alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Di Kotabaru, Lima Orang Terindikasi Corona

KOTABARU – Tiada pilihan selain berdoa. Menyusul lima orang cluster Gowa dinyatakan reaktif setelah dites menggunakan alat rapid test. “Sama-sama berdoa. Semoga hasilnya negatif,” kata Sekda Said Akhmad, Senin (13/4) kemarin.

Said mengatakan, dua hari terakhir, Pemkab Kotabaru melakukan rapid test kepada 68 orang warga Kotabaru, yang belum lama tadi ikut acara tabligh di Gowa, Sulsel. Hasilnya, lima orang dinyatakan reaktif atau terindikasi Covid-19.

Dari lima orang itu, tiga di antaranya berasal dari Desa Hilir. Dan sisanya dari Desa Sarangtiung. Dua-duanya masuk Kecamatan Pulau Laut Sigam. Desa Hilir hanya berjarak sekitar 3 kilometer dari pusat kota.

Ke lima orang warga itu, sudah dirawat di RSUD Jaya Sumitra Kotabaru. “Rencana malam ini kita pindah ke ruang isolasi yang di Stagen,” ungkap Sekda.

Sampel lima warga, akunya, sudah dikirim ke laboratorium. “Jumat ke luar hasilnya. Sama-sama kita berdoa. Kalau positif, otomatis kita akan periksa keluarga dan orang-orang sekitarnya.”

Keterangan resmi itu sebenarnya telat dikeluarkan pemerintah. Informasi itu sudah ribut di masyarakat sejak, Minggu (12/4) malam. Opini liar terus terbentuk hingga sore kemarin, karena pemerintah tidak juga mengeluarkan keterangan resmi.

“Lain kali, pemerintah harus cepat. Zaman sekarang tidak ada informasi bisa diredam. Alangkah baiknya coba pemerintah cepat. Sehingga publik tidak bertanya,” kata Sapar warga Kotabaru.

Sementara itu, Plt Kadinkes Kotabaru Ernawati menjelaskan. Dari 131 orang cluster Gowa, baru 68 yang diperiksa dengan rapid test. “Sisa alat sekitar 27 lagi. Malam ini kita tes yang lainnya,” ujar Erna.

Saat ini, tambah Erna, Pemkab Kotabaru sudah memesan 4.000 alat tes ke luar negeri. Dengan anggaran sekitar Rp600 juta. Diambil dari alokasi anggaran Covid-19 yang berjumlah total Rp10,2 M. “Katanya prosesnya sekitar 14 harian sampai di Kotabaru alatnya,” tambah Erna.

Pada hari yang sama, Pemkab Kotabaru bersama TNI Polri gotong-royong membersihkan rumah sakit besar yang mangkrak di Stagen. Rumah sakit yang belum difungsikan itu disulap jadi ruang isolasi.

Ada tiga bangunan besar. Jika semua difungsikan, puluhan, hingga lebih seratus orang bisa ditampung di sana. Jaraknya sekitar 10 kilometer dari pusat kota.

Awalnya, pemerintah ingin ruang isolasi di Rusunawa dekat Desa Rampa. Sekitar dua kilometer dari pusat kota. Namun warga di kawasan padat penduduk itu menolak. (zal/ran/ema)

KOTABARU – Tiada pilihan selain berdoa. Menyusul lima orang cluster Gowa dinyatakan reaktif setelah dites menggunakan alat rapid test. “Sama-sama berdoa. Semoga hasilnya negatif,” kata Sekda Said Akhmad, Senin (13/4) kemarin.

Said mengatakan, dua hari terakhir, Pemkab Kotabaru melakukan rapid test kepada 68 orang warga Kotabaru, yang belum lama tadi ikut acara tabligh di Gowa, Sulsel. Hasilnya, lima orang dinyatakan reaktif atau terindikasi Covid-19.

Dari lima orang itu, tiga di antaranya berasal dari Desa Hilir. Dan sisanya dari Desa Sarangtiung. Dua-duanya masuk Kecamatan Pulau Laut Sigam. Desa Hilir hanya berjarak sekitar 3 kilometer dari pusat kota.

Ke lima orang warga itu, sudah dirawat di RSUD Jaya Sumitra Kotabaru. “Rencana malam ini kita pindah ke ruang isolasi yang di Stagen,” ungkap Sekda.

Sampel lima warga, akunya, sudah dikirim ke laboratorium. “Jumat ke luar hasilnya. Sama-sama kita berdoa. Kalau positif, otomatis kita akan periksa keluarga dan orang-orang sekitarnya.”

Keterangan resmi itu sebenarnya telat dikeluarkan pemerintah. Informasi itu sudah ribut di masyarakat sejak, Minggu (12/4) malam. Opini liar terus terbentuk hingga sore kemarin, karena pemerintah tidak juga mengeluarkan keterangan resmi.

“Lain kali, pemerintah harus cepat. Zaman sekarang tidak ada informasi bisa diredam. Alangkah baiknya coba pemerintah cepat. Sehingga publik tidak bertanya,” kata Sapar warga Kotabaru.

Sementara itu, Plt Kadinkes Kotabaru Ernawati menjelaskan. Dari 131 orang cluster Gowa, baru 68 yang diperiksa dengan rapid test. “Sisa alat sekitar 27 lagi. Malam ini kita tes yang lainnya,” ujar Erna.

Saat ini, tambah Erna, Pemkab Kotabaru sudah memesan 4.000 alat tes ke luar negeri. Dengan anggaran sekitar Rp600 juta. Diambil dari alokasi anggaran Covid-19 yang berjumlah total Rp10,2 M. “Katanya prosesnya sekitar 14 harian sampai di Kotabaru alatnya,” tambah Erna.

Pada hari yang sama, Pemkab Kotabaru bersama TNI Polri gotong-royong membersihkan rumah sakit besar yang mangkrak di Stagen. Rumah sakit yang belum difungsikan itu disulap jadi ruang isolasi.

Ada tiga bangunan besar. Jika semua difungsikan, puluhan, hingga lebih seratus orang bisa ditampung di sana. Jaraknya sekitar 10 kilometer dari pusat kota.

Awalnya, pemerintah ingin ruang isolasi di Rusunawa dekat Desa Rampa. Sekitar dua kilometer dari pusat kota. Namun warga di kawasan padat penduduk itu menolak. (zal/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/