alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Thursday, 26 May 2022

Harus Lapor, Latihan Mandiri Harus Dipantau

BANJARMASIN – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kalsel, H Hermansyah memberikan kebijakan kepada para atlet Kalsel untuk tetap menjaga kondisi di tengah pandemi Corona. Yakni, dengan melakukan latihan mandiri di rumah masing-masing. Walaupun tanpa di bawah arahan pelatih, para atlet Kalsel diminta untuk melakukan gerakan latihan sebagaimana yang diajarkan oleh pelatih masing-masing.

Walaupun tidak berlatih secara langsung di bawah arahan para pelatih, Hermansyah meminta para pelatih tetap pro aktif dalam memantau kondisi para atletnya. “Selama pandemi Corona ini, para pelatih harus tetap mengetahui kondisi dan perkembangan para atlet masing-masing. Walaupun tidak latihan secara tatap muka lagi, setidaknya ada kontak melalui ponsel,” ungkap pria yang akrab disapa Herman ini.

Ditambahkan Herman, kecanggihan teknologi saat ini sangat memungkinkan para pelatih untuk tetap dapat berkomunikasi dengan para atlet binaannya. “Misalnya, dengan cara dikontak melalui video call. Atau bisa juga meminta para atlet mengirimkan foto dan video latihan melalui beberapa aplikasi chatting yang banyak digunakan saat ini,” sebutnya.

Tak hanya itu, pemantauan melalui gadget juga memungkinkan para pelatih memberikan tips kepada para atletnya. “Misalnya, mengingatkan agar para atlet menjaga pola makan dan istirahat. Terutama bagi para atlet Kalsel yang diproyeksikan ke PON Papua, mereka secara fisik harus sudah siap, mengingat PON Papua bakal digelar pada Oktober mendatang apabila situasi dan kondisi sudah aman,” sambungnya.

Sementara itu, pelatih judo Kalsel, Rudi tak menampik latihan mandiri para atlet harus tetap dipantau walaupun tanpa tatap muka. “Cara yang efektif saat ini adalah komunikasi melalui gadget. Saya pribadi, dalam seminggu pasti ada melakukan komunikasi via telpon atau video call dengan para atlet,” tandasnya.(oza/ema)

BANJARMASIN – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kalsel, H Hermansyah memberikan kebijakan kepada para atlet Kalsel untuk tetap menjaga kondisi di tengah pandemi Corona. Yakni, dengan melakukan latihan mandiri di rumah masing-masing. Walaupun tanpa di bawah arahan pelatih, para atlet Kalsel diminta untuk melakukan gerakan latihan sebagaimana yang diajarkan oleh pelatih masing-masing.

Walaupun tidak berlatih secara langsung di bawah arahan para pelatih, Hermansyah meminta para pelatih tetap pro aktif dalam memantau kondisi para atletnya. “Selama pandemi Corona ini, para pelatih harus tetap mengetahui kondisi dan perkembangan para atlet masing-masing. Walaupun tidak latihan secara tatap muka lagi, setidaknya ada kontak melalui ponsel,” ungkap pria yang akrab disapa Herman ini.

Ditambahkan Herman, kecanggihan teknologi saat ini sangat memungkinkan para pelatih untuk tetap dapat berkomunikasi dengan para atlet binaannya. “Misalnya, dengan cara dikontak melalui video call. Atau bisa juga meminta para atlet mengirimkan foto dan video latihan melalui beberapa aplikasi chatting yang banyak digunakan saat ini,” sebutnya.

Tak hanya itu, pemantauan melalui gadget juga memungkinkan para pelatih memberikan tips kepada para atletnya. “Misalnya, mengingatkan agar para atlet menjaga pola makan dan istirahat. Terutama bagi para atlet Kalsel yang diproyeksikan ke PON Papua, mereka secara fisik harus sudah siap, mengingat PON Papua bakal digelar pada Oktober mendatang apabila situasi dan kondisi sudah aman,” sambungnya.

Sementara itu, pelatih judo Kalsel, Rudi tak menampik latihan mandiri para atlet harus tetap dipantau walaupun tanpa tatap muka. “Cara yang efektif saat ini adalah komunikasi melalui gadget. Saya pribadi, dalam seminggu pasti ada melakukan komunikasi via telpon atau video call dengan para atlet,” tandasnya.(oza/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/