alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Kamis, 19 Mei 2022

Lab Corona Banjarbaru Sudah Resmi Beroperasi

BANJARBARU – Pemprov Kalsel saat ini bisa lebih cepat mengetahui hasil pengujian spesimen. Itu dikarenakan, laboratorium pemeriksaan Covid-19 di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru telah resmi beroperasi.

Informasi tersebut disampaikan Juru Bicara Tim Gugus Tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan (P3) Covid-19 Kalsel, M Muslim saat menyampaikan terkait bertambahnya jumlah pasien terkonfirmasi positif di Banua, kemarin.

“Di samping upaya tracking yang dilakukan oleh tim di lapangan. Meningkatnya pasien terkonfirmasi juga karena hasil laboratorium dikeluarkan relatif lebih cepat. Saat ini pemeriksaan sudah dilakukan di laboratorium kita di BBTKLPP Banjarbaru,” ucapnya.

Dengan digunakannya BBTKLPP Banjarbaru sebagai tempat uji spesimen, Muslim berharap dapat mempercepat upaya tim medis dalam penanganan Covid-19 di Kalsel. “Di samping upaya lainnya yang digalakkan, baik oleh Pemprov Kalsel maupun pemerintah kabupaten dan kota. Seperti pembatasan sosial (social distancing) skala besar dan lain-lain,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Plt Kepala BBTKLPP Banjarbaru, Hamidi membenarkan jika laboratorium pemeriksaan Covid-19 di tempat mereka telah beroperasi. “Sudah mulai menerima spesimen sejak Sabtu (4/4) tadi,” bebernya.

Dia mengungkapkan, BBTKLPP Banjarbaru saat ini terus mengambil langkah-langkah agar dalam proses pemeriksaan spesimen dapat berjalan optimal. Salah satunya, meningkatkan peralatan sebagai upaya meminimalisir bahaya pada tim medis yang melakukan pemeriksaan.

“Peralatan sudah ada. Termasuk di dalam upaya kita memodifikasi ruangan, penataan peralatan dan penggunaan APD (alat pelindung diri),” sebutnya.

Selain itu, pihaknya juga terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, hingga membangun jejaring sebagai rujukan. “Jejaring kami yang pertama Litbangkes, lalu Dinas Kesehatan, Labkes provinsi, kemudian juga fakultas kedokteran,” ujar Hamidi.

Hamidi juga menegaskan, penunjukkan BBTKLPP Banjarbaru sebagai jejaring laboratorium pemeriksa Covid-19 hanya untuk wilayah Kalsel. Sedangkan untuk regional lainnya seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara masuk dalam wilayah kerja Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.

“Jadi Kalsel diuntungkan sebenarnya, ada dua lab yang memeriksa. Tapi perlu kami klarifikasi, BBTKLPP Banjarbaru hanya ditunjuk untuk wilayah Kalsel,” katanya.

Namun, ketika ditanya sudah ada berapa spesimen yang mereka terima, dia masih enggan membeberkannya.

Sebelumnya, kementerian Kesehatan RI telah menetapkan sejumlah Laboratorium Pemeriksaan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Salah satunya di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/214/2020 tentang Jejaring Laboratorium Pemeriksaan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Dalam keputusan itu, terdapat daftar provinsi yang akan dijadikan lokasi laboratorium pemeriksaan Covid-19. Di mana, di regional Kalimantan, hanya Kalsel dan Kalbar yang bakal memiliki laboratorium corona.

Laboratorium pemeriksaan Covid-19 sendiri memiliki tugas menerima spesimen untuk pemeriksaan Covid-19 dari rumah sakit, dinas kesehatan dan laboratorium kesehatan lainnya. Kemudian, melakukan pemeriksaan screening pada spesimen Covid-19 menggunakan form dan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Dengan begitu, nantinya Pemprov Kalsel tak perlu lagi memeriksa spesimen Covid-19 ke luar daerah, guna mengetahui positif atau tidaknya pasien yang terindikasi terinfeksi corona. (ris/ran/ema)

BANJARBARU – Pemprov Kalsel saat ini bisa lebih cepat mengetahui hasil pengujian spesimen. Itu dikarenakan, laboratorium pemeriksaan Covid-19 di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru telah resmi beroperasi.

Informasi tersebut disampaikan Juru Bicara Tim Gugus Tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan (P3) Covid-19 Kalsel, M Muslim saat menyampaikan terkait bertambahnya jumlah pasien terkonfirmasi positif di Banua, kemarin.

“Di samping upaya tracking yang dilakukan oleh tim di lapangan. Meningkatnya pasien terkonfirmasi juga karena hasil laboratorium dikeluarkan relatif lebih cepat. Saat ini pemeriksaan sudah dilakukan di laboratorium kita di BBTKLPP Banjarbaru,” ucapnya.

Dengan digunakannya BBTKLPP Banjarbaru sebagai tempat uji spesimen, Muslim berharap dapat mempercepat upaya tim medis dalam penanganan Covid-19 di Kalsel. “Di samping upaya lainnya yang digalakkan, baik oleh Pemprov Kalsel maupun pemerintah kabupaten dan kota. Seperti pembatasan sosial (social distancing) skala besar dan lain-lain,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Plt Kepala BBTKLPP Banjarbaru, Hamidi membenarkan jika laboratorium pemeriksaan Covid-19 di tempat mereka telah beroperasi. “Sudah mulai menerima spesimen sejak Sabtu (4/4) tadi,” bebernya.

Dia mengungkapkan, BBTKLPP Banjarbaru saat ini terus mengambil langkah-langkah agar dalam proses pemeriksaan spesimen dapat berjalan optimal. Salah satunya, meningkatkan peralatan sebagai upaya meminimalisir bahaya pada tim medis yang melakukan pemeriksaan.

“Peralatan sudah ada. Termasuk di dalam upaya kita memodifikasi ruangan, penataan peralatan dan penggunaan APD (alat pelindung diri),” sebutnya.

Selain itu, pihaknya juga terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, hingga membangun jejaring sebagai rujukan. “Jejaring kami yang pertama Litbangkes, lalu Dinas Kesehatan, Labkes provinsi, kemudian juga fakultas kedokteran,” ujar Hamidi.

Hamidi juga menegaskan, penunjukkan BBTKLPP Banjarbaru sebagai jejaring laboratorium pemeriksa Covid-19 hanya untuk wilayah Kalsel. Sedangkan untuk regional lainnya seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara masuk dalam wilayah kerja Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.

“Jadi Kalsel diuntungkan sebenarnya, ada dua lab yang memeriksa. Tapi perlu kami klarifikasi, BBTKLPP Banjarbaru hanya ditunjuk untuk wilayah Kalsel,” katanya.

Namun, ketika ditanya sudah ada berapa spesimen yang mereka terima, dia masih enggan membeberkannya.

Sebelumnya, kementerian Kesehatan RI telah menetapkan sejumlah Laboratorium Pemeriksaan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Salah satunya di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/214/2020 tentang Jejaring Laboratorium Pemeriksaan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Dalam keputusan itu, terdapat daftar provinsi yang akan dijadikan lokasi laboratorium pemeriksaan Covid-19. Di mana, di regional Kalimantan, hanya Kalsel dan Kalbar yang bakal memiliki laboratorium corona.

Laboratorium pemeriksaan Covid-19 sendiri memiliki tugas menerima spesimen untuk pemeriksaan Covid-19 dari rumah sakit, dinas kesehatan dan laboratorium kesehatan lainnya. Kemudian, melakukan pemeriksaan screening pada spesimen Covid-19 menggunakan form dan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Dengan begitu, nantinya Pemprov Kalsel tak perlu lagi memeriksa spesimen Covid-19 ke luar daerah, guna mengetahui positif atau tidaknya pasien yang terindikasi terinfeksi corona. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/