alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

Meninggal Mendadak lalu Dievakuasi dengan APD Lengkap, Polres Batola: Tunggu Pemeriksaan Dokter

MARABAHAN – Dievakuasi menggunakan APD lengkap, Minggu (12/4) sekitar pukul 10.30 Wita di perairan Sungai Barito, penyebab kematian satu anak buah kapal (ABK) tugboat Fordeco 63 masih menunggu pemeriksaan dokter.

Kabar kematian ABK Fahmi Indratol saat berada perairan dekat dengan Jembatan Barito dibenarkan Kapolres Batola, AKBP Bagus Suseno, melalui Kasat Polair AKP Dading Kalbu Adie, Senin (13/4).

Saat ini, menurut Dading, jenazah yang bersangkutan masih berada di RSUD Ulin Banjarmasin. “Rencana keluarga dari Surabaya akan tiba,” ujarnya sembari mengatakan korban akan dikebumikan di Banjarmasin.

Ditanya apakah korban Covid-19, Dading mengaku tidak bisa memastikan. Pihaknya masih menunggu pemeriksaan dokter. “Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dokter,” ujarnya sembari mengatakan berdasarkan rekam medis korban pada tahun 2019, mengidap penyakit jantung.

Sementara itu, berkaitan dengan evakuasi korban menggunakan APD lengkap, dikarenakan situasi saat ini. Pihaknya tidak ingin mengambil risiko. Sehingga penanganan dilakukan secara protokoler Covid-19. “APD lengkap dikarenakan info awal korban ada gejala sesak nafas,” ungkapnya.

Dading menceritakan, warga Surabaya yang meninggal mendadak ini ditemukan pertama kali oleh Taufik Hidayah, juru mudi tugboat. Ia mendapati korban tergeletak di atas ranjang. “Ditemukan saudara Taufik saat melakukan survei di kamar kapal,” ucapnya. (bar/ema)

MARABAHAN – Dievakuasi menggunakan APD lengkap, Minggu (12/4) sekitar pukul 10.30 Wita di perairan Sungai Barito, penyebab kematian satu anak buah kapal (ABK) tugboat Fordeco 63 masih menunggu pemeriksaan dokter.

Kabar kematian ABK Fahmi Indratol saat berada perairan dekat dengan Jembatan Barito dibenarkan Kapolres Batola, AKBP Bagus Suseno, melalui Kasat Polair AKP Dading Kalbu Adie, Senin (13/4).

Saat ini, menurut Dading, jenazah yang bersangkutan masih berada di RSUD Ulin Banjarmasin. “Rencana keluarga dari Surabaya akan tiba,” ujarnya sembari mengatakan korban akan dikebumikan di Banjarmasin.

Ditanya apakah korban Covid-19, Dading mengaku tidak bisa memastikan. Pihaknya masih menunggu pemeriksaan dokter. “Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dokter,” ujarnya sembari mengatakan berdasarkan rekam medis korban pada tahun 2019, mengidap penyakit jantung.

Sementara itu, berkaitan dengan evakuasi korban menggunakan APD lengkap, dikarenakan situasi saat ini. Pihaknya tidak ingin mengambil risiko. Sehingga penanganan dilakukan secara protokoler Covid-19. “APD lengkap dikarenakan info awal korban ada gejala sesak nafas,” ungkapnya.

Dading menceritakan, warga Surabaya yang meninggal mendadak ini ditemukan pertama kali oleh Taufik Hidayah, juru mudi tugboat. Ia mendapati korban tergeletak di atas ranjang. “Ditemukan saudara Taufik saat melakukan survei di kamar kapal,” ucapnya. (bar/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/