alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

1.100 Rapid Test Telah Didistribusikan

BANJARMASIN – Juru Bicara Tim Gugus Tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan (P3) Covid-19 Kalsel, M Muslim mengklarifikasi terkait adanya pemberitaan yang menyebutkan bahwa Kalsel menerima 7.000 alat rapid test. Dia menegaskan kabar tersebut tidak benar.

“Rapid test yang kita terima di kalsel 2.400. Oleh karena itu, tidak benar kalau dikatakan lebih dari itu,” katanya.

Dia mengungkapkan, dari 2.400 rapid test tersebut, 1.100 diantaranya sudah didistribusikan ke rumah sakit yang ada di 13 kabupaten/kota di kalsel. “Termasuk ke lima rumah sakit rujukan Covid-19 di Kalsel,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, dari 1.100 rapid test yang sudah didistribusikan itu, sebanyak 256 sudah digunakan untuk memeriksa. “Yang paling banyak digunakan di wilayah Banjarmasin. Lebih dari 50 persen di sana. Dari 256 tadi, 255 hasilnya non reaktif atau negatif. hanya satu yang reaktif sekitar 0,39 persen,” ucap Muslim.

Pemanfaatan rapid test sendiri menurutnya dalam rangka upaya pemerintah melakukan tindakan cepat dalam menangani pandemi virus corona. “Oleh karena itu, kita masih meminta teman-teman untuk memanfaatkan rapid test dalam upaya kita cepat melakukan penangananan,” ujarnya.

Muslim mengungkapkan, ada beberapa kriteria yang diperiksa melakukan rapid test. Di antaranya, orang dalam pemantauan (ODP) yang memiliki gejala klinis, kemudian pasien dalam pengawasan (PDP) dan para petugas kesehatan yang menangani pasien Covid-19.

“Termasuk orang-orang yang kita telusuri dari kontak dengan pasien positif maupun PDP,” bebernya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru Rizana Mirza membenarkan jika RSD Idaman telah menerima jatah rapid test dari Pemprov Kalsel. “Iya, barangnya diserahkan oleh Dinas Kesehatan Kalsel ke RSD Idaman,” katanya.

Namun, dia mengaku belum mengetahui berapa jumlah rapid test yang diterima oleh RSD Idaman. “Saya kurang tahu persis. Karena pihak RSDI sendiri yang langsung mengambil ke sana (Dinkes Kalsel),” pungkasnya. (ris/ran/ema)

BANJARMASIN – Juru Bicara Tim Gugus Tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan (P3) Covid-19 Kalsel, M Muslim mengklarifikasi terkait adanya pemberitaan yang menyebutkan bahwa Kalsel menerima 7.000 alat rapid test. Dia menegaskan kabar tersebut tidak benar.

“Rapid test yang kita terima di kalsel 2.400. Oleh karena itu, tidak benar kalau dikatakan lebih dari itu,” katanya.

Dia mengungkapkan, dari 2.400 rapid test tersebut, 1.100 diantaranya sudah didistribusikan ke rumah sakit yang ada di 13 kabupaten/kota di kalsel. “Termasuk ke lima rumah sakit rujukan Covid-19 di Kalsel,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, dari 1.100 rapid test yang sudah didistribusikan itu, sebanyak 256 sudah digunakan untuk memeriksa. “Yang paling banyak digunakan di wilayah Banjarmasin. Lebih dari 50 persen di sana. Dari 256 tadi, 255 hasilnya non reaktif atau negatif. hanya satu yang reaktif sekitar 0,39 persen,” ucap Muslim.

Pemanfaatan rapid test sendiri menurutnya dalam rangka upaya pemerintah melakukan tindakan cepat dalam menangani pandemi virus corona. “Oleh karena itu, kita masih meminta teman-teman untuk memanfaatkan rapid test dalam upaya kita cepat melakukan penangananan,” ujarnya.

Muslim mengungkapkan, ada beberapa kriteria yang diperiksa melakukan rapid test. Di antaranya, orang dalam pemantauan (ODP) yang memiliki gejala klinis, kemudian pasien dalam pengawasan (PDP) dan para petugas kesehatan yang menangani pasien Covid-19.

“Termasuk orang-orang yang kita telusuri dari kontak dengan pasien positif maupun PDP,” bebernya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru Rizana Mirza membenarkan jika RSD Idaman telah menerima jatah rapid test dari Pemprov Kalsel. “Iya, barangnya diserahkan oleh Dinas Kesehatan Kalsel ke RSD Idaman,” katanya.

Namun, dia mengaku belum mengetahui berapa jumlah rapid test yang diterima oleh RSD Idaman. “Saya kurang tahu persis. Karena pihak RSDI sendiri yang langsung mengambil ke sana (Dinkes Kalsel),” pungkasnya. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/