alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Thursday, 19 May 2022

Walikota dan Wawali Tinjau Pembuatan Hand Sanitizer

BANJARBARU – Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani bersama Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan, Rabu (1/4) tadi meninjau proses pembuatan hand sanitizer yang digagas oleh mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Bertempat di gedung II Fakultas MIPA ULM di Banjarbaru, pembuatan hand sanitizer dilakukan oleh para mahasiswa dari Jurusan Farmasi FMIPA ULM dan dari program Studi Profesi Apoteker bersama tiga dosen pembantu.

Proses pembuatan sendiri dilakukan dengan cara physical distancing, yakni diusahakan tidak ada kontak badan. Selain itu, para pembuat juga menggunakan sarung tangan dan mengutamakan SOP yang ditentukan oleh WHO. Termasuk komposisinya, sesuai dengan standar WHO yaitu dengan kadar etanol 70 sampai 85 persen.

Usai melihat secara langsung proses pembuatannya, Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhami menyampaikan bahwa pembuatan hand sanitizer merupakan kerja sama antara Pemerintah Kota Banjarbaru dengan Jurusan Farmasi Fakultas MIPA ULM. “Ini merupakan langkah kita untuk mengantisipasi kelangkaan hand sanitizer saat ini,” katanya.

Selain itu, dia mengungkapkan, pembuatan hand sanitizer juga bagian dari upaya mewujudkan tri darma perguruan tinggi. Yakni, pengabdian kepada masyarakat.

“Hand sanitizer yang dibuat ini berstandar WHO untuk kebutuhan Pemko Banjarbaru, tenaga medis dan Insya Allah akan kita bagikan juga ke masyarakat secara gratis,” ucapnya.

Nadjmi mengungkapkan, Pemko Banjarbaru saat ini berupaya memberdayakan semua potensi yang ada untuk bersama-sama menangani penyebaran Covid-19. “Tetap semangat, jaga kesehatan, jaga jarak dan hindari keramaian,” imbaunya. (ris/bin/ema)

BANJARBARU – Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani bersama Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan, Rabu (1/4) tadi meninjau proses pembuatan hand sanitizer yang digagas oleh mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Bertempat di gedung II Fakultas MIPA ULM di Banjarbaru, pembuatan hand sanitizer dilakukan oleh para mahasiswa dari Jurusan Farmasi FMIPA ULM dan dari program Studi Profesi Apoteker bersama tiga dosen pembantu.

Proses pembuatan sendiri dilakukan dengan cara physical distancing, yakni diusahakan tidak ada kontak badan. Selain itu, para pembuat juga menggunakan sarung tangan dan mengutamakan SOP yang ditentukan oleh WHO. Termasuk komposisinya, sesuai dengan standar WHO yaitu dengan kadar etanol 70 sampai 85 persen.

Usai melihat secara langsung proses pembuatannya, Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhami menyampaikan bahwa pembuatan hand sanitizer merupakan kerja sama antara Pemerintah Kota Banjarbaru dengan Jurusan Farmasi Fakultas MIPA ULM. “Ini merupakan langkah kita untuk mengantisipasi kelangkaan hand sanitizer saat ini,” katanya.

Selain itu, dia mengungkapkan, pembuatan hand sanitizer juga bagian dari upaya mewujudkan tri darma perguruan tinggi. Yakni, pengabdian kepada masyarakat.

“Hand sanitizer yang dibuat ini berstandar WHO untuk kebutuhan Pemko Banjarbaru, tenaga medis dan Insya Allah akan kita bagikan juga ke masyarakat secara gratis,” ucapnya.

Nadjmi mengungkapkan, Pemko Banjarbaru saat ini berupaya memberdayakan semua potensi yang ada untuk bersama-sama menangani penyebaran Covid-19. “Tetap semangat, jaga kesehatan, jaga jarak dan hindari keramaian,” imbaunya. (ris/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/