alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Jika Ada Pasien Corona Meninggal, Lokasi Khusus Pemakaman Sudah Disediakan

MARTAPURA – Hingga kini sudah ada tiga pasien positif virus corona atau Covid-19 dari Kabupaten Banjar yang dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin. Pemkab Banjar pun sudah memikirkan kemungkinan terburuk jika ada pasien yang meninggal dunia. Salah satunya, menyiapkan tempat pemakaman untuk mereka.

“Kami sudah menyiapkan tanah khusus untuk pemakaman pasien positif virus corona,” kata Sekda Banjar Mokhammad Hilman dalam video conference, (3/4).

Kendati tidak menyebutkan di mana lokasi tanah yang sudah disiapkan, namun Hilman mengungkapkan bahwa pihaknya mencarikan tempat pemakaman yang jauh dari pemukiman warga. “Untuk alkah pasien Covid-19 itu sudah kita persiapkan. Kita sudah minta izin dengan pak bupati, yang digunakan ialah aset tanah kita yang jauh dari pemukiman,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga menyampaikan bahwa Pemkab Banjar telah mengajak puluhan desa untuk memperketat protokol pengamanan terhadap arus keluar masuk tingkat desa. Guna meminimalisasi penularan Covid-19.

“Ada sekitar 62 desa di Kabupaten Banjar yang sudah menerapkan perketatan pengamanan arus di desa. Harapannya puluhan desa ini akan menjadi pelopor desa bebas virus covid-19,” ucapnya.

Hilman mengungkapkan, protokol pengamanan yang dilakukan puluhan desa tersebut ialah melakukan pendataan setiap kali ada orang yang masuk ke wilayahnya. “Selain di data, mereka yang datang dari luar daerah akan langsung dikarantina selama 14 hari,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, dia menyampaikan, para desa juga harus menerapkan hidup bersih untuk menangkal virus corona. “Desa boleh menggunakan dana desa untuk membeli keperluan dalam menerapkan pola hidup bersih, seperti tempat cuci tangan dan lain-lain,” ucapnya.

Sementara itu, terkait arus keluar masuk melalui Bandara Internasional Syamsudin Noor ke wilayah Banjar, Hilman mengatakan, selama ini juga selalu dilakukan pendataan oleh pihak TNI. “Namun hingga sekarang berdasarkan data yang diterima, warga yang masuk ke Kabupaten Banjar melalu jalur udara semuanya adalah Orang Tanpa Gejala (OTG),” pungkasnya. (ris/ram/ema)

MARTAPURA – Hingga kini sudah ada tiga pasien positif virus corona atau Covid-19 dari Kabupaten Banjar yang dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin. Pemkab Banjar pun sudah memikirkan kemungkinan terburuk jika ada pasien yang meninggal dunia. Salah satunya, menyiapkan tempat pemakaman untuk mereka.

“Kami sudah menyiapkan tanah khusus untuk pemakaman pasien positif virus corona,” kata Sekda Banjar Mokhammad Hilman dalam video conference, (3/4).

Kendati tidak menyebutkan di mana lokasi tanah yang sudah disiapkan, namun Hilman mengungkapkan bahwa pihaknya mencarikan tempat pemakaman yang jauh dari pemukiman warga. “Untuk alkah pasien Covid-19 itu sudah kita persiapkan. Kita sudah minta izin dengan pak bupati, yang digunakan ialah aset tanah kita yang jauh dari pemukiman,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga menyampaikan bahwa Pemkab Banjar telah mengajak puluhan desa untuk memperketat protokol pengamanan terhadap arus keluar masuk tingkat desa. Guna meminimalisasi penularan Covid-19.

“Ada sekitar 62 desa di Kabupaten Banjar yang sudah menerapkan perketatan pengamanan arus di desa. Harapannya puluhan desa ini akan menjadi pelopor desa bebas virus covid-19,” ucapnya.

Hilman mengungkapkan, protokol pengamanan yang dilakukan puluhan desa tersebut ialah melakukan pendataan setiap kali ada orang yang masuk ke wilayahnya. “Selain di data, mereka yang datang dari luar daerah akan langsung dikarantina selama 14 hari,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, dia menyampaikan, para desa juga harus menerapkan hidup bersih untuk menangkal virus corona. “Desa boleh menggunakan dana desa untuk membeli keperluan dalam menerapkan pola hidup bersih, seperti tempat cuci tangan dan lain-lain,” ucapnya.

Sementara itu, terkait arus keluar masuk melalui Bandara Internasional Syamsudin Noor ke wilayah Banjar, Hilman mengatakan, selama ini juga selalu dilakukan pendataan oleh pihak TNI. “Namun hingga sekarang berdasarkan data yang diterima, warga yang masuk ke Kabupaten Banjar melalu jalur udara semuanya adalah Orang Tanpa Gejala (OTG),” pungkasnya. (ris/ram/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/