alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Tanpa Dibatasi pun, Penumpang Bandara Sudah Sangat Sepi

BANJARBARU – Permintaan Pemprov Kalsel agar penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor dibatasi untuk mengatasi penyebaran virus corona, nampaknya tidak akan memberatkan para maskapai. Pasalnya, tanpa pembatasan pun, penumpang sudah sangat sepi.

Bahkan, maskapai sudah ada yang memilih hanya menerbangkan satu kali penerbangan untuk satu rute dalam sehari, sebelum ada permintaan dari Pemprov Kalsel melalui Tim Gugus Tugas Pengendalian dan Penanganan (P3) Covid-19 Kalsel terkait hal itu.

Perusahaan airline tersebut adalah Garuda Indonesia. Saat ini mereka hanya beroperasi satu kali di dua jurusan yang mereka layani di Bandara Syamsudin Noor. “Tanpa diminta pun kita sudah mengoperasikan satu kali penerbangan, yakni tujuan Banjarmasin-Jakarta,” kata GM Garuda Indonesia Banjarmasin, Tomy Chrisbianto.

Dia mengungkapkan, mereka memilih hanya beroperasi satu kali dalam sehari lantaran tidak ada penumpang yang diangkut. “Tidak mungkin kita terbang kosong. Yang bayar bahan bakar dari mana,” ungkapnya.

Sebelumnya, Garuda Indonesia punya lima penerbangan di Bandara Syamsudin Noor setiap harinya. Yakni, empat kali ke Jakarta dan satu kali ke Balikpapan.

Lalu bagaimana dengan maskapai lainnya? DM Citilink Banjarmasin, Redemtus Pramono mengaku sudah mengajukan pengurangan penerbangan ke Head Office sesuai permintaan Pemprov Kalsel. “Paling lambat tanggal 3 April (hari ini) kita harus sudah jalan,” ujarnya.

Dia menyampaikan, sebelum ada pengurangan, saat ini ada beberapa rute Citilink yang beroperasi lebih dari satu kali. Di antaranya, tujuan Jakarta (3 kali) dan Surabaya (4 kali). “Kalau tujuan Semarang memang dari awal cuma satu kali penerbangan. Sedangkan ke Yogyakarta, hanya 3 kali sepekan,” ucapnya.

Meski belum mengurangi penerbangan, Redemtus menuturkan, pihaknya sudah mengurangi kapasitas penumpang untuk mengurangi pergerakan manusia sesuai imbauan pemerintah dalam penanganan Covid-19. “Tempat duduk di pesawat sebenarnya sudah lama kita reduce. Dari 180 menjadi 120 seat, karena bangku tengah kita kosongkan untuk jaga jarak,” tuturnya.

Sebelumnya, Area Manager Lion Air Banjarmasin, Agung Purnama juga mengatakan, dalam sehari mereka sampai harus membatalkan 30 penerbangan lantaran tidak ada penumpangnya. “Dari 38 flight yang kami punya, sekarang tinggal delapan,” katanya.

Dia mengungkapkan, penerbangan yang paling banyak dibatalkan yakni tujuan Jakarta dan Surabaya. “Normalnya, dalam sehari flight ke Jakarta biasanya 9 kali dan Surabaya 10 kali. Tapi sekarang masing-masing cuma dua kali,” ungkapnya.

Lion Air di Bandara Internasional Syamsudin Noor sendiri selama ini melayani enam tujuan penerbangan. Selain Jakarta dan Surabaya, juga ke Semarang, Yogyakarta, Balikpapan dan Kotabaru. “Tujuan Balikpapan juga turun drastis. Biasanya lima penerbangan sehari, sekarang cuma satu. Kalau jurusan lainnya, rata-rata dari awal memang satu kali flight,” beber Agung.

Dia menyampaikan, dengan kondisi seperti ini otoritas bandara, Selasa (31/3) lalu mengajak rapat para maskapai untuk membahas tentang rencana pembatasan jam operasional Bandara Internasional Syamsudin Noor. “Hasil rapatnya bahwa bandara akan membatasi jam operasinya dari pukul 06.00 sampai 18.00 Wita. Tapi, kami belum tahu kapan akan mulai diberlakukan,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

BANJARBARU – Permintaan Pemprov Kalsel agar penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor dibatasi untuk mengatasi penyebaran virus corona, nampaknya tidak akan memberatkan para maskapai. Pasalnya, tanpa pembatasan pun, penumpang sudah sangat sepi.

Bahkan, maskapai sudah ada yang memilih hanya menerbangkan satu kali penerbangan untuk satu rute dalam sehari, sebelum ada permintaan dari Pemprov Kalsel melalui Tim Gugus Tugas Pengendalian dan Penanganan (P3) Covid-19 Kalsel terkait hal itu.

Perusahaan airline tersebut adalah Garuda Indonesia. Saat ini mereka hanya beroperasi satu kali di dua jurusan yang mereka layani di Bandara Syamsudin Noor. “Tanpa diminta pun kita sudah mengoperasikan satu kali penerbangan, yakni tujuan Banjarmasin-Jakarta,” kata GM Garuda Indonesia Banjarmasin, Tomy Chrisbianto.

Dia mengungkapkan, mereka memilih hanya beroperasi satu kali dalam sehari lantaran tidak ada penumpang yang diangkut. “Tidak mungkin kita terbang kosong. Yang bayar bahan bakar dari mana,” ungkapnya.

Sebelumnya, Garuda Indonesia punya lima penerbangan di Bandara Syamsudin Noor setiap harinya. Yakni, empat kali ke Jakarta dan satu kali ke Balikpapan.

Lalu bagaimana dengan maskapai lainnya? DM Citilink Banjarmasin, Redemtus Pramono mengaku sudah mengajukan pengurangan penerbangan ke Head Office sesuai permintaan Pemprov Kalsel. “Paling lambat tanggal 3 April (hari ini) kita harus sudah jalan,” ujarnya.

Dia menyampaikan, sebelum ada pengurangan, saat ini ada beberapa rute Citilink yang beroperasi lebih dari satu kali. Di antaranya, tujuan Jakarta (3 kali) dan Surabaya (4 kali). “Kalau tujuan Semarang memang dari awal cuma satu kali penerbangan. Sedangkan ke Yogyakarta, hanya 3 kali sepekan,” ucapnya.

Meski belum mengurangi penerbangan, Redemtus menuturkan, pihaknya sudah mengurangi kapasitas penumpang untuk mengurangi pergerakan manusia sesuai imbauan pemerintah dalam penanganan Covid-19. “Tempat duduk di pesawat sebenarnya sudah lama kita reduce. Dari 180 menjadi 120 seat, karena bangku tengah kita kosongkan untuk jaga jarak,” tuturnya.

Sebelumnya, Area Manager Lion Air Banjarmasin, Agung Purnama juga mengatakan, dalam sehari mereka sampai harus membatalkan 30 penerbangan lantaran tidak ada penumpangnya. “Dari 38 flight yang kami punya, sekarang tinggal delapan,” katanya.

Dia mengungkapkan, penerbangan yang paling banyak dibatalkan yakni tujuan Jakarta dan Surabaya. “Normalnya, dalam sehari flight ke Jakarta biasanya 9 kali dan Surabaya 10 kali. Tapi sekarang masing-masing cuma dua kali,” ungkapnya.

Lion Air di Bandara Internasional Syamsudin Noor sendiri selama ini melayani enam tujuan penerbangan. Selain Jakarta dan Surabaya, juga ke Semarang, Yogyakarta, Balikpapan dan Kotabaru. “Tujuan Balikpapan juga turun drastis. Biasanya lima penerbangan sehari, sekarang cuma satu. Kalau jurusan lainnya, rata-rata dari awal memang satu kali flight,” beber Agung.

Dia menyampaikan, dengan kondisi seperti ini otoritas bandara, Selasa (31/3) lalu mengajak rapat para maskapai untuk membahas tentang rencana pembatasan jam operasional Bandara Internasional Syamsudin Noor. “Hasil rapatnya bahwa bandara akan membatasi jam operasinya dari pukul 06.00 sampai 18.00 Wita. Tapi, kami belum tahu kapan akan mulai diberlakukan,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/