yang terlibat dalam pembentukan gugus tugas ini mengatakan bahwa ia selaku di legislatif akan coba mengusulkan anggaran untuk gugus tugas di tingkat kelurahan ini.

“Nanti kami coba usulkan untuk ada anggarannya, misalnya lewat anggaran dinkes melalui puskesmas di sana. Soalnya memang sementara masih swadaya, tetapi sewaktu kita rapat pembentukan, Alhamdulillah masyarakat turut mendukung, termasuk ada yang mau jadi relawan,” kata legislator PKB ini.

Gugus tugas di level kelurahan kata Kardi memang penting di situasi sekarang. Sebab di kelurahan katanya informasi di masyarakat bisa cepat ditangkap dan ditindaklanjuti. Karena tidak ada birokrasi yang berlapis.

“Karena kan potensi penularan itu juga ada di masyarakat, apalagi di kelurahan Landasan Ulin Selatan ada tiga objek rentan. Nah makanya, kami akhirnya dengan cepat memutuskan membentuk, meskipun di tingkat kecamatan belum ada,” tambahnya. (rvn/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/