alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Bukan Usai Coblosan, Jari ODP Ditandai dengan Tinta

BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru sangat serius dalam upaya mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. Salah satu upaya yang dilakukan ialah intens mendata setiap penumpang yang datang dari luar daerah melalui Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Pemko Banjarbaru menempatkan beberapa petugas dari Dinas Kesehatan untuk melakukan pendataan setiap penumpang yang datang dari luar daerah. Di mana, mereka memberikan formulir yang berisi data nama, alamat, nomor telepon dan riwayat perjalanan yang harus diisi oleh setiap penumpang yang datang ke Banjarbaru.

Setelah itu para penumpang yang masuk dalam daftar orang dalam pemantauan (ODP) tersebut diminta mencelupkan salah satu jarinya ke dalam botol tinta. Nantinya, bekas tinta itu menjadi tanda bahwa mereka baru datang dari luar kota atau daerah zona merah penyebaran Covid-19.

Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adani, Minggu (5/4) pagi meninjau langsung pelaksanaan pendataan di Terminal Kedatangan Bandara Internasional Syamsudin Noor, sekaligus menyerahkan satu kotak tinta yang digunakan untuk menandai jari para penumpang yang baru tiba dari luar daerah.

Menurut Nadjmi, untuk mencegah penyebaran Covid-19, salah satu yang harus diperketat adalah pintu masuk ke Banjarbaru. Karena itu pihaknya mencoba mengidentifikasi kedatangan warga ke Banjarbaru. “Dari depan kita kawal, mengisi data dan mencelupkan jari ke tinta,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, tinta yang digunakan dapat bertahan hingga satu pekan. Sebagai tanda bahwa jika ada bekas tinta di jari, berarti orang tersebut baru datang dari luar daerah. “Sehingga kita bersama bisa mengontrol supaya tetap waspada dan bersangkutan melakukan isolasi mandiri di rumah,” ungkapnya.

Lanjutnya, Pemko Banjarbaru tidak bisa melakukan pengawasan selama 24 jam. Oleh karenanya diperlukan kesadaran diri bagi warga dari luar daerah untuk melakukan isolasi mandiri. “Keluarga juga harus memberikan dukungan. Masyarakat juga diharapkan waspada dan mengingatkan. Makanya kita tandai dengan tinta, karena penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 perlu dilaksanakan bersama,” papar Nadjmi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru Rizana Mirza menyampaikan, selain ditandai dengan tinta, masyarakat yang ditetapkan sebagai ODP juga dipantau secara intens oleh petugas dari Puskesmas dan relawan.

“Upaya ini untuk mengantisipasi banyaknya arus kedatangan pelajar, santri dan warga dari zona merah penyebaran Covid-19. Serta, untuk memastika bahwa kondisi di Banjarbaru tetap kondusif,” bebernya. (ris/ema)

BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru sangat serius dalam upaya mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. Salah satu upaya yang dilakukan ialah intens mendata setiap penumpang yang datang dari luar daerah melalui Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Pemko Banjarbaru menempatkan beberapa petugas dari Dinas Kesehatan untuk melakukan pendataan setiap penumpang yang datang dari luar daerah. Di mana, mereka memberikan formulir yang berisi data nama, alamat, nomor telepon dan riwayat perjalanan yang harus diisi oleh setiap penumpang yang datang ke Banjarbaru.

Setelah itu para penumpang yang masuk dalam daftar orang dalam pemantauan (ODP) tersebut diminta mencelupkan salah satu jarinya ke dalam botol tinta. Nantinya, bekas tinta itu menjadi tanda bahwa mereka baru datang dari luar kota atau daerah zona merah penyebaran Covid-19.

Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adani, Minggu (5/4) pagi meninjau langsung pelaksanaan pendataan di Terminal Kedatangan Bandara Internasional Syamsudin Noor, sekaligus menyerahkan satu kotak tinta yang digunakan untuk menandai jari para penumpang yang baru tiba dari luar daerah.

Menurut Nadjmi, untuk mencegah penyebaran Covid-19, salah satu yang harus diperketat adalah pintu masuk ke Banjarbaru. Karena itu pihaknya mencoba mengidentifikasi kedatangan warga ke Banjarbaru. “Dari depan kita kawal, mengisi data dan mencelupkan jari ke tinta,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, tinta yang digunakan dapat bertahan hingga satu pekan. Sebagai tanda bahwa jika ada bekas tinta di jari, berarti orang tersebut baru datang dari luar daerah. “Sehingga kita bersama bisa mengontrol supaya tetap waspada dan bersangkutan melakukan isolasi mandiri di rumah,” ungkapnya.

Lanjutnya, Pemko Banjarbaru tidak bisa melakukan pengawasan selama 24 jam. Oleh karenanya diperlukan kesadaran diri bagi warga dari luar daerah untuk melakukan isolasi mandiri. “Keluarga juga harus memberikan dukungan. Masyarakat juga diharapkan waspada dan mengingatkan. Makanya kita tandai dengan tinta, karena penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 perlu dilaksanakan bersama,” papar Nadjmi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru Rizana Mirza menyampaikan, selain ditandai dengan tinta, masyarakat yang ditetapkan sebagai ODP juga dipantau secara intens oleh petugas dari Puskesmas dan relawan.

“Upaya ini untuk mengantisipasi banyaknya arus kedatangan pelajar, santri dan warga dari zona merah penyebaran Covid-19. Serta, untuk memastika bahwa kondisi di Banjarbaru tetap kondusif,” bebernya. (ris/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/