alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

Lindungi Warga Banua, Kalsel Siap Karantina Wilayah

BANJARMASIN – Masifnya penularan Covid-19 di Kalsel membuat pemerintah akhirnya mempersiapkan kebijakan mengkarantina wilayah. Kemarin, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengeluarkan keputusan gubernur nomor 188.44/0210/kum2020 tentang Pembatasan Arus Masuk Orang Yang Datang Dari Luar Wilayah Kalsel, mulai Selasa (31/3).

Keputusan ini menindaklanjuti hasil rapat koordinasi dengan semua pemangku kebijakan pada Minggu 29 Maret lalu di Mahligai Pancasila. Selain itu, keluarnya keputusan ini memperhatikan dua provinsi tetangga yang sudah banyak terpapar postif Covid-19.

Pembatasan wilayah yang diputuskan gubernur ini, mendadak disampaikan oleh Ketua Gugus Tugus Pencegahan, Pengendalian dan Penanganan Covid-19 Kalsel, Abdul Haris, Selasa (31/3) malam. Dikatakannya, keputusan ini diambil bertujuan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di Kalsel.

“Surat edaran langsung dikirim ke Bandara dan Pelabuhan di Banjarmasin dan Batulicin,” terang Haris.

Haris tak menyebut rinci bagaimana sistem pembatasan orang masuk ke wilayah Kalsel ini, namun, dalam keterangannya, baik otoritas bandara maupun pelabuhan agar melakukan koordinasi dan sosialisasi kepada pihak airlines dan pengusaha penerbangan.

“Kepada bandara dan KSOP agar segera melakukan sosialisasi,” ucapnya.

Maskapai penerbangan sendiri sudah di hari-hari yang sulit. Bagaimana tidak, sejak virus corona mewabah jumlah penumpang pesawat turun drastis. Kondisi tersebut membuat mereka harus membatalkan sejumlah penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor.

 

WNA Dilarang Masuk Indonesia

Semenara itu, Meningkatnya jumlah penderita Covid-19 membuat pemerintah mengambil kebijakan radikal di seluruh pintu masuk negara. Bila sebelumnya hanya WNA dari empat negara yang dilarang masuk, kini larangan berlaku untuk semua negara tanpa kecuali. Selain itu, peerintah juga menyiapkan penyambutan eksodus WNI dari luar negeri.

Kemarin, Presiden Joko Widodo menggelar rapat kabinet terbatas membahas kepulangan WNI dan perlintasan WNA di Indonesia. Ratas tersebut menghasilkan dua kebijakan, yakni prosedur penerimaan WNI yang kembali dari luar negeri dan larangan masuk bagi WNA semua negara.

Menlu Retno Marsudi menjelaskan, presiden sudah memintah ada penguatan kebijakan terkait lalu lintas orang menuju Indonesia. untuk WNA, larangan berkunjung akan diperluas cakupannya. “Telah diputuskan bahwa kunjungan dan transit warga negara asing ke wilayah Indonesia untuk sementara akan dihentikan,” terangnya usai ratas kemarin.

Meskipun demikian, tetap ada pengecualian untuk WNA dengan kondisi tertentu. Yakni, WNA pemegang Kartu izin tinggal sementara atau tetap, izin diplomatik, izin dinas, dan sejenisnya. Mereka tetap boleh masuk ke Indonesia setelah kembali dari negaranya. Namun, mereka akan terkena protokol kesehatan.

Protokol yang dimaksud adalah mereka wajib membawa surat sehat dari otoritas negara yang dikunjungi sebelum ke Indonesia. Kemudian, sesampainya di bandara mereka akan diperiksa oleh tim dari kantor kesehatan pelabuhan. Bila terdeteksi gejala Covid-19, tentu mereka akan dikarantina di fasilitas pemerintah. Sementara, bila dinyatakan sehat, mereka tetap wajib menjalani isolasi mandiri di rumahnya di Indonesia selama 14 hari.

Disinggung mengenai jadwal pemberlakuan aturan tersebut, Retno menyatakan masih menunggu terbitnya PermenkumHAM. “Saya tidak jelaskan sekarang kapan akan berlaku, tetapi akan berlaku secepat mungkin,” tuturnya. (mof/ris/byu/tyo/wan/ran/ema)

BANJARMASIN – Masifnya penularan Covid-19 di Kalsel membuat pemerintah akhirnya mempersiapkan kebijakan mengkarantina wilayah. Kemarin, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengeluarkan keputusan gubernur nomor 188.44/0210/kum2020 tentang Pembatasan Arus Masuk Orang Yang Datang Dari Luar Wilayah Kalsel, mulai Selasa (31/3).

Keputusan ini menindaklanjuti hasil rapat koordinasi dengan semua pemangku kebijakan pada Minggu 29 Maret lalu di Mahligai Pancasila. Selain itu, keluarnya keputusan ini memperhatikan dua provinsi tetangga yang sudah banyak terpapar postif Covid-19.

Pembatasan wilayah yang diputuskan gubernur ini, mendadak disampaikan oleh Ketua Gugus Tugus Pencegahan, Pengendalian dan Penanganan Covid-19 Kalsel, Abdul Haris, Selasa (31/3) malam. Dikatakannya, keputusan ini diambil bertujuan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di Kalsel.

“Surat edaran langsung dikirim ke Bandara dan Pelabuhan di Banjarmasin dan Batulicin,” terang Haris.

Haris tak menyebut rinci bagaimana sistem pembatasan orang masuk ke wilayah Kalsel ini, namun, dalam keterangannya, baik otoritas bandara maupun pelabuhan agar melakukan koordinasi dan sosialisasi kepada pihak airlines dan pengusaha penerbangan.

“Kepada bandara dan KSOP agar segera melakukan sosialisasi,” ucapnya.

Maskapai penerbangan sendiri sudah di hari-hari yang sulit. Bagaimana tidak, sejak virus corona mewabah jumlah penumpang pesawat turun drastis. Kondisi tersebut membuat mereka harus membatalkan sejumlah penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor.

 

WNA Dilarang Masuk Indonesia

Semenara itu, Meningkatnya jumlah penderita Covid-19 membuat pemerintah mengambil kebijakan radikal di seluruh pintu masuk negara. Bila sebelumnya hanya WNA dari empat negara yang dilarang masuk, kini larangan berlaku untuk semua negara tanpa kecuali. Selain itu, peerintah juga menyiapkan penyambutan eksodus WNI dari luar negeri.

Kemarin, Presiden Joko Widodo menggelar rapat kabinet terbatas membahas kepulangan WNI dan perlintasan WNA di Indonesia. Ratas tersebut menghasilkan dua kebijakan, yakni prosedur penerimaan WNI yang kembali dari luar negeri dan larangan masuk bagi WNA semua negara.

Menlu Retno Marsudi menjelaskan, presiden sudah memintah ada penguatan kebijakan terkait lalu lintas orang menuju Indonesia. untuk WNA, larangan berkunjung akan diperluas cakupannya. “Telah diputuskan bahwa kunjungan dan transit warga negara asing ke wilayah Indonesia untuk sementara akan dihentikan,” terangnya usai ratas kemarin.

Meskipun demikian, tetap ada pengecualian untuk WNA dengan kondisi tertentu. Yakni, WNA pemegang Kartu izin tinggal sementara atau tetap, izin diplomatik, izin dinas, dan sejenisnya. Mereka tetap boleh masuk ke Indonesia setelah kembali dari negaranya. Namun, mereka akan terkena protokol kesehatan.

Protokol yang dimaksud adalah mereka wajib membawa surat sehat dari otoritas negara yang dikunjungi sebelum ke Indonesia. Kemudian, sesampainya di bandara mereka akan diperiksa oleh tim dari kantor kesehatan pelabuhan. Bila terdeteksi gejala Covid-19, tentu mereka akan dikarantina di fasilitas pemerintah. Sementara, bila dinyatakan sehat, mereka tetap wajib menjalani isolasi mandiri di rumahnya di Indonesia selama 14 hari.

Disinggung mengenai jadwal pemberlakuan aturan tersebut, Retno menyatakan masih menunggu terbitnya PermenkumHAM. “Saya tidak jelaskan sekarang kapan akan berlaku, tetapi akan berlaku secepat mungkin,” tuturnya. (mof/ris/byu/tyo/wan/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/