alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

Jumlah Positif Corona di Banua Naik Signifikan; 16 Positif, 2 Meninggal Dunia, 1 Baru Pulang dari Gowa

BANJARMASIN – Rilis update terbaru terkait pasien virus corona atau Covid-19 di Banua, Minggu (5/4) sore cukup mengejutkan. Bagaimana tidak, jumlah kasus yang terkonfirmasi positif bertambah dua kali lipat dibandingkan hari sebelumnya: dari 8 menjadi 16 kasus.

Bukan hanya itu, dalam rilis Tim Gugus Tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan (P3) Covid-19 Kalsel juga menyebutkan, bahwa ada dua pasien positif corona yang meninggal dunia.

Dalam video conference yang diterima Radar Banjarmasin, Juru Bicara Tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Kalsel, M Muslim mengatakan, jumlah pasien positif corona bertambah dua kali lipat lantaran ada lima pasien sekaligus yang baru masuk ke RSUD Ulin Banjarmasin.

“Mereka adalah Ulin 35, Ulin 36, Ulin 37, Ulin 38 dan Ulin 39. Dengan usia antara 35 sampai dengan 45 tahun, berjenis kelamin laki-laki,” katanya.

Dia mengungkapkan, ke lima pasien baru yang dinyatakan positif corona tersebut punya riwayat perjalanan di Jawa Barat. “Sekarang kondisi mereka stabil,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk tiga pasien positif lainnya, Muslim menyampaikan dua diantaranya merupakan Pasien Dengan Pengawasan (PDP) RSUD Ulin yang sebelumnya telah meninggal dunia. Yakni, Ulin 23 dan 26. “Hasil swabnya baru kami terima. Keduanya dinyatakan positif terinfeksi virus corona,” ucapnya.

Lanjutnya, kemarin juga ada satu PDP lagi yang meninggal dunia. Yaitu, Ulin 33 berusia 60 tahun dari Banjarmasin. Namun, pihaknya belum menerima hasil laboratorium. “Pasien ini punya riwayat perjalanan di Gowa, Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Lalu untuk satu pasien positif lainnya, Muslim menuturkan, dia adalah Ulin 25, berusia 74 tahun asal Tabalong yang sebelumnya merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) dan telah terkonfirmasi positif. “Ini adalah perawatan hari ke lima dan kondisinya saat ini stabil,” ucapnya.

Terkait kondisi delapan pasien lain yang telah lebih dulu terkonfirmasi positif, dia mengungkapkan, pasien Ulin 1, Ulin 9, Ulin 10 dan Ulin 13 saat ini dalam kondisi stabil. “Termasuk dua terkonfirmasi positif yang kontak erat dengan Ulin 1, kondisinya stabil. Sekarang masih isolasi mandiri dan tidak ada gejala yang berarti,” ungkapnya.

Sedangkan untuk pasien Ulin 15 dan Ulin 24, dia menyebut hingga kemarin masih merasakan sesak nafas. “Sedangkan satu pasien yang dirawat di RS Anshari Saleh dalam kondisi stabil,” sebutnya.

Ditambahkannya, meningkat signifikannya jumlah positif corona lantaran adanya upaya cepat yang dilakukan para petugas di lapangan. “Petugas melakukan penyisiran dan traking, sehingga cepat menemukan pasien yang positif,” tuturnya.

Sementara itu, fakta lain yang tak kalah mengejutkan ialah untuk pertama kalinya dari 16 pasien, satu di antaranya ternyata dari Kota Banjarbaru. Hal ini tentu sangat membingungkan, mengingat selama ini di Banjarbaru kebanyakan masyarakatnya hanya berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Jumlah ODP dari Banjarbaru memang paling tinggi se-Kalsel, yakni sebanyak 205 orang. Namun, sampai saat ini belum ada satupun ODP dari Kota Idaman yang statusnya naik menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Lantas mengapa secara tiba-tiba mencuat satu kasus positif dari Banjarbaru? Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Rizana Mirza menyampaikan pasien positif di Banjarbaru berasal dari luar daerah.

“Sebenarnya, bukan kasus asli dari Banjarbaru karena yang bersangkutan ini dari luar daerah. Dia menempuh pendidikan di sebuah institusi pendidikan kedinasan di luar pulau Kalimantan,” ujar Rizana.

Selain itu, dijelaskannya bahwa warga Kota Banjarbaru tersebut dinyatakan terpapar virus corona setelah menjalani rapid test yang telah dilakukan sejak dua hari yang lalu dan langsung diisolasi oleh institusi pendidikan kedinasan yang bersangkutan.

Rizana memastikan bahwa tidak ada kontak yang terjadi dengan masyarakat yang ada di kota Banjarbaru. “Karena yang bersangkutan saat kembali ke sini langsung diisolasi. Jadi, tidak ada kontak dengan masyarakat yang ada di Banjarbaru. Yang bersangkutan saat ini dirawat di RSUD Ulin,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

BANJARMASIN – Rilis update terbaru terkait pasien virus corona atau Covid-19 di Banua, Minggu (5/4) sore cukup mengejutkan. Bagaimana tidak, jumlah kasus yang terkonfirmasi positif bertambah dua kali lipat dibandingkan hari sebelumnya: dari 8 menjadi 16 kasus.

Bukan hanya itu, dalam rilis Tim Gugus Tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan (P3) Covid-19 Kalsel juga menyebutkan, bahwa ada dua pasien positif corona yang meninggal dunia.

Dalam video conference yang diterima Radar Banjarmasin, Juru Bicara Tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Kalsel, M Muslim mengatakan, jumlah pasien positif corona bertambah dua kali lipat lantaran ada lima pasien sekaligus yang baru masuk ke RSUD Ulin Banjarmasin.

“Mereka adalah Ulin 35, Ulin 36, Ulin 37, Ulin 38 dan Ulin 39. Dengan usia antara 35 sampai dengan 45 tahun, berjenis kelamin laki-laki,” katanya.

Dia mengungkapkan, ke lima pasien baru yang dinyatakan positif corona tersebut punya riwayat perjalanan di Jawa Barat. “Sekarang kondisi mereka stabil,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk tiga pasien positif lainnya, Muslim menyampaikan dua diantaranya merupakan Pasien Dengan Pengawasan (PDP) RSUD Ulin yang sebelumnya telah meninggal dunia. Yakni, Ulin 23 dan 26. “Hasil swabnya baru kami terima. Keduanya dinyatakan positif terinfeksi virus corona,” ucapnya.

Lanjutnya, kemarin juga ada satu PDP lagi yang meninggal dunia. Yaitu, Ulin 33 berusia 60 tahun dari Banjarmasin. Namun, pihaknya belum menerima hasil laboratorium. “Pasien ini punya riwayat perjalanan di Gowa, Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Lalu untuk satu pasien positif lainnya, Muslim menuturkan, dia adalah Ulin 25, berusia 74 tahun asal Tabalong yang sebelumnya merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) dan telah terkonfirmasi positif. “Ini adalah perawatan hari ke lima dan kondisinya saat ini stabil,” ucapnya.

Terkait kondisi delapan pasien lain yang telah lebih dulu terkonfirmasi positif, dia mengungkapkan, pasien Ulin 1, Ulin 9, Ulin 10 dan Ulin 13 saat ini dalam kondisi stabil. “Termasuk dua terkonfirmasi positif yang kontak erat dengan Ulin 1, kondisinya stabil. Sekarang masih isolasi mandiri dan tidak ada gejala yang berarti,” ungkapnya.

Sedangkan untuk pasien Ulin 15 dan Ulin 24, dia menyebut hingga kemarin masih merasakan sesak nafas. “Sedangkan satu pasien yang dirawat di RS Anshari Saleh dalam kondisi stabil,” sebutnya.

Ditambahkannya, meningkat signifikannya jumlah positif corona lantaran adanya upaya cepat yang dilakukan para petugas di lapangan. “Petugas melakukan penyisiran dan traking, sehingga cepat menemukan pasien yang positif,” tuturnya.

Sementara itu, fakta lain yang tak kalah mengejutkan ialah untuk pertama kalinya dari 16 pasien, satu di antaranya ternyata dari Kota Banjarbaru. Hal ini tentu sangat membingungkan, mengingat selama ini di Banjarbaru kebanyakan masyarakatnya hanya berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Jumlah ODP dari Banjarbaru memang paling tinggi se-Kalsel, yakni sebanyak 205 orang. Namun, sampai saat ini belum ada satupun ODP dari Kota Idaman yang statusnya naik menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Lantas mengapa secara tiba-tiba mencuat satu kasus positif dari Banjarbaru? Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Rizana Mirza menyampaikan pasien positif di Banjarbaru berasal dari luar daerah.

“Sebenarnya, bukan kasus asli dari Banjarbaru karena yang bersangkutan ini dari luar daerah. Dia menempuh pendidikan di sebuah institusi pendidikan kedinasan di luar pulau Kalimantan,” ujar Rizana.

Selain itu, dijelaskannya bahwa warga Kota Banjarbaru tersebut dinyatakan terpapar virus corona setelah menjalani rapid test yang telah dilakukan sejak dua hari yang lalu dan langsung diisolasi oleh institusi pendidikan kedinasan yang bersangkutan.

Rizana memastikan bahwa tidak ada kontak yang terjadi dengan masyarakat yang ada di kota Banjarbaru. “Karena yang bersangkutan saat kembali ke sini langsung diisolasi. Jadi, tidak ada kontak dengan masyarakat yang ada di Banjarbaru. Yang bersangkutan saat ini dirawat di RSUD Ulin,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/