alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

Dua Kasus PDP Terdeteksi Secara Mandiri

BANJARBARU – Hingga Jumat (10/4) siang, jumlah PDP (Pasien Dalam Pengawasan) asal Banjarbaru berjumlah dua orang. Keduanya sekarang dalam isolasi dan perawatan di RS Anshari Saleh serta RSUD Ulin Banjarmasin.

Kedua PDP ini sendiri dipastikan oleh Pemko Banjarbaru merupakan warga berdomisili di Kota Idaman. Hanya saja, keduanya terdeteksi PDP bukan dari alur Gugus Tugas P3 Covid-19 Kota Banjarbaru. Melainkan karena inisiatif sendiri.

Dijelaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru, Rizana Mirza bahwa kasus tambahan PDP (kasus kedua) punya kemiripan dengan PDP pertama. Yakni, yang bersangkutan memeriksakan dirinya secara mandiri langsung ke Rumah Sakit bukan di Banjarbaru.

Sehingga karena hal ini, pihak Gugus Tugas di Banjarbaru klaimnya sempat tidak mengetahui bahwa ada kenaikan PDP asal Banjarbaru. Yang mana, Pemko baru mengetahui usai tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Kalsel mengumumkan perkembangan terbaru pandemi ini.

Diceritakan Mirza, bahwa PDP kedua awalnya secara mandiri berobat ke salah satu RS swasta di Kabupaten Banjar. Setelah dites, yang bersangkutan langsung dirujuk ke RSUD Ulin untuk dirawat dan isolasi karena berstatus sebagai PDP.

“Datanya sudah kami dapatkan ketika bertanya kepada pihak Provinsi. Jadi memang yang bersangkutan ini jalur PDP nya bukan dari kita. Sekarang sedang dirawat, kondisinya disebut dalam status tidak begitu parah,” ujar Mirza pada Kamis (9/4) siang.

Kasus PDP kedua ini tambah Mirza awalnya mengalami gejala yang erat dikaitkan dengan Covid-19. Seperti merasa sesak nafas, batuk dan demam. “Tetapi perawatannya sekarang ringan saja, kita berharap semoga tidak positif (Covid-19),” ujarnya.

Ditanya soal bagaimana kelanjutan perkembangan pendeteksian kluster Ijtima Ulama Asia 2020 di Gowa Sulawesi asal Banjarbaru. Mirza mengonfirmasi bahwa sekarang pihaknya telah mendapatkan data kluster ini.

Dari hasil deteksi yang dilakukan pihaknya. Saat ini, total jemaah asal Banjarbaru yang masuk kluster Gowa ini sebutnya berjumlah 27 orang. “Ada sekitar 27 orang, ini yang alamatnya jelas dan ada nomor teleponnya.”

Lalu, pada hari ini (Sabtu), kluster ini katanya sudah diagendakan bakal menjalani rapid test di Dinas Kesehatan Banjarbaru. Guna mendeteksi apakah kluster asal Banjarbaru ada yang terindikasi terpapar virus. Mengingat, kluster asal Gowa sejauh ini adalah salah satu kluster yang dideteksi ketat oleh pihak pemerintah provinsi Kalsel.

“Sabtu kita rapid test, mudah-mudahan tidak ada (positif Covid-19). Seharusnya kalau melihat waktunya sudah lewat 14 hari, tetapi tetap kita akan tes. Karena memang kluster ini yang termasuk dideteksi, akan bahaya jika ada yang OTG (Orang Tanpa Gejala). Tapi semoga negatif semua,” harapnya.

Saat ini, status dari kluster Gowa asal Banjarbaru tegas Mirza berstatus ODP (Orang Dalam Pemantauan). Sehingga, setelah terdeteksi, mereka terangnya telah melakukan isolasi mandiri. “Termasuk ODP Banjarbaru mereka. Untuk kondisinya dalam status isolasi mandiri, sejauh ini belum ada gejala. Semoga hasilnya negatif semua nanti,” pungkasnya. (rvn/al/ram)

BANJARBARU – Hingga Jumat (10/4) siang, jumlah PDP (Pasien Dalam Pengawasan) asal Banjarbaru berjumlah dua orang. Keduanya sekarang dalam isolasi dan perawatan di RS Anshari Saleh serta RSUD Ulin Banjarmasin.

Kedua PDP ini sendiri dipastikan oleh Pemko Banjarbaru merupakan warga berdomisili di Kota Idaman. Hanya saja, keduanya terdeteksi PDP bukan dari alur Gugus Tugas P3 Covid-19 Kota Banjarbaru. Melainkan karena inisiatif sendiri.

Dijelaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru, Rizana Mirza bahwa kasus tambahan PDP (kasus kedua) punya kemiripan dengan PDP pertama. Yakni, yang bersangkutan memeriksakan dirinya secara mandiri langsung ke Rumah Sakit bukan di Banjarbaru.

Sehingga karena hal ini, pihak Gugus Tugas di Banjarbaru klaimnya sempat tidak mengetahui bahwa ada kenaikan PDP asal Banjarbaru. Yang mana, Pemko baru mengetahui usai tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Kalsel mengumumkan perkembangan terbaru pandemi ini.

Diceritakan Mirza, bahwa PDP kedua awalnya secara mandiri berobat ke salah satu RS swasta di Kabupaten Banjar. Setelah dites, yang bersangkutan langsung dirujuk ke RSUD Ulin untuk dirawat dan isolasi karena berstatus sebagai PDP.

“Datanya sudah kami dapatkan ketika bertanya kepada pihak Provinsi. Jadi memang yang bersangkutan ini jalur PDP nya bukan dari kita. Sekarang sedang dirawat, kondisinya disebut dalam status tidak begitu parah,” ujar Mirza pada Kamis (9/4) siang.

Kasus PDP kedua ini tambah Mirza awalnya mengalami gejala yang erat dikaitkan dengan Covid-19. Seperti merasa sesak nafas, batuk dan demam. “Tetapi perawatannya sekarang ringan saja, kita berharap semoga tidak positif (Covid-19),” ujarnya.

Ditanya soal bagaimana kelanjutan perkembangan pendeteksian kluster Ijtima Ulama Asia 2020 di Gowa Sulawesi asal Banjarbaru. Mirza mengonfirmasi bahwa sekarang pihaknya telah mendapatkan data kluster ini.

Dari hasil deteksi yang dilakukan pihaknya. Saat ini, total jemaah asal Banjarbaru yang masuk kluster Gowa ini sebutnya berjumlah 27 orang. “Ada sekitar 27 orang, ini yang alamatnya jelas dan ada nomor teleponnya.”

Lalu, pada hari ini (Sabtu), kluster ini katanya sudah diagendakan bakal menjalani rapid test di Dinas Kesehatan Banjarbaru. Guna mendeteksi apakah kluster asal Banjarbaru ada yang terindikasi terpapar virus. Mengingat, kluster asal Gowa sejauh ini adalah salah satu kluster yang dideteksi ketat oleh pihak pemerintah provinsi Kalsel.

“Sabtu kita rapid test, mudah-mudahan tidak ada (positif Covid-19). Seharusnya kalau melihat waktunya sudah lewat 14 hari, tetapi tetap kita akan tes. Karena memang kluster ini yang termasuk dideteksi, akan bahaya jika ada yang OTG (Orang Tanpa Gejala). Tapi semoga negatif semua,” harapnya.

Saat ini, status dari kluster Gowa asal Banjarbaru tegas Mirza berstatus ODP (Orang Dalam Pemantauan). Sehingga, setelah terdeteksi, mereka terangnya telah melakukan isolasi mandiri. “Termasuk ODP Banjarbaru mereka. Untuk kondisinya dalam status isolasi mandiri, sejauh ini belum ada gejala. Semoga hasilnya negatif semua nanti,” pungkasnya. (rvn/al/ram)

Most Read

Artikel Terbaru

/