alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Thursday, 26 May 2022

Pemkab Vicon dengan Dirjen Otda

BATULICIN – Pemkab Tanbu melakukan rapat koordinasi dengan Dirjen Otda Djohermansyah Johan melalui video telekonferensi. Rapat koordinasi tersebut membahas berbagai kendala yang dihadapi tiap daerah dalam penanganan Covid-19.

“Vicon yang kita ikuti bersama Kemendagri itu fokusnya memastikan semua daerah melaksanakan instruksi Presiden tentang antisipasi dan penggunaan anggaran maupun relokasi anggaran dalam rangka penanganan Covid-19,” jelas sekda usai mengikuti Vicon bersama Kemendagri di Ruang LDR Kantor Bupati, Jumat (3/4).

Selain itu tambahnya, Kemendagri ingin memastikan kendala apa yang ditemui tiap daerah berkenaan dengan penanganan ini. Kemudian berbagai strategi dalam rangka menyusun penanganan Covid-19 yang sudah ditetapkan kementrian.

Disampaikan Sekda, terkait ketetapan pemerintah itu sudah dilakukan Pemkab Tanbu. “Sebagaimana arahan pemerintah pusat dana yang harus digeser adalah dana yang bersumber dari DAD dan APBD. Salah satunya biaya perjalanan dinas ASN dan anggota DPRD yang dikurangi 30 persen dari anggaran yang ada,” paparnya.

Dikatakan sekda, dana tersebut akan dialokasikan ke anggaran belanja tidak terduga yang bisa digunakan untuk penanganan Covid -19 dalam tempo masa tanggap darurat ini.

“Ini sudah disusun dan saat ini operasional yang sedang berjalan guna memfasilitasi segala bentuk penanganan Covid-19 sudah menggunakan belanja tidak terduga yang dikoordinasikan BPBD dengan dana awal Rp3 miliar dan ditambahkan dana pergeseran Rp10 miliar. Dengan demikian totalnya menjadi Rp13 miliar yang digunakan untuk operasional Dinas Kesehatan dan BPBD Tanbu,” pungkas sekda. (kry/ram/ema)

BATULICIN – Pemkab Tanbu melakukan rapat koordinasi dengan Dirjen Otda Djohermansyah Johan melalui video telekonferensi. Rapat koordinasi tersebut membahas berbagai kendala yang dihadapi tiap daerah dalam penanganan Covid-19.

“Vicon yang kita ikuti bersama Kemendagri itu fokusnya memastikan semua daerah melaksanakan instruksi Presiden tentang antisipasi dan penggunaan anggaran maupun relokasi anggaran dalam rangka penanganan Covid-19,” jelas sekda usai mengikuti Vicon bersama Kemendagri di Ruang LDR Kantor Bupati, Jumat (3/4).

Selain itu tambahnya, Kemendagri ingin memastikan kendala apa yang ditemui tiap daerah berkenaan dengan penanganan ini. Kemudian berbagai strategi dalam rangka menyusun penanganan Covid-19 yang sudah ditetapkan kementrian.

Disampaikan Sekda, terkait ketetapan pemerintah itu sudah dilakukan Pemkab Tanbu. “Sebagaimana arahan pemerintah pusat dana yang harus digeser adalah dana yang bersumber dari DAD dan APBD. Salah satunya biaya perjalanan dinas ASN dan anggota DPRD yang dikurangi 30 persen dari anggaran yang ada,” paparnya.

Dikatakan sekda, dana tersebut akan dialokasikan ke anggaran belanja tidak terduga yang bisa digunakan untuk penanganan Covid -19 dalam tempo masa tanggap darurat ini.

“Ini sudah disusun dan saat ini operasional yang sedang berjalan guna memfasilitasi segala bentuk penanganan Covid-19 sudah menggunakan belanja tidak terduga yang dikoordinasikan BPBD dengan dana awal Rp3 miliar dan ditambahkan dana pergeseran Rp10 miliar. Dengan demikian totalnya menjadi Rp13 miliar yang digunakan untuk operasional Dinas Kesehatan dan BPBD Tanbu,” pungkas sekda. (kry/ram/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/