alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Rapat Mediasi Buruh dan Pengusaha: Apindo Mangkir, Komisi IV Kecewa

BANJARMASIN – Komisi IV DPRD Kalsel kembali menggelar pertemuan membahas tuntutan buruh di tengah wabah corona. Sayang, alih-alih mendapatkan solusi, rapat berakhir buntu.

Pasalnya dari seluruh pihak yang diundang, perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia Kalimantan Selatan (Apindo Kalsel) tidak datang. Spontan, Ketua Komisi IV, M Lutfi Syaifuddin meradang.

“Saya sangat kecewa dengan ketidakhadiran perwakilan Apindo hari ini (kemarin),” ucap Lutfi saat rapat diskors, kemarin (6/4) pagi.

Padahal, ini upaya dewan untuk menengahi antara buruh dan pengusaha guna mencari solusi terbaik. Sehingga kedua belah pihak tidak ada yang dirugikan.

Harusnya, jika memang berhalangan hadir, diwakilkan dengan pengurus lain. “Dewan hanya membantu mediasi pekerja dengan pengusaha agar tidak yang dirugikan,” ujarnya.

Sementara itu, Biro Hukum Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Sumarlan mengatakan pandemi sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan industri. Apabila pekerja dirumahkan tanpa diberikan haknya, tentu merugikan kaum pekerja.

“Kami tidak ingin ada yang dirugikan. Makanya perlu dibuat kesepakatan kedua belah pihak,” katanya.

Dikonfirmasi melalui WhatsApp, Ketua Apindo Kalsel, H Supriyadi mengaku tak bisa hadir lantaran sedang berada di luar daerah. “Saya lagi berada di Jakarta,” katanya.

Meski tak bisa hadir, Supriyadi mengatakan sudah menawarkan kepada Komisi IV untuk melakukan video conference. “Saya sedang menawarkan ikut rapat via video conference,” ucapnya di ujung sambungan telepon.

Dalam rapat tersebut, hadir pula perwakilan Bidang Sosial Ekonomi Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kalsel serta pengurus Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kalsel. (gmp/fud/ema)

BANJARMASIN – Komisi IV DPRD Kalsel kembali menggelar pertemuan membahas tuntutan buruh di tengah wabah corona. Sayang, alih-alih mendapatkan solusi, rapat berakhir buntu.

Pasalnya dari seluruh pihak yang diundang, perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia Kalimantan Selatan (Apindo Kalsel) tidak datang. Spontan, Ketua Komisi IV, M Lutfi Syaifuddin meradang.

“Saya sangat kecewa dengan ketidakhadiran perwakilan Apindo hari ini (kemarin),” ucap Lutfi saat rapat diskors, kemarin (6/4) pagi.

Padahal, ini upaya dewan untuk menengahi antara buruh dan pengusaha guna mencari solusi terbaik. Sehingga kedua belah pihak tidak ada yang dirugikan.

Harusnya, jika memang berhalangan hadir, diwakilkan dengan pengurus lain. “Dewan hanya membantu mediasi pekerja dengan pengusaha agar tidak yang dirugikan,” ujarnya.

Sementara itu, Biro Hukum Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Sumarlan mengatakan pandemi sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan industri. Apabila pekerja dirumahkan tanpa diberikan haknya, tentu merugikan kaum pekerja.

“Kami tidak ingin ada yang dirugikan. Makanya perlu dibuat kesepakatan kedua belah pihak,” katanya.

Dikonfirmasi melalui WhatsApp, Ketua Apindo Kalsel, H Supriyadi mengaku tak bisa hadir lantaran sedang berada di luar daerah. “Saya lagi berada di Jakarta,” katanya.

Meski tak bisa hadir, Supriyadi mengatakan sudah menawarkan kepada Komisi IV untuk melakukan video conference. “Saya sedang menawarkan ikut rapat via video conference,” ucapnya di ujung sambungan telepon.

Dalam rapat tersebut, hadir pula perwakilan Bidang Sosial Ekonomi Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kalsel serta pengurus Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kalsel. (gmp/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/