alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Gubernur Ajak Perang Melawan Covid-19

BATULICIN – Perang melawan virus Covid -19 harus dibangun sinergisitas dan koordinasi yang baik antar berbagai pihak. Hal itu merupakan modal utama untuk melawan yang dianggap musuh namun tak kelihatan.

“Kondisi itu tidak bisa selesaikan sendiri, karena diperlukan semangat pantang menyerah seperti halnya keadaan perang, namun diperlukan satu kekuatan untuk mengusir musuh,” ujar Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, saat melakukan rapat koordinasi Penanganan Covid-19  melalui telekonferensi bersama seluruh bupati dan walikota se-Kalsel di ruang LDR Kantor Bupati lantai IV, Kamis (2/4).

Menurut gubernur, Covid-19 jangan dianggap remeh.  “Kita seperti dalam kondisi perang. Kalau kita lemah, maka virus itu yang akan menyerang kita. Karena itu mari sama-sama kita lawan,” ujar gubernur.

Dikatakannya, langkah utama untuk melawan virus itu adalah ketenangan, disitu akan membuka ruang berpikir tindakan  apa yang harus dilakukan. Selain itu lakukan koordinasi dengan sesama pemangku kepentingan pada jajaran di tiap daerah yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.

“Koordinasi dengan Forkopimda itu harus dimanfaatkan untuk mendapatkan sinkronisasi dan kolaborasi di dalam menghadapi serangan musuh yang bernama corona ini. Maka kita harus sinergi bergerak dan berjuang bersama,” papar gubernur.

Dia menjelaskan, dalam penyebarannya, virus ini memiliki sasaran yang diserang, yakni mulut, hidung dan mata. Sedangkan yang berpotensi dalam proses penyebaran, melalui tangan, karena tangan tanpa disadari memegang wajah.

 “Oleh karena itu langkah yang sudah diatur dalam pencegahan itu, secara menyeluruh adalah menjaga tangan tetap dalam keadaan steril, dengan cara mencuci dengan sabun pada air yang mengalir,” jelasnya.

Menurutnya cara ini adalah senjata yang sederhana melawan virus, namun itu dibutuhkan pemahaman kepada masyarakat.

 “Kita harus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar mereka tahu, dan setelah tahu akhirnya paham dan mau melakukannya,” ucapnya.

Selain jaga jarak, dalam kondisi musuh yang sudah di depan mata ini, harus diupayakan memberikan pemahaman yang lebih tepat sasaran kepada masyarakat.

“Jangan sampai pemahaman itu terkendala hal komunikasi bahasa daerah. Kalau perlu gunakan bahasa daerah, kalau disitu komunitas Banjar atau Jawa dan Bugis gunakan bahasa daerah masing-masing suku agar bisa lebih bisa dipahami,” terangnya.

Dikatakan gubernur, di sinilah peran bupati dan walikota agar bisa mengaplikasikannya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat secara menyeluruh.

Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor menyampaikan laporan kepada gubernur. Saat ini pihaknya yang bekerja dalam Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Tanah Bumbu sudah melakukan imbauan kepada seluruh masyarakat agar terus waspada dalam menghadapi wabah tersebut.

Pihaknya juga telah melakukan penjagaan ketat di pelabuhan, bandara serta pintu masuk perbatasan kota dan mempersiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan walaupun ada beberapa hal yang masih harus dipenuhi.

 “Kami telah mengimbau kepada masyarakat agar lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, selalu mencuci tangan dan melakukan pola hidup yang bersih dan sehat,” pungkas bupati. (kry/ij/bin)

BATULICIN – Perang melawan virus Covid -19 harus dibangun sinergisitas dan koordinasi yang baik antar berbagai pihak. Hal itu merupakan modal utama untuk melawan yang dianggap musuh namun tak kelihatan.

“Kondisi itu tidak bisa selesaikan sendiri, karena diperlukan semangat pantang menyerah seperti halnya keadaan perang, namun diperlukan satu kekuatan untuk mengusir musuh,” ujar Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, saat melakukan rapat koordinasi Penanganan Covid-19  melalui telekonferensi bersama seluruh bupati dan walikota se-Kalsel di ruang LDR Kantor Bupati lantai IV, Kamis (2/4).

Menurut gubernur, Covid-19 jangan dianggap remeh.  “Kita seperti dalam kondisi perang. Kalau kita lemah, maka virus itu yang akan menyerang kita. Karena itu mari sama-sama kita lawan,” ujar gubernur.

Dikatakannya, langkah utama untuk melawan virus itu adalah ketenangan, disitu akan membuka ruang berpikir tindakan  apa yang harus dilakukan. Selain itu lakukan koordinasi dengan sesama pemangku kepentingan pada jajaran di tiap daerah yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.

“Koordinasi dengan Forkopimda itu harus dimanfaatkan untuk mendapatkan sinkronisasi dan kolaborasi di dalam menghadapi serangan musuh yang bernama corona ini. Maka kita harus sinergi bergerak dan berjuang bersama,” papar gubernur.

Dia menjelaskan, dalam penyebarannya, virus ini memiliki sasaran yang diserang, yakni mulut, hidung dan mata. Sedangkan yang berpotensi dalam proses penyebaran, melalui tangan, karena tangan tanpa disadari memegang wajah.

 “Oleh karena itu langkah yang sudah diatur dalam pencegahan itu, secara menyeluruh adalah menjaga tangan tetap dalam keadaan steril, dengan cara mencuci dengan sabun pada air yang mengalir,” jelasnya.

Menurutnya cara ini adalah senjata yang sederhana melawan virus, namun itu dibutuhkan pemahaman kepada masyarakat.

 “Kita harus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar mereka tahu, dan setelah tahu akhirnya paham dan mau melakukannya,” ucapnya.

Selain jaga jarak, dalam kondisi musuh yang sudah di depan mata ini, harus diupayakan memberikan pemahaman yang lebih tepat sasaran kepada masyarakat.

“Jangan sampai pemahaman itu terkendala hal komunikasi bahasa daerah. Kalau perlu gunakan bahasa daerah, kalau disitu komunitas Banjar atau Jawa dan Bugis gunakan bahasa daerah masing-masing suku agar bisa lebih bisa dipahami,” terangnya.

Dikatakan gubernur, di sinilah peran bupati dan walikota agar bisa mengaplikasikannya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat secara menyeluruh.

Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor menyampaikan laporan kepada gubernur. Saat ini pihaknya yang bekerja dalam Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Tanah Bumbu sudah melakukan imbauan kepada seluruh masyarakat agar terus waspada dalam menghadapi wabah tersebut.

Pihaknya juga telah melakukan penjagaan ketat di pelabuhan, bandara serta pintu masuk perbatasan kota dan mempersiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan walaupun ada beberapa hal yang masih harus dipenuhi.

 “Kami telah mengimbau kepada masyarakat agar lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, selalu mencuci tangan dan melakukan pola hidup yang bersih dan sehat,” pungkas bupati. (kry/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/