alexametrics
26.3 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

Pulang Pendidikan Kedinasan, Tiba Langsung Dirujuk Ulin; Akhirnya Jadi Positif Pertama Banjarbaru

BANJARBARU – Kota Banjarbaru terkonfirmasi positif satu kasus Covid-19 pada Minggu (5/4). Pemko Banjarbaru sendiri mengklaim bahwa satu orang itu memang warga Banjarbaru, namun bukan kasus lokal dari Banjarbaru.

Ketua Gugus Tugas P3 Covid-19 Kota Banjarbaru, Nadjmi Adhani mengonfirmasi kalau pasien positif ini terpapar dari luar daerah. Pasien ini tengah menempuh pendidikan di institusi kedinasan di luar pulau Kalimantan.

Saat yang bersangkutan kembali ke Kalsel, langsung diisolasi dan dilakukan rapid test. Dan ternyata hasilnya positif Covid-19, sehingga langsung dirujuk ke RS Ulin.

“Memang dipastikan yang positif (Covid-19) warga Banjarbaru dari KTP dan juga berdomisili di Banjarbaru. Tetapi dari data yang kami punya, kenanya dari luar dan datang ke sini langsung dikarantina serta dirujuk,” kata Nadjmi yang juga menjabat Walikota Banjarbaru.

Sehingga, karena hal itu, pihaknya tegasnya meyakini bahwa tidak ada terjadi kontak fisik atau interaksi antara pasien yang positif ini dengan warga. “Tidak sempat berinteraksi dengan warga di sini.”

Ditanya soal status Banjarbaru terkait kondisi ini. Menurut Nadjmi wilayahnya belum masuk zona merah. Meskipun secara statistik ia akui kalau ada warganya yang positif tertular Covid-19 dan secara klasifikasi dapat dilabeli zona merah.

“Kami tidak mengatakan zona merah, karena kasusnya tidak terjadi di sini,” tanggapnya.

Disinggung terkait adanya informasi ada warga Banjarbaru yang masuk dalam daftar rombongan peserta Ijtima Ulama Asia di Gowa Sulawesi lalu. Nadjmi menegaskan kalau hal ini dalam tahapan penelusuran oleh tim gugus tugas.

Sebagaimana diketahui, bahwa pemantauan dan deteksi terhadap kluster peserta Ijtima Ulama Asia di Gowa Sulawesi ini langsung diakomodir oleh Gugus Tugas di Kab/Kota yang bersangkutan.

“Tentang kluster Gowa, kami sudah melakukan pemeriksaan. Juga sudah ada koordinasi, Insya Allah kita segera dapatkan semua,” cerita Nadjmi.

Bahkan, disebutnya sudah ada beberapa warga yang pro aktif melaporkan. ” Untuk yang sudah ditemukan kami sampaikan agar mengisolasi dirinya,” jabar Nadjmi.

Berapa jumlahnya, Nadjmi belum bisa memastikan. “Memang kita punya daftar namanya, namun di sana belum tertera alamat jelas. Sehingga ini kita akan buka datanya lewat Disdukcapil, intinya sedang ditelusuri,” pungkasnya. (rvn/bin/ema)

BANJARBARU – Kota Banjarbaru terkonfirmasi positif satu kasus Covid-19 pada Minggu (5/4). Pemko Banjarbaru sendiri mengklaim bahwa satu orang itu memang warga Banjarbaru, namun bukan kasus lokal dari Banjarbaru.

Ketua Gugus Tugas P3 Covid-19 Kota Banjarbaru, Nadjmi Adhani mengonfirmasi kalau pasien positif ini terpapar dari luar daerah. Pasien ini tengah menempuh pendidikan di institusi kedinasan di luar pulau Kalimantan.

Saat yang bersangkutan kembali ke Kalsel, langsung diisolasi dan dilakukan rapid test. Dan ternyata hasilnya positif Covid-19, sehingga langsung dirujuk ke RS Ulin.

“Memang dipastikan yang positif (Covid-19) warga Banjarbaru dari KTP dan juga berdomisili di Banjarbaru. Tetapi dari data yang kami punya, kenanya dari luar dan datang ke sini langsung dikarantina serta dirujuk,” kata Nadjmi yang juga menjabat Walikota Banjarbaru.

Sehingga, karena hal itu, pihaknya tegasnya meyakini bahwa tidak ada terjadi kontak fisik atau interaksi antara pasien yang positif ini dengan warga. “Tidak sempat berinteraksi dengan warga di sini.”

Ditanya soal status Banjarbaru terkait kondisi ini. Menurut Nadjmi wilayahnya belum masuk zona merah. Meskipun secara statistik ia akui kalau ada warganya yang positif tertular Covid-19 dan secara klasifikasi dapat dilabeli zona merah.

“Kami tidak mengatakan zona merah, karena kasusnya tidak terjadi di sini,” tanggapnya.

Disinggung terkait adanya informasi ada warga Banjarbaru yang masuk dalam daftar rombongan peserta Ijtima Ulama Asia di Gowa Sulawesi lalu. Nadjmi menegaskan kalau hal ini dalam tahapan penelusuran oleh tim gugus tugas.

Sebagaimana diketahui, bahwa pemantauan dan deteksi terhadap kluster peserta Ijtima Ulama Asia di Gowa Sulawesi ini langsung diakomodir oleh Gugus Tugas di Kab/Kota yang bersangkutan.

“Tentang kluster Gowa, kami sudah melakukan pemeriksaan. Juga sudah ada koordinasi, Insya Allah kita segera dapatkan semua,” cerita Nadjmi.

Bahkan, disebutnya sudah ada beberapa warga yang pro aktif melaporkan. ” Untuk yang sudah ditemukan kami sampaikan agar mengisolasi dirinya,” jabar Nadjmi.

Berapa jumlahnya, Nadjmi belum bisa memastikan. “Memang kita punya daftar namanya, namun di sana belum tertera alamat jelas. Sehingga ini kita akan buka datanya lewat Disdukcapil, intinya sedang ditelusuri,” pungkasnya. (rvn/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/