alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Good News dari Pandemi: SMK 5 Produksi Visor untuk Tenaga Medis

Minimnya alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis, menggelisahkan banyak orang. SMKN 5 Banjarmasin tak ingin diam. Sekolah itu mulai memproduksi kaca pelindung wajah (visor) untuk tenaga medis. Semuanya disumbangkan ke Rumah Sakit Ulin.

— Oleh: ENDANG, Banjarmasin —

PRODUKSI visor itu digagas kepala sekolah, H Syahrir. Dikerjakan di sekolah yang beralamat di Jalan Sutoyo S, Banjarmasin Barat tersebut.

Ketika Radar Banjarmasin berkunjung ke sana, beberapa guru dan pegawai tata usaha sedang sibuk bekerja di dalam sebuah ruangan berukuran 4×4 meter.

Ada yang memotong kaca plastik, adapula yang merakit. Ada tujuh orang yang mengerjakannya. Siswa memang tidak dilibatkan karena sekolah sudah diliburkan.

Syahrir mengungkapkan, ia sedih setelah mendengar kisah perawat dan dokter di rumah sakit di Banjarmasin. Berhadapan dengan pasien COVID-19, tanpa peralatan perlindungan memadai.

Padahal, mereka berada di garis terdepan yang seharusnya dibekali dengan “senjata” terbaik. Jangan tumbang sebelum musuh kalah.

“Penanganan wabah ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi kita semua. Makanya kami memproduksi visor untuk petugas medis,” tutur Syahrir, Senin (5/4) pagi.

Sebelum diproduksi lebih banyak, ia berkonsultasi dengan para ahli yang mengerti teknis alat kesehatan. Agar hasilnya sesuai standar.

Dalam sehari, SMKN 5 mampu memproduksi sebanyak 100 unit. Namun tidak setiap hari bisa berproduksi, karena sekolah juga mencoba mengurangi aktivitas berkumpul.

Tahap awal, 400 unit rampung dikerjakan. Target berikutnya memproduksi 500 unit. Visor tersebut akan diserahkan ke Rumah Sakit Ulin yang khusus menangani pasien positif corona.

“Akan kami serahkan sebanyak 800 unit. Tahap pertama sebanyak 400 unit sudah diserahkan ke Ulin. Sisanya minggu depan, karena masih proses produksi,” jelasnya.

Berapa biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi visor? Syahrir enggan menyebut. Menurutnya, apa yang dilakukan ini semata-mata untuk membantu para petugas medis yang tengah berjuang mengobati pasien yang terpapar virus corona.

“Bantuan ini ikhlas, makanya visor buatan kami ini ditulis label SMKN 5 Peduli,” ujarnya.

Selain memproduksi visor, dewan guru juga memproduksi cairan antiseptik. Hanya saja tidak untuk umum, tapi untuk kebutuhan internal. Khusus digunakan tenaga pengajar, pegawai dan murid.

“Sebenarnya ingin membuat baju hazmat, tapi di sekolah enggak ada jurusan menjahit,” pungkasnya. (fud/ema)

Minimnya alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis, menggelisahkan banyak orang. SMKN 5 Banjarmasin tak ingin diam. Sekolah itu mulai memproduksi kaca pelindung wajah (visor) untuk tenaga medis. Semuanya disumbangkan ke Rumah Sakit Ulin.

— Oleh: ENDANG, Banjarmasin —

PRODUKSI visor itu digagas kepala sekolah, H Syahrir. Dikerjakan di sekolah yang beralamat di Jalan Sutoyo S, Banjarmasin Barat tersebut.

Ketika Radar Banjarmasin berkunjung ke sana, beberapa guru dan pegawai tata usaha sedang sibuk bekerja di dalam sebuah ruangan berukuran 4×4 meter.

Ada yang memotong kaca plastik, adapula yang merakit. Ada tujuh orang yang mengerjakannya. Siswa memang tidak dilibatkan karena sekolah sudah diliburkan.

Syahrir mengungkapkan, ia sedih setelah mendengar kisah perawat dan dokter di rumah sakit di Banjarmasin. Berhadapan dengan pasien COVID-19, tanpa peralatan perlindungan memadai.

Padahal, mereka berada di garis terdepan yang seharusnya dibekali dengan “senjata” terbaik. Jangan tumbang sebelum musuh kalah.

“Penanganan wabah ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi kita semua. Makanya kami memproduksi visor untuk petugas medis,” tutur Syahrir, Senin (5/4) pagi.

Sebelum diproduksi lebih banyak, ia berkonsultasi dengan para ahli yang mengerti teknis alat kesehatan. Agar hasilnya sesuai standar.

Dalam sehari, SMKN 5 mampu memproduksi sebanyak 100 unit. Namun tidak setiap hari bisa berproduksi, karena sekolah juga mencoba mengurangi aktivitas berkumpul.

Tahap awal, 400 unit rampung dikerjakan. Target berikutnya memproduksi 500 unit. Visor tersebut akan diserahkan ke Rumah Sakit Ulin yang khusus menangani pasien positif corona.

“Akan kami serahkan sebanyak 800 unit. Tahap pertama sebanyak 400 unit sudah diserahkan ke Ulin. Sisanya minggu depan, karena masih proses produksi,” jelasnya.

Berapa biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi visor? Syahrir enggan menyebut. Menurutnya, apa yang dilakukan ini semata-mata untuk membantu para petugas medis yang tengah berjuang mengobati pasien yang terpapar virus corona.

“Bantuan ini ikhlas, makanya visor buatan kami ini ditulis label SMKN 5 Peduli,” ujarnya.

Selain memproduksi visor, dewan guru juga memproduksi cairan antiseptik. Hanya saja tidak untuk umum, tapi untuk kebutuhan internal. Khusus digunakan tenaga pengajar, pegawai dan murid.

“Sebenarnya ingin membuat baju hazmat, tapi di sekolah enggak ada jurusan menjahit,” pungkasnya. (fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/