alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

Kotabaru Perketat Pemeriksaan

KOTABARU – Tanah Bumbu ditetapkan sebagai kawasan zona merah penularan Covid-10. Imbasnya, Kabupaten Kotabaru makin meningkatkan pemeriksaan di pintu masuk pelabuhan.

Bupati Kotabaru Sayed Jafar bahkan turun langsung memeriksa kualitas pemeriksaan orang di pelabuhan feri Tanjung Serdang Kecamatan Pulau Laut Utara, Jumat (10/4) sore. Semua orang yang masuk saat itu diperiksa suhu tubuhnya. “Tolong dipatuhi semua arahan. Jawab dengan jujur, supaya kita bisa maksimal,” kata Sayed Jafar.

Dari pantauan wartawan, ratusan orang diperiksa tiap hari di sana. Mereka yang panas badannya langsung didata. Data itu dikirim ke petugas kesehatan di dekat domisili orang yang dinyatakan ODP tersebut. “Kami juga dengar nanti ada puluhan orang dari daerah lain mau masuk. Pulang pesantren. Semua itu harus dipantau dengan maksimal,” pesan bupati kepada petugas di lapangan.

Kepala daerah ini membenarkan Kotabaru sangat luas. Pintu masuk paling rawan adalah jalur laut. Banyak pelabuhan di ujung-ujung kabupaten yang sulit dipantau. “Makanya kami sudah minta ke semua desa juga kecamatan, siapa pun yang masuk harus didata. Dari mana dia, dan semuanya,” tegasnya.

Pengetatan pintu masuk itu berdampak pada pengusaha jasa pelayaran. Andi Makmur, pengusaha feri di Stagen mengatakan pemasukannya menurun hingga 50 persen. “Sepi sekali sekarang,” ujarnya.

Jika biasa ferinya bekerja hingga pukul 01.00 dini hari, sekarang hanya sampai jam 21.00 malam. “Semoga ini cepat berlalu. Apapun yang disarankan pemerintah, kami akan ikuti,” ujarnya.

Dari pantauan wartawan, pelabuhan Tanjung Serdang dan Stagen memang menurun signifikan jumlah penumpangnya. Tidak seramai sebelum wabah corona.(zal/yn/dye)

KOTABARU – Tanah Bumbu ditetapkan sebagai kawasan zona merah penularan Covid-10. Imbasnya, Kabupaten Kotabaru makin meningkatkan pemeriksaan di pintu masuk pelabuhan.

Bupati Kotabaru Sayed Jafar bahkan turun langsung memeriksa kualitas pemeriksaan orang di pelabuhan feri Tanjung Serdang Kecamatan Pulau Laut Utara, Jumat (10/4) sore. Semua orang yang masuk saat itu diperiksa suhu tubuhnya. “Tolong dipatuhi semua arahan. Jawab dengan jujur, supaya kita bisa maksimal,” kata Sayed Jafar.

Dari pantauan wartawan, ratusan orang diperiksa tiap hari di sana. Mereka yang panas badannya langsung didata. Data itu dikirim ke petugas kesehatan di dekat domisili orang yang dinyatakan ODP tersebut. “Kami juga dengar nanti ada puluhan orang dari daerah lain mau masuk. Pulang pesantren. Semua itu harus dipantau dengan maksimal,” pesan bupati kepada petugas di lapangan.

Kepala daerah ini membenarkan Kotabaru sangat luas. Pintu masuk paling rawan adalah jalur laut. Banyak pelabuhan di ujung-ujung kabupaten yang sulit dipantau. “Makanya kami sudah minta ke semua desa juga kecamatan, siapa pun yang masuk harus didata. Dari mana dia, dan semuanya,” tegasnya.

Pengetatan pintu masuk itu berdampak pada pengusaha jasa pelayaran. Andi Makmur, pengusaha feri di Stagen mengatakan pemasukannya menurun hingga 50 persen. “Sepi sekali sekarang,” ujarnya.

Jika biasa ferinya bekerja hingga pukul 01.00 dini hari, sekarang hanya sampai jam 21.00 malam. “Semoga ini cepat berlalu. Apapun yang disarankan pemerintah, kami akan ikuti,” ujarnya.

Dari pantauan wartawan, pelabuhan Tanjung Serdang dan Stagen memang menurun signifikan jumlah penumpangnya. Tidak seramai sebelum wabah corona.(zal/yn/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

/