alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Bus Trans Banjarmasin Disetop, Angkot Jalan

BANJARMASIN – Dinas Perhubungan Banjarmasin terpaksa menghentikan sementara operasional Bus Trans Banjarmasin (BTB). Apalagi kalau bukan karena Covid-19.

Kepala Dishub Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik meyakini angkutan umum berpotensi besar menjadi tempat penularan virus. “Karena itu saya tarik. Sebab membahayakan anak buah saya juga,” ucapnya.

Tak seperti di Jakarta, BTB di kota ini sebenarnya belum populer di masyarakat. Yang naik terlampau sedikit. Maklum, baru beberapa bulan lalu diperkenalkan.

Tapi, Ichwan tak mau tahu soal itu. Ramai atau tidak, baginya tetap berbahaya. Ia enggan mengambil risiko. “Operasional bus kami hentikan selama dua pekan. Ke depan, kami lihat perkembangannya lagi,” katanya.

Ada enam unit BTB yang beroperasi di kota ini. Bus-bus itu biasanya sudah lalu-lalang sejak pukul 06.00 Wita hingga 19.00 Wita. Dalam setahun, pemko membebaskan tarif penumpang, alias gratis.

BTB beroperasi di dua koridor. Koridor satu ada Terminal Kilometer Enam, Jalan Pramuka, Veteran, Gatot Subroto, Ahmad Yani, dan Jalan Pangeran Antasari. Koridor dua ada Jalan Pangeran Antasari, Pangeran Samudera, Lambung Mangkurat, Siring Nol Kilometer, Keramaian, Tarakan, S Parman dan Kayu Tangi.

“Penumpangnya memang jarang ada. Jadi tidak terlalu berpengaruh jika operasionalnya sementara ini dihentikan,” ucap Plt Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Banjarmasin itu.

Lalu bagaimana dengan Angkutan Pelajar Ceria? Mengingat saat ini aktivitas sekolah ditiadakan. Dishub tak bisa berbuat banyak. Mereka tidak bisa melarang. Sebab angkutan tersebut milik masyarakat atau swasta. “Kami tidak berani melarang karena tidak berwenang. Kami hanya mengimbau agar mereka mematuhi aturan untuk menjaga agar tidak terjadi penularan saja,” tuturnya.

Dishub juga tak menghentikan transportasi umum di sungai. Mereka juga tidak menutup dermaga. Karena tak boleh dilakukan. “Padahal kapal yang datang dari daerah lain sebenarnya berbahaya juga,” tutupnya. (nur/dye/ema)

BANJARMASIN – Dinas Perhubungan Banjarmasin terpaksa menghentikan sementara operasional Bus Trans Banjarmasin (BTB). Apalagi kalau bukan karena Covid-19.

Kepala Dishub Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik meyakini angkutan umum berpotensi besar menjadi tempat penularan virus. “Karena itu saya tarik. Sebab membahayakan anak buah saya juga,” ucapnya.

Tak seperti di Jakarta, BTB di kota ini sebenarnya belum populer di masyarakat. Yang naik terlampau sedikit. Maklum, baru beberapa bulan lalu diperkenalkan.

Tapi, Ichwan tak mau tahu soal itu. Ramai atau tidak, baginya tetap berbahaya. Ia enggan mengambil risiko. “Operasional bus kami hentikan selama dua pekan. Ke depan, kami lihat perkembangannya lagi,” katanya.

Ada enam unit BTB yang beroperasi di kota ini. Bus-bus itu biasanya sudah lalu-lalang sejak pukul 06.00 Wita hingga 19.00 Wita. Dalam setahun, pemko membebaskan tarif penumpang, alias gratis.

BTB beroperasi di dua koridor. Koridor satu ada Terminal Kilometer Enam, Jalan Pramuka, Veteran, Gatot Subroto, Ahmad Yani, dan Jalan Pangeran Antasari. Koridor dua ada Jalan Pangeran Antasari, Pangeran Samudera, Lambung Mangkurat, Siring Nol Kilometer, Keramaian, Tarakan, S Parman dan Kayu Tangi.

“Penumpangnya memang jarang ada. Jadi tidak terlalu berpengaruh jika operasionalnya sementara ini dihentikan,” ucap Plt Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Banjarmasin itu.

Lalu bagaimana dengan Angkutan Pelajar Ceria? Mengingat saat ini aktivitas sekolah ditiadakan. Dishub tak bisa berbuat banyak. Mereka tidak bisa melarang. Sebab angkutan tersebut milik masyarakat atau swasta. “Kami tidak berani melarang karena tidak berwenang. Kami hanya mengimbau agar mereka mematuhi aturan untuk menjaga agar tidak terjadi penularan saja,” tuturnya.

Dishub juga tak menghentikan transportasi umum di sungai. Mereka juga tidak menutup dermaga. Karena tak boleh dilakukan. “Padahal kapal yang datang dari daerah lain sebenarnya berbahaya juga,” tutupnya. (nur/dye/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/