alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Dishub: Banjarmasin Tak Mungkin Karantina, Screening di Pintu Masuk pun Tak Bisa

BANJARMASIN – Pemko Banjarmasin nyaris memberlakukan karantina wilayah. Menutup dan memperketat akses keluar masuk kota ini. Tapi urung dilakukan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik mengatakan tak mungkin menutup akses. “Berdasarkan perpres, itu adalah kewenangan pusat. Jadi tidak mungkin melakukan karantina wilayah,” ucap Ketua Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Banjarmasin itu.

Lalu muncul opsi. Memperketat pintu masuk kota. Dengan melakukan screening terhadap tiap pengendara. Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina minta fokus ke dua titik. Kilometer 6, dan perbatasan antara Kabupaten Barito Kuala (Handil Bhakti).

Opsi itu nyatanya juga tak bisa diambil. Forum LLAJ tak bisa menerapkannya. “Bayangkan saja, kalau Pal 6 itu dilakukan screening, bisa-bisa antrean panjang terjadi hingga Pal 17,” ucapnya.

Begitu pula dengan di perbatasan Barito Kuala. Di jalur ini akan makin sulit. Lalu lintas di sana sedang tak normal.

“Di Handil Bhakti, tanpa screening pun macetnya luar biasa. Jadi rasanya hal itu tidak mungkin dilakukan,” katanya.

Termasuk juga untuk jalur masuk lainnya. Seperti Lingkar Selatan dan Sungai Lulut.

Lantas, apa yang bisa dilakukan? Ichwan menyebut tinggal dua opsi. Memperketat gerbang masuk melalui pelabuhan dan Terminal Pal 6. “Di pelabuhan sudah ditangani KSOP. Jadi opsinya tinggal satu, yakni di Terminal Pal 6,” sebutnya.

Dishub sudah melakukan koordinasi dengan pihak provinsi. Untuk memasang pos screening di terminal tersebut.

Nantinya, setiap orang akan diperiksa satu persatu. Menggunakan termogram. Alat pengukur suhu badan. Setidaknya itulah yang paling memungkinkan dilakukan. “Setiap orang yang baru turun dari bus akan diperiksa satu per satu. Termasuk juga yang akan naik,” jelas Ichwan.

Meski tak bisa melakukan screening di jalur-jalus masuk kota, Dishub dan Satpol PP tetap akan mendirikan posko kecil di tiap perbatasan. Untuk meminta warga agar mengikuti imbauan pemerintah.

“Saya heran, warga Banjarmasin seakan tak takut. Banyak saja yang berkeluyuran. Tidak sama seperti di Surabaya atau kota lainnya. Mereka patuh,” cetusnya.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan opsi memperketat ini akan segera efektif dijalankan. Demi mencegah mewabahnya Covid-19 di Banjarmasin. “Demi mencegah penularan virus yang datang dari luar. Apalagi Banjarmasin sudah ada yang positif terjangkit, tentu pengawasan harus ditingkatkan,” tuntasnya.(nur/dye/ema)

BANJARMASIN – Pemko Banjarmasin nyaris memberlakukan karantina wilayah. Menutup dan memperketat akses keluar masuk kota ini. Tapi urung dilakukan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik mengatakan tak mungkin menutup akses. “Berdasarkan perpres, itu adalah kewenangan pusat. Jadi tidak mungkin melakukan karantina wilayah,” ucap Ketua Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Banjarmasin itu.

Lalu muncul opsi. Memperketat pintu masuk kota. Dengan melakukan screening terhadap tiap pengendara. Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina minta fokus ke dua titik. Kilometer 6, dan perbatasan antara Kabupaten Barito Kuala (Handil Bhakti).

Opsi itu nyatanya juga tak bisa diambil. Forum LLAJ tak bisa menerapkannya. “Bayangkan saja, kalau Pal 6 itu dilakukan screening, bisa-bisa antrean panjang terjadi hingga Pal 17,” ucapnya.

Begitu pula dengan di perbatasan Barito Kuala. Di jalur ini akan makin sulit. Lalu lintas di sana sedang tak normal.

“Di Handil Bhakti, tanpa screening pun macetnya luar biasa. Jadi rasanya hal itu tidak mungkin dilakukan,” katanya.

Termasuk juga untuk jalur masuk lainnya. Seperti Lingkar Selatan dan Sungai Lulut.

Lantas, apa yang bisa dilakukan? Ichwan menyebut tinggal dua opsi. Memperketat gerbang masuk melalui pelabuhan dan Terminal Pal 6. “Di pelabuhan sudah ditangani KSOP. Jadi opsinya tinggal satu, yakni di Terminal Pal 6,” sebutnya.

Dishub sudah melakukan koordinasi dengan pihak provinsi. Untuk memasang pos screening di terminal tersebut.

Nantinya, setiap orang akan diperiksa satu persatu. Menggunakan termogram. Alat pengukur suhu badan. Setidaknya itulah yang paling memungkinkan dilakukan. “Setiap orang yang baru turun dari bus akan diperiksa satu per satu. Termasuk juga yang akan naik,” jelas Ichwan.

Meski tak bisa melakukan screening di jalur-jalus masuk kota, Dishub dan Satpol PP tetap akan mendirikan posko kecil di tiap perbatasan. Untuk meminta warga agar mengikuti imbauan pemerintah.

“Saya heran, warga Banjarmasin seakan tak takut. Banyak saja yang berkeluyuran. Tidak sama seperti di Surabaya atau kota lainnya. Mereka patuh,” cetusnya.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan opsi memperketat ini akan segera efektif dijalankan. Demi mencegah mewabahnya Covid-19 di Banjarmasin. “Demi mencegah penularan virus yang datang dari luar. Apalagi Banjarmasin sudah ada yang positif terjangkit, tentu pengawasan harus ditingkatkan,” tuntasnya.(nur/dye/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/