alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Kamis, 19 Mei 2022

Kemenag Siapkan Manasik Haji Daring

BANJARBARU – Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama saat ini sedang mempersiapkan pemberian materi manasik haji secara daring. Hal itu dilakukan, guna mencegah penyebaran virus corona.

Dirjen PHU Kemenag, Nizar Ali, mengatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan beberapa opsi dalam pemberian materi manasik dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19 yang bisa dilakukan jemaah haji dan pembimbing ibadah haji dari Kemenag. “Antara lain adalah pemberian materi manasik melalui online,” katanya dalam keterangan resminya, Sabtu (11/4).

Nizar menyampaikan, Kemenag mengambil opsi itu karena saat ini tak diperbolehkan adanya kerumunan dalam skala besar imbas dari penyebaran virus corona di Indonesia. “Terlebih lagi, beberapa daerah sudah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),” ucapnya.

Dia pun meminta agar para pembimbing haji yang berasal dari Kantor Kemenag dan KUA meningkatkan kemampuan menggunakan teknologi informasi. “Kemenag saat ini tengah menyiapkan materi bimbingan manasik berbasis audio visual. Materi ini nantinya akan bisa diunduh di laman haji.kemenag.go.id ataupun kemenag.go.id,” ujarnya.

Tak hanya itu, Nizar meminta jajarannya untuk melakukan sosialisasi kebijakan Kemenag terkait materi manasik online ini kepada para calon jemaah haji. Di mana, nantinya Kemenag akan mengirimkan buku manasik, serta pemberian materi persiapannya melalui berbagai media massa.

“Kita nanti akan siapkan bentuk manasik audio visual, dan videonya bisa didownload di web kemudian nanti videonya bisa dilihat di rumah,” kata dia.

Sementara itu, saat ditanya terkait adanya rencana pemberian materi manasik haji secara daring, Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Noor Fahmi mengaku masih menunggu arahan dari pusat. “Sampai sekarang belum ada arahan,” ujarnya.

Para calon jemaah haji sendiri saat ini tetap antusias melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH), meski di tengah ketidakpastian pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Berdasarkan data Kanwil Kemenag Kalsel, higga Kamis (9/4) tadi, calon jemaah haji asal Kalsel yang melakukan pelunasan sudah mencapai 2.963 orang. Itu artinya hanya tersisa 855 orang yang belum lunas, dari jumlah kuota Kalsel sebanyak 3.818 jemaah.

“Iya, sejak dibuka pelunasan tahap pertama 19 Maret lalu, hampir 3.000 jemaah yang melakukan pelunasan,” terang Noor Fahmi.

Jika dilihat per daerah, yang paling antusiasme melakukan pelunasan BPIH adalah para jemaah asal Kota Banjarmasin. Dari Kuota 691, sudah lunas 515 calon jemaah. Disusul Kabupaten Banjar, sudah lunas 334 orang dari kuota 390 jemaah.

Pelunasan BPIH tahap pertama sendiri, sempat diundur jadwalnya. Sedianya ditutup 17 April. Namun, Kementerian Agama memperpanjang sampai 30 April mendatang. “Kami juga masih menunggu kepastian, apakah tahun ini pelaksanaan ibadah haji tetap dilaksanakan atau tidak,” tukas Fahmi.

Untuk diketahui, meski pelunasan dilakukan di bank penerima setoran (BPS) awal setoran calon jemaah haji, Kemenag juga mengimbau calon jemaah melakukan pelunasan secara online. Demi menghindari penularan Covid-19.

Sesuai Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 6 Tahun 2020, BPIH tahun ini nilainya ditetapkan sebesar Rp36.927.602. Nilai ini lebih sedikit jika dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp37.885.084. “Ada penurunan hampir Rp1 juta. Tepatnya Rp957.482,” terang Fahmi.

Lanjutnya, kuota haji reguler embarkasi Banjarmasin tahun ini mengalami pengurangan 13 orang. Dari yang sebelumnya 3.831, menjadi 3.818 orang. “Memang ada pengurangan secara nasional. Jatah Indonesia yang sebelumnya 221 ribu menjadi 203.020. Otomatis berdampak kuota masing-masing daerah,” tandasnya. (ris/ran/ema)

BANJARBARU – Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama saat ini sedang mempersiapkan pemberian materi manasik haji secara daring. Hal itu dilakukan, guna mencegah penyebaran virus corona.

Dirjen PHU Kemenag, Nizar Ali, mengatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan beberapa opsi dalam pemberian materi manasik dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19 yang bisa dilakukan jemaah haji dan pembimbing ibadah haji dari Kemenag. “Antara lain adalah pemberian materi manasik melalui online,” katanya dalam keterangan resminya, Sabtu (11/4).

Nizar menyampaikan, Kemenag mengambil opsi itu karena saat ini tak diperbolehkan adanya kerumunan dalam skala besar imbas dari penyebaran virus corona di Indonesia. “Terlebih lagi, beberapa daerah sudah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),” ucapnya.

Dia pun meminta agar para pembimbing haji yang berasal dari Kantor Kemenag dan KUA meningkatkan kemampuan menggunakan teknologi informasi. “Kemenag saat ini tengah menyiapkan materi bimbingan manasik berbasis audio visual. Materi ini nantinya akan bisa diunduh di laman haji.kemenag.go.id ataupun kemenag.go.id,” ujarnya.

Tak hanya itu, Nizar meminta jajarannya untuk melakukan sosialisasi kebijakan Kemenag terkait materi manasik online ini kepada para calon jemaah haji. Di mana, nantinya Kemenag akan mengirimkan buku manasik, serta pemberian materi persiapannya melalui berbagai media massa.

“Kita nanti akan siapkan bentuk manasik audio visual, dan videonya bisa didownload di web kemudian nanti videonya bisa dilihat di rumah,” kata dia.

Sementara itu, saat ditanya terkait adanya rencana pemberian materi manasik haji secara daring, Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Noor Fahmi mengaku masih menunggu arahan dari pusat. “Sampai sekarang belum ada arahan,” ujarnya.

Para calon jemaah haji sendiri saat ini tetap antusias melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH), meski di tengah ketidakpastian pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Berdasarkan data Kanwil Kemenag Kalsel, higga Kamis (9/4) tadi, calon jemaah haji asal Kalsel yang melakukan pelunasan sudah mencapai 2.963 orang. Itu artinya hanya tersisa 855 orang yang belum lunas, dari jumlah kuota Kalsel sebanyak 3.818 jemaah.

“Iya, sejak dibuka pelunasan tahap pertama 19 Maret lalu, hampir 3.000 jemaah yang melakukan pelunasan,” terang Noor Fahmi.

Jika dilihat per daerah, yang paling antusiasme melakukan pelunasan BPIH adalah para jemaah asal Kota Banjarmasin. Dari Kuota 691, sudah lunas 515 calon jemaah. Disusul Kabupaten Banjar, sudah lunas 334 orang dari kuota 390 jemaah.

Pelunasan BPIH tahap pertama sendiri, sempat diundur jadwalnya. Sedianya ditutup 17 April. Namun, Kementerian Agama memperpanjang sampai 30 April mendatang. “Kami juga masih menunggu kepastian, apakah tahun ini pelaksanaan ibadah haji tetap dilaksanakan atau tidak,” tukas Fahmi.

Untuk diketahui, meski pelunasan dilakukan di bank penerima setoran (BPS) awal setoran calon jemaah haji, Kemenag juga mengimbau calon jemaah melakukan pelunasan secara online. Demi menghindari penularan Covid-19.

Sesuai Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 6 Tahun 2020, BPIH tahun ini nilainya ditetapkan sebesar Rp36.927.602. Nilai ini lebih sedikit jika dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp37.885.084. “Ada penurunan hampir Rp1 juta. Tepatnya Rp957.482,” terang Fahmi.

Lanjutnya, kuota haji reguler embarkasi Banjarmasin tahun ini mengalami pengurangan 13 orang. Dari yang sebelumnya 3.831, menjadi 3.818 orang. “Memang ada pengurangan secara nasional. Jatah Indonesia yang sebelumnya 221 ribu menjadi 203.020. Otomatis berdampak kuota masing-masing daerah,” tandasnya. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/