alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

1 Pasien Batola Positif Corona, Gugus Tugas Minta Jangan Ada penolakan Pemakaman

MARABAHAN – Tercatat sebagai Kabupaten yang paling sedikit menyumbang ODP dan PDP, Pemkab Batola akhirnya dihantui Covid-19. Satu pasien ODP tercatat positif Covid-19. Ia adalah seorang warga di Kecamatan Wanaraya yang merupakan Alumnus Ijtima Ulama di Gowa, Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.

Pernyataan ini di sampaikan Jubir Gugus Tugas Covid-19 Pemkab Batola Azizah Sri Widari, Selasa (7/4) malam. Menurut Azizah, pasien positif Covid-19 merupakan ODP yang sidah diawasi tim kesehatan. “Kita beri inisial BTL-01,” ujar Azizah

Azizah berpesan agar warga tidak resah. Pasien Btl-01 untuk saat ini sudah di isolasi di rumahnya. Serta tidak ada keluhan. “Walau di rumah, BTL-01 sudah di pantau ketat tim kesehatan,” ujar Azizah.

Azizah mengungkapkan, pasien tanpa geja ini, diketahui positif setalah setelah dilakukan pemeriksaan PCR (swab tenggorokan). “Besok pasien Btl-01 akan dievaluasi dan di rujuk ke RSUD Abdul Aziz Marabahan,” ujarnya.

Di Kota Banjarbaru meski telah terkonfirmasi satu kasus positif Covid-19, namun usia, domisili wilayah belum diketahui. Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Banjarbaru, Rizana Mirza ketika ditanyai soal hal ini pun mengakui kalau pihaknya tidak punya data detail terkait. Mengingat semuanya berada dalam wewenang Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Kalsel.

“Detailnya dari gugus Provinsi, karena kita juga tidak mengetahui soal identitasnya. Baik itu jenis kelaminnya, usianya termasuk kode pasien tadi. Kewenangannya di sana karena sudah positif,” katanya kemarin (7/4) siang.

Ia pun menyebut bahwa beberapa hari terakhir terjadi kesalahpahaman di publik. Publik mengira kasus positif ini ditangani Pemko, padahal penanganan dari awal berada di bawah Gugus Tugas Provinsi langsung.

“Saya dapat informasi dari tim provinsi itu hari Minggu (5/4). Itu pun data mentah, tidak ada identitas Jadi sempat kaget juga kenapa langsung ada yang positif, sebab dari pantauan kita untuk yang ODP dan PDP tidak ada, ternyata kasusnya dari luar dan ditangani oleh Provinsi,” klarifikasinya.

Diceritakan Mirza, bahwa pasien positif ini telah terpapar di luar daerah. Pasien ini sedang menempuh pendidikan di institusi kedinasan di Pulau Jawa.Saat masa pendidikan berakhir dia langsung menjalani protokol isolasi di salah satu rumah sakit di Banjarmasin.

Sayangnya, Mirza tak begitu mengetahui bagaimana protokol ini diberlakukan. Baik dari di Bandara hingga rumah sakit. Yang jelas, setelah dinyatakan positif, yang bersangkutan langsung dirujuk di RSUD Ulin Banjarmasin. “Dipastikan bahwa tidak ada interaksi antara yang bersangkutan dengan warga di Banjarbaru,” pungkasnya.

Sementara itu, 2 hektar lahan pemakaman disiapkan Pemprov Kasel untuk pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Untuk diketahui, sampai kemarin sudah ada lima pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia. Dari lima itu, tiga orang dinyatakan positif Covid-19. Sayangnya, prosedur pemakaman yang mengacu Kemenkes, diindahkan. Masih ada pelayat yang datang tanpa pengaman, bahkan merasa tak takut.

Sebagai bukti, banyak beredar video di sejumlah media sosial, pekamanan salah seorang PDP asal Banjarmasin yang dikuburkan tak jauh dari pemukiman warga, pada Minggu (5/4) siang tadi.

“Memang tak ada aturan dimakamkan di mana, tetapi harus betul-betul mengikuti dan mentaati aturan dan harus sesuai prosedur,” ujar juru bicara Gugus Tugas Pencegahan, Pengendalian dan Penanganan Covid-19 Kalsel, M Muslim kemarin.

Pihaknya sangat berharap, saat prosesi pemakaman tak ada penolakan dari warga. Dia yakin, hal ini tak terjadi di Kalsel yang masyarakatnya penuh toleransi. “Toleransi yang tinggi masyarakat Banua ini dibuktikan hingga sampai saat ini tak terjadi penolakan seperti di daerah lain,” ujarnya. 

Dia menegaskan, setiap kasus yang meninggal, baik pasien positif maupun PDP, sudah dilakukan prosedur yang ketat. Yakni, sesuai dengan SOP yang menjadi pedoman yang dikeluarkan oleh Kemenkes. “Mayat yang sudah diproses itu sudah diamankan sesuai standar, namun tentu saja kita harus memahami jangan sampai dekat dengan pemakaman. Ini untuk menjaga terjadi potensi penularan,” kata Muslim.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kalsel itu menambahkan, jenasah yang sudah dimakamkan tersebut sudah tak akan lagi menularkan virus. Diterangkannya, virus corona ini hidup di jaringan yang hidup. Bukan di jaringan mati. “Tentu kita semua harus menjaga jarak dengan yang lain, sesuai seruan pemerintah, yakni sosial dan physical distancing,” cetusnya. 

Pihaknya meminta kepada masyarakat, agar mematuhi anjuran pemerintah untuk tetap di rumah dan jaga jarak ketika berinteraksi. “Cara ini adalah yang paling efektif untuk cepat memutus mata rantai penularan Covid-19,” pesannya.

Untuk diketahui, sampai kemarin, PDP yang dirawat di sejumlah rumah sakit rujukan di Kalsel sebanyak 12 orang. Jumlah ini menurun jika dibandingkan dengan hari sebelumnya sebanyak 15 orang.

Sementara, kasus terkonfirmasi positif mengalami peningkatan dari hari sebelumnya yang hanya 16 orang, menjadi 19 orang. Sedangkan yang meninggal dunia terkonfirmasi positif ada tiga orang. Yakni Ulin 23 berusia 47 tahun, Ulin 26 berusia 58 tahun, dan Ulin 33, berusia 66 tahun, ketiganya asal Kota Banjarmasin dan berjenis kelamin laki-laki. (bar/rvn/mof/ran/ema)

MARABAHAN – Tercatat sebagai Kabupaten yang paling sedikit menyumbang ODP dan PDP, Pemkab Batola akhirnya dihantui Covid-19. Satu pasien ODP tercatat positif Covid-19. Ia adalah seorang warga di Kecamatan Wanaraya yang merupakan Alumnus Ijtima Ulama di Gowa, Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.

Pernyataan ini di sampaikan Jubir Gugus Tugas Covid-19 Pemkab Batola Azizah Sri Widari, Selasa (7/4) malam. Menurut Azizah, pasien positif Covid-19 merupakan ODP yang sidah diawasi tim kesehatan. “Kita beri inisial BTL-01,” ujar Azizah

Azizah berpesan agar warga tidak resah. Pasien Btl-01 untuk saat ini sudah di isolasi di rumahnya. Serta tidak ada keluhan. “Walau di rumah, BTL-01 sudah di pantau ketat tim kesehatan,” ujar Azizah.

Azizah mengungkapkan, pasien tanpa geja ini, diketahui positif setalah setelah dilakukan pemeriksaan PCR (swab tenggorokan). “Besok pasien Btl-01 akan dievaluasi dan di rujuk ke RSUD Abdul Aziz Marabahan,” ujarnya.

Di Kota Banjarbaru meski telah terkonfirmasi satu kasus positif Covid-19, namun usia, domisili wilayah belum diketahui. Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Banjarbaru, Rizana Mirza ketika ditanyai soal hal ini pun mengakui kalau pihaknya tidak punya data detail terkait. Mengingat semuanya berada dalam wewenang Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Kalsel.

“Detailnya dari gugus Provinsi, karena kita juga tidak mengetahui soal identitasnya. Baik itu jenis kelaminnya, usianya termasuk kode pasien tadi. Kewenangannya di sana karena sudah positif,” katanya kemarin (7/4) siang.

Ia pun menyebut bahwa beberapa hari terakhir terjadi kesalahpahaman di publik. Publik mengira kasus positif ini ditangani Pemko, padahal penanganan dari awal berada di bawah Gugus Tugas Provinsi langsung.

“Saya dapat informasi dari tim provinsi itu hari Minggu (5/4). Itu pun data mentah, tidak ada identitas Jadi sempat kaget juga kenapa langsung ada yang positif, sebab dari pantauan kita untuk yang ODP dan PDP tidak ada, ternyata kasusnya dari luar dan ditangani oleh Provinsi,” klarifikasinya.

Diceritakan Mirza, bahwa pasien positif ini telah terpapar di luar daerah. Pasien ini sedang menempuh pendidikan di institusi kedinasan di Pulau Jawa.Saat masa pendidikan berakhir dia langsung menjalani protokol isolasi di salah satu rumah sakit di Banjarmasin.

Sayangnya, Mirza tak begitu mengetahui bagaimana protokol ini diberlakukan. Baik dari di Bandara hingga rumah sakit. Yang jelas, setelah dinyatakan positif, yang bersangkutan langsung dirujuk di RSUD Ulin Banjarmasin. “Dipastikan bahwa tidak ada interaksi antara yang bersangkutan dengan warga di Banjarbaru,” pungkasnya.

Sementara itu, 2 hektar lahan pemakaman disiapkan Pemprov Kasel untuk pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Untuk diketahui, sampai kemarin sudah ada lima pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia. Dari lima itu, tiga orang dinyatakan positif Covid-19. Sayangnya, prosedur pemakaman yang mengacu Kemenkes, diindahkan. Masih ada pelayat yang datang tanpa pengaman, bahkan merasa tak takut.

Sebagai bukti, banyak beredar video di sejumlah media sosial, pekamanan salah seorang PDP asal Banjarmasin yang dikuburkan tak jauh dari pemukiman warga, pada Minggu (5/4) siang tadi.

“Memang tak ada aturan dimakamkan di mana, tetapi harus betul-betul mengikuti dan mentaati aturan dan harus sesuai prosedur,” ujar juru bicara Gugus Tugas Pencegahan, Pengendalian dan Penanganan Covid-19 Kalsel, M Muslim kemarin.

Pihaknya sangat berharap, saat prosesi pemakaman tak ada penolakan dari warga. Dia yakin, hal ini tak terjadi di Kalsel yang masyarakatnya penuh toleransi. “Toleransi yang tinggi masyarakat Banua ini dibuktikan hingga sampai saat ini tak terjadi penolakan seperti di daerah lain,” ujarnya. 

Dia menegaskan, setiap kasus yang meninggal, baik pasien positif maupun PDP, sudah dilakukan prosedur yang ketat. Yakni, sesuai dengan SOP yang menjadi pedoman yang dikeluarkan oleh Kemenkes. “Mayat yang sudah diproses itu sudah diamankan sesuai standar, namun tentu saja kita harus memahami jangan sampai dekat dengan pemakaman. Ini untuk menjaga terjadi potensi penularan,” kata Muslim.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kalsel itu menambahkan, jenasah yang sudah dimakamkan tersebut sudah tak akan lagi menularkan virus. Diterangkannya, virus corona ini hidup di jaringan yang hidup. Bukan di jaringan mati. “Tentu kita semua harus menjaga jarak dengan yang lain, sesuai seruan pemerintah, yakni sosial dan physical distancing,” cetusnya. 

Pihaknya meminta kepada masyarakat, agar mematuhi anjuran pemerintah untuk tetap di rumah dan jaga jarak ketika berinteraksi. “Cara ini adalah yang paling efektif untuk cepat memutus mata rantai penularan Covid-19,” pesannya.

Untuk diketahui, sampai kemarin, PDP yang dirawat di sejumlah rumah sakit rujukan di Kalsel sebanyak 12 orang. Jumlah ini menurun jika dibandingkan dengan hari sebelumnya sebanyak 15 orang.

Sementara, kasus terkonfirmasi positif mengalami peningkatan dari hari sebelumnya yang hanya 16 orang, menjadi 19 orang. Sedangkan yang meninggal dunia terkonfirmasi positif ada tiga orang. Yakni Ulin 23 berusia 47 tahun, Ulin 26 berusia 58 tahun, dan Ulin 33, berusia 66 tahun, ketiganya asal Kota Banjarmasin dan berjenis kelamin laki-laki. (bar/rvn/mof/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/