alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Saturday, 28 May 2022

Mahasiswa Tantang Dewan Potong Gaji

BANJARBARU – Enam Organisasi Kemasyarakatan Pemuda; PD KAMMI Banjarbaru, PC HMI Banjarbaru, PC PMII Banjarbaru, DPC GMNI Banjarbaru, PC IMM Banjarbaru dan PC KMHDI Banjarbaru, tergabung dalam Cipayung Plus Banjarbaru, memberikan tantangan kepada wakil rakyat di Kota Idaman.

Merelakan anggaran perjalanan dinas dan reses untuk penanganan Covid-19. “Kalau perlu memotong gajinya,” kata Yogik Irawan, Ketua PD KAMMI Banjarbaru mewakili rekan-rekannya.

Alasan Cipayung Plus Banjarbaru meminta dewan melakukan ini, karena menilai efek domino pandemi sudah mengancam warga yang berpenghasilan rendah. “Ekonomi rakyat babak belur,” ujar Yogik.

Sehingga menurutnya, wajar jika anggota DPRD peduli dengan kondisi ini. “Karena wakil rakyat adalah pelindung bagi rakyat itu sendiri,” tegasnya.

Tantangan untuk merelakan potong gaji, menurut Yogik dilontarkan untuk mengetahui, seberapa peduli anggota dewan terhadap keadaan masyarakat Banjarbaru.

Terpisah, Ketua DPRD Banjarbaru, Fadliansyah Akbar ketika dimintai tanggapan mengaku telah merapatkan hal ini. Yakni bersama para ketua Fraksi di Parlemen.

“Kami sudah rapat internal bersama ketua fraksi, terkait penanganan Covid-19 untuk membuat kebijakan. Kita akan mengalihkan anggaran perjalanan dinas untuk bantuan sosial,” kata Fadli.

Adapun, kesepakatan itu ujar Fadli memanen keputusan untuk menyisihkan 25 persen total anggaran perjalanan dinas keluar daerah tahun 2020 untuk membantu masyarakat terdampak. Hanya saja ketika ditanya berapa nominalnya, Fadli mengaku belum mengetahui secara detailnya.

“Jadi kami akan menyisihkan 25 persen. Ini sebagai bentuk kepedulian kami di DPRD untuk membantu menangani Covid-19 ini,” jabarnya.

Coba disinggung berapa estimasi total keseluruhan anggaran dinas keluar daerah di DPRD Banjarbaru tahun 2020 ini. Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Banjarbaru, Aida Yunani turut senada menanggapi hal ini. Bahwa masih dalam proses perhitungan.

“Kita berencana untuk mengundang tim TAPD untuk melakukan proses perhitungan. Termasuk juga membahas anggaran ini akan disalurkan dalam bentuk apa untuk penanganan Covid-19,” lengkap Aida.

Adapun, Fadliansyah ketika diminta tanggapan ihwal apakah ada wacana turut menyisihkan gaji anggota DPRD. Ia hanya menjawab normatif. Yang mana menurutnya bahwa gaji akan dikembalikan ke keputusan personal masing-masing.

“Yang jelas kesepakatan kita 25 persen itu dari anggaran perjalanan dinas. Kalau untuk soal gaji, itu kembali ke personal mereka (anggota DPRD) masing-masing,” tanggapnya. (rvn/bin/ema)

BANJARBARU – Enam Organisasi Kemasyarakatan Pemuda; PD KAMMI Banjarbaru, PC HMI Banjarbaru, PC PMII Banjarbaru, DPC GMNI Banjarbaru, PC IMM Banjarbaru dan PC KMHDI Banjarbaru, tergabung dalam Cipayung Plus Banjarbaru, memberikan tantangan kepada wakil rakyat di Kota Idaman.

Merelakan anggaran perjalanan dinas dan reses untuk penanganan Covid-19. “Kalau perlu memotong gajinya,” kata Yogik Irawan, Ketua PD KAMMI Banjarbaru mewakili rekan-rekannya.

Alasan Cipayung Plus Banjarbaru meminta dewan melakukan ini, karena menilai efek domino pandemi sudah mengancam warga yang berpenghasilan rendah. “Ekonomi rakyat babak belur,” ujar Yogik.

Sehingga menurutnya, wajar jika anggota DPRD peduli dengan kondisi ini. “Karena wakil rakyat adalah pelindung bagi rakyat itu sendiri,” tegasnya.

Tantangan untuk merelakan potong gaji, menurut Yogik dilontarkan untuk mengetahui, seberapa peduli anggota dewan terhadap keadaan masyarakat Banjarbaru.

Terpisah, Ketua DPRD Banjarbaru, Fadliansyah Akbar ketika dimintai tanggapan mengaku telah merapatkan hal ini. Yakni bersama para ketua Fraksi di Parlemen.

“Kami sudah rapat internal bersama ketua fraksi, terkait penanganan Covid-19 untuk membuat kebijakan. Kita akan mengalihkan anggaran perjalanan dinas untuk bantuan sosial,” kata Fadli.

Adapun, kesepakatan itu ujar Fadli memanen keputusan untuk menyisihkan 25 persen total anggaran perjalanan dinas keluar daerah tahun 2020 untuk membantu masyarakat terdampak. Hanya saja ketika ditanya berapa nominalnya, Fadli mengaku belum mengetahui secara detailnya.

“Jadi kami akan menyisihkan 25 persen. Ini sebagai bentuk kepedulian kami di DPRD untuk membantu menangani Covid-19 ini,” jabarnya.

Coba disinggung berapa estimasi total keseluruhan anggaran dinas keluar daerah di DPRD Banjarbaru tahun 2020 ini. Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Banjarbaru, Aida Yunani turut senada menanggapi hal ini. Bahwa masih dalam proses perhitungan.

“Kita berencana untuk mengundang tim TAPD untuk melakukan proses perhitungan. Termasuk juga membahas anggaran ini akan disalurkan dalam bentuk apa untuk penanganan Covid-19,” lengkap Aida.

Adapun, Fadliansyah ketika diminta tanggapan ihwal apakah ada wacana turut menyisihkan gaji anggota DPRD. Ia hanya menjawab normatif. Yang mana menurutnya bahwa gaji akan dikembalikan ke keputusan personal masing-masing.

“Yang jelas kesepakatan kita 25 persen itu dari anggaran perjalanan dinas. Kalau untuk soal gaji, itu kembali ke personal mereka (anggota DPRD) masing-masing,” tanggapnya. (rvn/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/