alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Kalsel Siap Karantina Wilayah; Sehari, Lion Air Batalkan 30 Penerbangan

BANJARMASIN – Masifnya penularan Covid-19 di Kalsel membuat pemerintah akhirnya mempersiapkan kebijakan mengkarantina wilayah. Kemarin, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengeluarkan keputusan gubernur nomor 188.44/0210/kum2020 tentang Pembatasan Arus Masuk Orang Yang Datang Dari Luar Wilayah Kalsel, mulai Selasa (31/3).

Keputusan ini menindaklanjuti hasil rapat koordinasi dengan semua pemangku kebijakan pada Minggu 29 Maret lalu di Mahligai Pancasila. Selain itu, keluarnya keputusan ini memperhatikan dua provinsi tetangga yang sudah banyak terpapar postif Covid-19.

Pembatasan wilayah yang diputuskan gubernur ini, mendadak disampaikan oleh Ketua Gugus Tugus Pencegahan, Pengendalian dan Penanganan Covid-19 Kalsel, Abdul Haris, Selasa (31/3) malam.

Dikatakannya, keputusan ini diambil bertujuan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di Kalsel. “Surat edaran langsung dikirim ke Bandara dan Pelabuhan di Banjarmasin dan Batulicin,” terang Haris.

Haris tak menyebut rinci bagaimana sistem pembatasan orang masuk ke wilayah Kalsel ini, namun, dalam keterangannya, baik otoritas bandara maupun pelabuhan agar melakukan koordinasi dan sosialisasi kepada pihak airlines dan pengusaha penerbangan. “Kepada bandara dan KSOP agar segera melakukan sosialisasi,” ucapnya.

Maskapai penerbangan sendiri sudah di hari-hari yang sulit. Bagaimana tidak, sejak virus corona mewabah jumlah penumpang pesawat turun drastis. Kondisi tersebut membuat mereka harus membatalkan sejumlah penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Area Manager Lion Air Banjarmasin, Agung Purnama mengatakan, dalam sehari mereka sampai harus membatalkan 30 penerbangan lantaran tidak ada penumpangnya. “Dari 38 flight yang kami punya, sekarang tinggal delapan,” katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Dia mengungkapkan, penerbangan yang paling banyak dibatalkan yakni tujuan Jakarta dan Surabaya. “Normalnya, dalam sehari flight ke Jakarta biasanya 9 kali dan Surabaya 10 kali. Tapi sekarang masing-masing cuma dua kali,” ungkapnya.

Lion Air di Bandara Internasional Syamsudin Noor sendiri selama ini melayani enam tujuan penerbangan. Selain Jakarta dan Surabaya, juga ke Semarang, Yogyakarta, Balikpapan dan Kotabaru. “Tujuan Balikpapan juga turun drastis. Biasanya lima penerbangan sehari, sekarang cuma satu. Kalau jurusan lainnya, rata-rata dari awal memang satu kali flight,” beber Agung.

Dia menyampaikan, dengan kondisi seperti ini otoritas bandara, Selasa (31/3) kemarin mengajak rapat para maskapai untuk membahas tentang rencana pembatasan jam operasional Bandara Internasional Syamsudin Noor. “Hasil rapatnya bahwa bandara akan membatasi jam operasinya dari pukul 06.00 sampai 18.00 Wita. Tapi, kami belum tahu kapan akan mulai diberlakukan,” ucapnya.

Adanya wacana pembatasan jam operasional juga disampaikan DM Citilink Banjarmasin, Redemtus Pramono. “Iya memang ada rencana pembatasan, tapi belum final. Kita tunggu saja info selanjutnya,” ujarnya.

Ditanya terkait bagaimana kondisi penerbangan Citilink selama pandemi Covid-19, dia enggan buka-bukaan dan mengaku semuanya masih berjalan normal. “Kita masih normal kalau sekarang Mas,” paparnya.

Sementara itu, GM Garuda Indonesia Banjarmasin Tomy Chrisbiantoko mengaku belum tahu terkait rencana pembatasan jam operasional bandara. “Mungkin infonya ada di pihak operasional. Tapi mereka juga tidak info ke saya kok,” bebernya.

Dia menambahkan, saat ini sudah banyak penerbangan yang dibatalkan akibat sepinya penumpang. “Sehari ada tiga penerbangan kami yang dibatalkan lantaran jumlah penumpang berkurang drastis, yakni sekitar 80 sampai 90 persen,” tambahnya.

Garuda Indonesia sendiri selama ini punya jatah lima flight di Bandara Internasional Syamsudin Noor, yakni empat ke Jakarta dan satu ke Balikpapan.

Menurut Tomy, turun drastisnya jumlah penumpang lantaran masyarakat sudah teredukasi tentang work from home dan menunda perjalanan dinas. “Orang sekarang lebih memilih berdiam di rumah untuk menghindari virus corona,” ujarnya.

Dia berharap, wabah Covid-19 dapat segera diatasi. Agar penerbangan dapat kembali normal. “Kita lihat kebijakan pemerintah lebih lanjut. Mudah-mudahan tidak sampai lockdown,” harapnya.

Secara terpisah, GM Bandara Internasional Syamsudin Noor Indah Preastuty membenarkan jika jumlah penumpang di bandara sekarang turun drastis, hingga mengakibatkan banyak penerbangan dibatalkan.

“Ya pasti berkurang, karena ada imbauan untuk di rumah saja dan kesadaran masyarakat untuk mendukung upaya memutus penyebaran Covid-19 membuat banyak orang yang menunda perjalanannya. Itu secara tidak langsung membuat maskapai juga mengevaluasi kembali penerbangannya menyesuaikan dengan kondisi yang ada,” paparnya.

WNA Dilarang Masuk Indonesia

Semenara itu, Meningkatnya jumlah penderita Covid-19 membuat pemerintah mengambil kebijakan radikal di seluruh pintu masuk negara. Bila sebelumnya hanya WNA dari empat negara yang dilarang masuk, kini larangan berlaku untuk semua negara tanpa kecuali. Selain itu, peerintah juga menyiapkan penyambutan eksodus WNI dari luar negeri.

Kemarin, Presiden Joko Widodo menggelar rapat kabinet terbatas membahas kepulangan WNI dan perlintasan WNA di Indonesia. Ratas tersebut menghasilkan dua kebijakan, yakni prosedur penerimaan WNI yang kembali dari luar negeri dan larangan masuk bagi WNA semua negara.

Menlu Retno Marsudi menjelaskan, presiden sudah memintah ada penguatan kebijakan terkait lalu lintas orang menuju Indonesia. untuk WNA, larangan berkunjung akan diperluas cakupannya. ’’Telah diputuskan bahwa kunjungan dan transit warga negara asing ke wilayah Indonesia untuk sementara akan dihentikan,’’ terangnya usai ratas kemarin.

Meskipun demikian, tetap ada pengecualian untuk WNA dengan kondisi tertentu. Yakni, WNA pemegang Kartu izin tinggal sementara atau tetap, izin diplomatik, izin dinas, dan sejenisnya. Mereka tetap boleh masuk ke Indonesia setelah kembali dari negaranya. Namun, mereka akan terkena protokol kesehatan.

Protokol yang dimaksud adalah mereka wajib membawa surat sehat dari otoritas negara yang dikunjungi sebelum ke Indonesia. Kemudian, sesampainya di bandara mereka akan diperiksa oleh tim dari kantor kesehatan pelabuhan. Bila terdeteksi gejala Covid-19, tentu mereka akan dikarantina di fasilitas pemerintah. Sementara, bila dinyatakan sehat, mereka tetap wajib menjalani isolasi mandiri di rumahnya di Indonesia selama 14 hari.

Disinggung mengenai jadwal pemberlakuan aturan tersebut, Retno menyatakan masih menunggu terbitnya PermenkumHAM. ’’Saya tidak jelaskan sekarang kapan akan berlaku, tetapi akan berlaku secepat mungkin,’’ tuturnya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama Kemenkumham Bambang Wiyono menyatakan sampai saat ini peraturan soal pembatasan akses masuk warga negara asing masih dalam proses. Pihaknya menyebut berupaya mempercepat proses itu. ’’Sedang dalam proses. Mudah-mudahan cepat selesai ya,’’ kata Bambang saat dikonfirmasi Jawa Pos.

Protocol kesehatan yang sama juga akan diberlakukan kepada WNI yang kembali ke Indoenisa dari luar negeri. Menko PMK Muhadjir Effendy menjelaskan, empat kategori WNI yang akan pulang ke Indonesia.

Pertama adalah WNI yang bekerja di daratan, terutama di Malaysia. Kemudian, WNI yang bekerja di kapal pesiar. Kategori ketiga adalah WNI jamaah tabligh dan terakhir WNI umum di luar tiga kategori itu.

Mereka yang akan kembali ke Indonesia, saat tiba akan dilakukan pemeriksaan lengkap. Khususnya status kesehatan mereka, termasuk daerah tujuan akhir. Pemerintah menambahkan syarat baru bagi WNI yang mau pulang. Mereka harus menyertakan sertifikat kesehatan dari negara tempat bekerja atau yang dikunjungi. ’’Nanti akan dibantu oleh Kedutaan Besar (untuk medapatkannya),’’ terang Muhadjir.

Meskipun sudah membawa sertifikat kesehatan, mereka akan dicek ulang kesehatannya oleh kantor kesehatan pelabuhan tanpa terkecuali. Dari situ, mereka akan dipisah menjadi dua golongan. Bila dinyatakan memiliki gejala, mereka akan dikirim ke pusat karantina milik Kementerian Sosial. Alternatif lainnya adalah pulau Galang, Natuna, dan Sebaru.

WNI yang sehat akan dibantu pemulangan ke daerah asal. Dengan catatan, mereka wajib menjalani isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Ketentuan itu berlaku bagi semua WNI yang pulang dari LN. Muhadjir memastikan, tiga jenis WNI, yakni pekerja darat, ABK, dan jamaah tabligh yang harus dikarantina akan ditempatkan di lokasi terpisah.

Menlu Retno menyebut, saat ini memang sedang terjadi gelombang eksodus kepulangan WNI dari Malaysia, khususnya pekerja migran. Itu adalah dampak kebijakan movement control order (MCO) di Malaysia. ’’WNI kita yang tinggal dan bekerja di Malaysia jumlahnya sudah dapat dipastikan melebihi satu juta orang,’’ terangnya.

Begitu pula dengan ABK yang di seluruh dunia tercatat berjumlah 11.838 orang dan bekerja di 80 kapal pesiar. Untuk saat ini, masing-masing KBRI da KJRI sedang berupaya agar semua hak mereka dipenuhi oleh pemilik kapal. Tidak semuanya pulang. Sebagian harus tetap tinggal karena bekerja di bagian inti kapal.

Khusus untuk ABK, pemulangannya sudah diputuskan melalui satu pintu. Yakni, bandara Ngurah Rai Denpasar. Sementara, jamaah tabligh yang tercatat berada di luar negeri berjumlah 1.456. Separo lebih berada di India.

Kepulangan para WNI tersebut bersifat sukarela. Tidak ada program evakuasi sebagaimana yang dilakukan apda WNI di Wuhan. ’’Bahkan kita harapkan mereka tidak usah pulang,’’ timpal Muhadjir ketika ditanya soal program pemulangan. Dalam arti, bila tidak mendesak, sebaiknya memang tidak perlu pulang.

Pemerintah memastikan bakal mengirim bantuan kepada para pekerja migran yang masih mau bertahan di Malaysia. Khususnya para pekerja harian yang terdampak kebijakan MCO. ’’Yang sudah disepakati bersama antaran kita dan bu menlu dengan panglima akan kirim sembako,’’ tuturnya. sembako akan dikirim menggunakan KRI, dan untuk penyalurannya TNI akan berkomunikasi dengan militer Malaysia.

Muhadjir mengatakan, pihaknya sedang berupaya menahan agar para buruh migran tidak pulang dulu ke Indonesia. Karena pemerintah juga sedang berupaya menjaga keselamatan WNI di dalam dan luar negeri. sehingga, sebaiknya tidak ada pergerakan orang lebih dahulu selama pandemi masih berlangsung.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menuturkan WNI atau TKI di sejumlah negara saat ini sedang dalam masa sulit. Contohnya yang berada di Malaysia. Di tengah kebijakan lockdown yang diterapkan negeri jiran tersebut, banyak WNI yang kesulitan mengakses kebutuhan bahan pokok.

Pemerintah sudah menetapkan sejumlah antisipasi. ’’Pemerintah menyiapkan sembako ke Malaysia untuk mereka (TKI, Red) yang sulit memperoleh makanan,’’ katanya. Skenario yang dijalankan adalah mengirimkan anggaran atau uang ke KBRI di Kuala Lumpur. Kemudian membeli sembako di sana sesuai dengan kebutuhan para TKI. Menurut Ma’ruf cara itu lebih mudah ketimbang mengirimkan sembako secara langsung dari Indonesia ke Malaysia.

Selain itu pemerintah juga menyiapkan skenario jika diperlukan evakuasi WNI atua TKI seperti yang dilakukan di Wuhan saat itu. Namun bedanya dalam evakuasi WNI ini, semuanya tidak dikarantina di Natuna seperti saat evakuasi WNI dari Wuhan dahulu.

Dalam skenario pemulangan WNI yang disiapkan sekarang, para WNI atau TKI akan langsung dipulangkan ke daerah masing-masing. Dengan catatan bagi yang muncul gejala sakit akan dikarantina terlebih dahulu sampai dinyatakan aman. Kemudian baru dipulangkan ke kampung halamannya.

Sampai saat ini Ma’ruf mengatakan belum ada jumlah pasti berapa banyak TKI yang akan dipulangkan. ’’Kalau jumlah TKI di luar negeri banyak,’’ katanya. Namun tidak semuanya memerlukan proses evakuasi. Pemerintah sedang menginventarisir jumlah TKI atua WNI termasuk dari negara mana saja yang perlu dievakuasi. Pendataan juga diperlukan untuk menetapkan alokasi anggaran untuk sembako para WNI di Malaysia.

Ma’ruf mengingatkan pemerintah daerah, khususnya gubernur, harus siap mengantisipasi kedatangan para WNI atau TKI itu. Dia mengatakan kedatangan TKI tidak hanya yang dari proses evakuasi pemerintah. Tetapi juga antisipasi WNI atau TKI yang pulang secara mandiri.

Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo menyampaikan sejumah catatan terkait rencana pemerintah memulangkan TKI dari negara terjangkit wabah Covid-19 seperti Malaysia. Dia mengatakan pemerintah harus memprotes langkah Malaysia yang tetap melakukan deportasi massal pekerja migran asal Indonesia di saat negara itu menerapkan lockdown. Menurutnya kebijakan deportasi massal itu membuat para TKI menjadi rentan tertular karena berada dalam kerumuman pemulangan.

Lalu pemerintah Indonesia harus mengendepankan prinsip penghormatan hak asasi manusia dan tidak melakukan stigma dan tidak diskriminatif dalam penanganan pemulangan. ’’Harus ada komunikasi dnegan pemda untuk pemantauan pekerja migran yang pulang dan berstatus orang dalam pemantauan,’’ katanya.

Upaya ini penting untuk melakukan pendataan dan proses isolasi mandiri.

Kemudian Wahyu mengatakan pemerintah Indonesia harus memastikan bahwa pekerja migran yang dipulangkan, termasuk anggota keluarganya, masuk dalam skema perlindungan sosial. Baik itu program bantuan pangan non tunai (BPNT), kartu prakerja, atau skema bantuan sosial lainnya.

Menurut dia jumlah terbesar TKI masih terdapat di Malaysia. Dia mengatakan saat ini jumlanya mencapai 2,5 juta orang. Kemudian di Arab Saudi ada 1,5 juta jiwa. Lalu di Hongkong ada 280 ribu orang, di Singapura ada 200 ribu orang, dan di Taiwan ada 180 ribu orang. 

Delapan Orang Positif Corona di Banua

SEMENTARA ITU, penularan Covid-19 di Kalsel semakin masif. Hingga pukul 16.00 Wita Selasa (31/3) kemarin, jumlah orang yang terkonfirmasi terinfeksi virus corona bertambah menjadi 8 orang dari yang sebelumnya 5 orang.

Tambahan tiga kasus ini, diantaranya tertular kontak langsung dengan Ulin 1 yang dinyatakan lebih dulu positif dan tengah dirawat di ruang isolasi RSUD Ulin Banjarmasin sejak 14 Maret lalu. 

“Dua dari tiga tambahan terkonfirmasi positif Covid-19 di Kalsel, dia positif kontak erat langsung dengan Ulin 1 yang lebih dulu dinyatakan positif,” terang juru bicara GugusTugus Pencegahan, Pengendalian dan Penanganan Covid-19 Kalsel, M Muslim saat konferensi pers kemarin.

Muslim mengatakan sebelumnya pihaknya telah melakukan tracking atau penelusuran kontak mereka yang melakukan interaksi dengan Ulin 1 ini. Ada sebanyak 11 orang yang dilakukan pengawasan secara intensif, termasuk mengirim hasil pemeriksaan darah mereka ke Litbangkes.

Hasilnya, dua orang dinyatakan positif. Yakni, laki-laki berusia 21 tahun dan wanita usia 40 tahun, sama-sama berasal dari Banjarmasin, asal Ulin 1 ini.

Disebutkannya, dua orang ini kondisinya tak nampak ada gejala sakit dan tak menunjukkan gejala klinis. Namun, berdasarkan hasil laboratorium yang diteriima, keduanya dinyatakan positif. “Kami menyebutnya K1 dan K2. Mereka dalam kondisi sehat dan tengah dilakukan isolasi mandiri,” ujarnya.

Hingga kemarin saja, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) angkanya mengalami peningkatan, dari yang sebelumnya sebanyak 1.162 menjadi 1.231 orang.Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang di hari sebelumnya sebanyak 7 orang, hingga kemarin menjadi 8 orang. Salah satu PDP yang baru dirujuk Senin (30/3) malam yang berasal dari Tabalong. Ulin 25 ini laki-laki berusia 74 tahun memiliki riwayat perjalanan dari Gowa, Sulawesi Selatan. “Ini hasil tracking berkegiatan dari Gowa. Kondisinya masih lemah,” beber Muslim.

Kepala Dinas Kesehatan Tabalong Taufiqurrahman Hamdie mengabarkan di Tabalong tinggal tiga orang berstatus PDP. satu diantaranya usia lanjut dirujuk ke Rumah Sakit Ulin Banjarmasin untuk mendapatkan perawatan. Dua diantaranya masih dirawat di RSUD H Badarudin Kasim.

Berita baiknya, satu orang positif corona asal Kabupaten Tabalong dikabarkan mulai membaik. Pasien yang dirawat di Rumah Sakit Ulin Banjarmasin itu merupakan karyawan tambang batubara yang sebelumnya sempat dikarantina di mes tempatnya bekerja. “Karyawan tersebut terjangkit coron ketika pulang cuti selama dua pekan dari Surabaya,” ucapnya.

Saat ini Dinas Kesehatan Tabalong juga sedang mengkarantina 143 orang yang pernah kontak dengan karyawan itu. Setidaknya mereka tinggal menjalani enam hari masa karantina, sejak dimulai delapan hari lalu. Saat ini mereka dalam kondisi stabil.

Di Hulu Sungai Tengah, Juru Bicara Tim Satgas Covid-19 HST, Sakdillah mengatakan pihaknya sedang mencari sejumlah jemaah tablig asal Kabupaten HST yang sempat mengikuti gelaran Ijtima Ulama Dunia di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.

“Nantinya, mereka juga akan dipantau dan ditetapkan statusnya sebagai ODP. Kalau penanganannya sendiri, sama seperti ODP lainnya. Yakni, karantina mandiri selama 14 hari,” bebernya.

BANJARMASIN – Masifnya penularan Covid-19 di Kalsel membuat pemerintah akhirnya mempersiapkan kebijakan mengkarantina wilayah. Kemarin, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengeluarkan keputusan gubernur nomor 188.44/0210/kum2020 tentang Pembatasan Arus Masuk Orang Yang Datang Dari Luar Wilayah Kalsel, mulai Selasa (31/3).

Keputusan ini menindaklanjuti hasil rapat koordinasi dengan semua pemangku kebijakan pada Minggu 29 Maret lalu di Mahligai Pancasila. Selain itu, keluarnya keputusan ini memperhatikan dua provinsi tetangga yang sudah banyak terpapar postif Covid-19.

Pembatasan wilayah yang diputuskan gubernur ini, mendadak disampaikan oleh Ketua Gugus Tugus Pencegahan, Pengendalian dan Penanganan Covid-19 Kalsel, Abdul Haris, Selasa (31/3) malam.

Dikatakannya, keputusan ini diambil bertujuan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di Kalsel. “Surat edaran langsung dikirim ke Bandara dan Pelabuhan di Banjarmasin dan Batulicin,” terang Haris.

Haris tak menyebut rinci bagaimana sistem pembatasan orang masuk ke wilayah Kalsel ini, namun, dalam keterangannya, baik otoritas bandara maupun pelabuhan agar melakukan koordinasi dan sosialisasi kepada pihak airlines dan pengusaha penerbangan. “Kepada bandara dan KSOP agar segera melakukan sosialisasi,” ucapnya.

Maskapai penerbangan sendiri sudah di hari-hari yang sulit. Bagaimana tidak, sejak virus corona mewabah jumlah penumpang pesawat turun drastis. Kondisi tersebut membuat mereka harus membatalkan sejumlah penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Area Manager Lion Air Banjarmasin, Agung Purnama mengatakan, dalam sehari mereka sampai harus membatalkan 30 penerbangan lantaran tidak ada penumpangnya. “Dari 38 flight yang kami punya, sekarang tinggal delapan,” katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Dia mengungkapkan, penerbangan yang paling banyak dibatalkan yakni tujuan Jakarta dan Surabaya. “Normalnya, dalam sehari flight ke Jakarta biasanya 9 kali dan Surabaya 10 kali. Tapi sekarang masing-masing cuma dua kali,” ungkapnya.

Lion Air di Bandara Internasional Syamsudin Noor sendiri selama ini melayani enam tujuan penerbangan. Selain Jakarta dan Surabaya, juga ke Semarang, Yogyakarta, Balikpapan dan Kotabaru. “Tujuan Balikpapan juga turun drastis. Biasanya lima penerbangan sehari, sekarang cuma satu. Kalau jurusan lainnya, rata-rata dari awal memang satu kali flight,” beber Agung.

Dia menyampaikan, dengan kondisi seperti ini otoritas bandara, Selasa (31/3) kemarin mengajak rapat para maskapai untuk membahas tentang rencana pembatasan jam operasional Bandara Internasional Syamsudin Noor. “Hasil rapatnya bahwa bandara akan membatasi jam operasinya dari pukul 06.00 sampai 18.00 Wita. Tapi, kami belum tahu kapan akan mulai diberlakukan,” ucapnya.

Adanya wacana pembatasan jam operasional juga disampaikan DM Citilink Banjarmasin, Redemtus Pramono. “Iya memang ada rencana pembatasan, tapi belum final. Kita tunggu saja info selanjutnya,” ujarnya.

Ditanya terkait bagaimana kondisi penerbangan Citilink selama pandemi Covid-19, dia enggan buka-bukaan dan mengaku semuanya masih berjalan normal. “Kita masih normal kalau sekarang Mas,” paparnya.

Sementara itu, GM Garuda Indonesia Banjarmasin Tomy Chrisbiantoko mengaku belum tahu terkait rencana pembatasan jam operasional bandara. “Mungkin infonya ada di pihak operasional. Tapi mereka juga tidak info ke saya kok,” bebernya.

Dia menambahkan, saat ini sudah banyak penerbangan yang dibatalkan akibat sepinya penumpang. “Sehari ada tiga penerbangan kami yang dibatalkan lantaran jumlah penumpang berkurang drastis, yakni sekitar 80 sampai 90 persen,” tambahnya.

Garuda Indonesia sendiri selama ini punya jatah lima flight di Bandara Internasional Syamsudin Noor, yakni empat ke Jakarta dan satu ke Balikpapan.

Menurut Tomy, turun drastisnya jumlah penumpang lantaran masyarakat sudah teredukasi tentang work from home dan menunda perjalanan dinas. “Orang sekarang lebih memilih berdiam di rumah untuk menghindari virus corona,” ujarnya.

Dia berharap, wabah Covid-19 dapat segera diatasi. Agar penerbangan dapat kembali normal. “Kita lihat kebijakan pemerintah lebih lanjut. Mudah-mudahan tidak sampai lockdown,” harapnya.

Secara terpisah, GM Bandara Internasional Syamsudin Noor Indah Preastuty membenarkan jika jumlah penumpang di bandara sekarang turun drastis, hingga mengakibatkan banyak penerbangan dibatalkan.

“Ya pasti berkurang, karena ada imbauan untuk di rumah saja dan kesadaran masyarakat untuk mendukung upaya memutus penyebaran Covid-19 membuat banyak orang yang menunda perjalanannya. Itu secara tidak langsung membuat maskapai juga mengevaluasi kembali penerbangannya menyesuaikan dengan kondisi yang ada,” paparnya.

WNA Dilarang Masuk Indonesia

Semenara itu, Meningkatnya jumlah penderita Covid-19 membuat pemerintah mengambil kebijakan radikal di seluruh pintu masuk negara. Bila sebelumnya hanya WNA dari empat negara yang dilarang masuk, kini larangan berlaku untuk semua negara tanpa kecuali. Selain itu, peerintah juga menyiapkan penyambutan eksodus WNI dari luar negeri.

Kemarin, Presiden Joko Widodo menggelar rapat kabinet terbatas membahas kepulangan WNI dan perlintasan WNA di Indonesia. Ratas tersebut menghasilkan dua kebijakan, yakni prosedur penerimaan WNI yang kembali dari luar negeri dan larangan masuk bagi WNA semua negara.

Menlu Retno Marsudi menjelaskan, presiden sudah memintah ada penguatan kebijakan terkait lalu lintas orang menuju Indonesia. untuk WNA, larangan berkunjung akan diperluas cakupannya. ’’Telah diputuskan bahwa kunjungan dan transit warga negara asing ke wilayah Indonesia untuk sementara akan dihentikan,’’ terangnya usai ratas kemarin.

Meskipun demikian, tetap ada pengecualian untuk WNA dengan kondisi tertentu. Yakni, WNA pemegang Kartu izin tinggal sementara atau tetap, izin diplomatik, izin dinas, dan sejenisnya. Mereka tetap boleh masuk ke Indonesia setelah kembali dari negaranya. Namun, mereka akan terkena protokol kesehatan.

Protokol yang dimaksud adalah mereka wajib membawa surat sehat dari otoritas negara yang dikunjungi sebelum ke Indonesia. Kemudian, sesampainya di bandara mereka akan diperiksa oleh tim dari kantor kesehatan pelabuhan. Bila terdeteksi gejala Covid-19, tentu mereka akan dikarantina di fasilitas pemerintah. Sementara, bila dinyatakan sehat, mereka tetap wajib menjalani isolasi mandiri di rumahnya di Indonesia selama 14 hari.

Disinggung mengenai jadwal pemberlakuan aturan tersebut, Retno menyatakan masih menunggu terbitnya PermenkumHAM. ’’Saya tidak jelaskan sekarang kapan akan berlaku, tetapi akan berlaku secepat mungkin,’’ tuturnya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama Kemenkumham Bambang Wiyono menyatakan sampai saat ini peraturan soal pembatasan akses masuk warga negara asing masih dalam proses. Pihaknya menyebut berupaya mempercepat proses itu. ’’Sedang dalam proses. Mudah-mudahan cepat selesai ya,’’ kata Bambang saat dikonfirmasi Jawa Pos.

Protocol kesehatan yang sama juga akan diberlakukan kepada WNI yang kembali ke Indoenisa dari luar negeri. Menko PMK Muhadjir Effendy menjelaskan, empat kategori WNI yang akan pulang ke Indonesia.

Pertama adalah WNI yang bekerja di daratan, terutama di Malaysia. Kemudian, WNI yang bekerja di kapal pesiar. Kategori ketiga adalah WNI jamaah tabligh dan terakhir WNI umum di luar tiga kategori itu.

Mereka yang akan kembali ke Indonesia, saat tiba akan dilakukan pemeriksaan lengkap. Khususnya status kesehatan mereka, termasuk daerah tujuan akhir. Pemerintah menambahkan syarat baru bagi WNI yang mau pulang. Mereka harus menyertakan sertifikat kesehatan dari negara tempat bekerja atau yang dikunjungi. ’’Nanti akan dibantu oleh Kedutaan Besar (untuk medapatkannya),’’ terang Muhadjir.

Meskipun sudah membawa sertifikat kesehatan, mereka akan dicek ulang kesehatannya oleh kantor kesehatan pelabuhan tanpa terkecuali. Dari situ, mereka akan dipisah menjadi dua golongan. Bila dinyatakan memiliki gejala, mereka akan dikirim ke pusat karantina milik Kementerian Sosial. Alternatif lainnya adalah pulau Galang, Natuna, dan Sebaru.

WNI yang sehat akan dibantu pemulangan ke daerah asal. Dengan catatan, mereka wajib menjalani isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Ketentuan itu berlaku bagi semua WNI yang pulang dari LN. Muhadjir memastikan, tiga jenis WNI, yakni pekerja darat, ABK, dan jamaah tabligh yang harus dikarantina akan ditempatkan di lokasi terpisah.

Menlu Retno menyebut, saat ini memang sedang terjadi gelombang eksodus kepulangan WNI dari Malaysia, khususnya pekerja migran. Itu adalah dampak kebijakan movement control order (MCO) di Malaysia. ’’WNI kita yang tinggal dan bekerja di Malaysia jumlahnya sudah dapat dipastikan melebihi satu juta orang,’’ terangnya.

Begitu pula dengan ABK yang di seluruh dunia tercatat berjumlah 11.838 orang dan bekerja di 80 kapal pesiar. Untuk saat ini, masing-masing KBRI da KJRI sedang berupaya agar semua hak mereka dipenuhi oleh pemilik kapal. Tidak semuanya pulang. Sebagian harus tetap tinggal karena bekerja di bagian inti kapal.

Khusus untuk ABK, pemulangannya sudah diputuskan melalui satu pintu. Yakni, bandara Ngurah Rai Denpasar. Sementara, jamaah tabligh yang tercatat berada di luar negeri berjumlah 1.456. Separo lebih berada di India.

Kepulangan para WNI tersebut bersifat sukarela. Tidak ada program evakuasi sebagaimana yang dilakukan apda WNI di Wuhan. ’’Bahkan kita harapkan mereka tidak usah pulang,’’ timpal Muhadjir ketika ditanya soal program pemulangan. Dalam arti, bila tidak mendesak, sebaiknya memang tidak perlu pulang.

Pemerintah memastikan bakal mengirim bantuan kepada para pekerja migran yang masih mau bertahan di Malaysia. Khususnya para pekerja harian yang terdampak kebijakan MCO. ’’Yang sudah disepakati bersama antaran kita dan bu menlu dengan panglima akan kirim sembako,’’ tuturnya. sembako akan dikirim menggunakan KRI, dan untuk penyalurannya TNI akan berkomunikasi dengan militer Malaysia.

Muhadjir mengatakan, pihaknya sedang berupaya menahan agar para buruh migran tidak pulang dulu ke Indonesia. Karena pemerintah juga sedang berupaya menjaga keselamatan WNI di dalam dan luar negeri. sehingga, sebaiknya tidak ada pergerakan orang lebih dahulu selama pandemi masih berlangsung.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menuturkan WNI atau TKI di sejumlah negara saat ini sedang dalam masa sulit. Contohnya yang berada di Malaysia. Di tengah kebijakan lockdown yang diterapkan negeri jiran tersebut, banyak WNI yang kesulitan mengakses kebutuhan bahan pokok.

Pemerintah sudah menetapkan sejumlah antisipasi. ’’Pemerintah menyiapkan sembako ke Malaysia untuk mereka (TKI, Red) yang sulit memperoleh makanan,’’ katanya. Skenario yang dijalankan adalah mengirimkan anggaran atau uang ke KBRI di Kuala Lumpur. Kemudian membeli sembako di sana sesuai dengan kebutuhan para TKI. Menurut Ma’ruf cara itu lebih mudah ketimbang mengirimkan sembako secara langsung dari Indonesia ke Malaysia.

Selain itu pemerintah juga menyiapkan skenario jika diperlukan evakuasi WNI atua TKI seperti yang dilakukan di Wuhan saat itu. Namun bedanya dalam evakuasi WNI ini, semuanya tidak dikarantina di Natuna seperti saat evakuasi WNI dari Wuhan dahulu.

Dalam skenario pemulangan WNI yang disiapkan sekarang, para WNI atau TKI akan langsung dipulangkan ke daerah masing-masing. Dengan catatan bagi yang muncul gejala sakit akan dikarantina terlebih dahulu sampai dinyatakan aman. Kemudian baru dipulangkan ke kampung halamannya.

Sampai saat ini Ma’ruf mengatakan belum ada jumlah pasti berapa banyak TKI yang akan dipulangkan. ’’Kalau jumlah TKI di luar negeri banyak,’’ katanya. Namun tidak semuanya memerlukan proses evakuasi. Pemerintah sedang menginventarisir jumlah TKI atua WNI termasuk dari negara mana saja yang perlu dievakuasi. Pendataan juga diperlukan untuk menetapkan alokasi anggaran untuk sembako para WNI di Malaysia.

Ma’ruf mengingatkan pemerintah daerah, khususnya gubernur, harus siap mengantisipasi kedatangan para WNI atau TKI itu. Dia mengatakan kedatangan TKI tidak hanya yang dari proses evakuasi pemerintah. Tetapi juga antisipasi WNI atau TKI yang pulang secara mandiri.

Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo menyampaikan sejumah catatan terkait rencana pemerintah memulangkan TKI dari negara terjangkit wabah Covid-19 seperti Malaysia. Dia mengatakan pemerintah harus memprotes langkah Malaysia yang tetap melakukan deportasi massal pekerja migran asal Indonesia di saat negara itu menerapkan lockdown. Menurutnya kebijakan deportasi massal itu membuat para TKI menjadi rentan tertular karena berada dalam kerumuman pemulangan.

Lalu pemerintah Indonesia harus mengendepankan prinsip penghormatan hak asasi manusia dan tidak melakukan stigma dan tidak diskriminatif dalam penanganan pemulangan. ’’Harus ada komunikasi dnegan pemda untuk pemantauan pekerja migran yang pulang dan berstatus orang dalam pemantauan,’’ katanya.

Upaya ini penting untuk melakukan pendataan dan proses isolasi mandiri.

Kemudian Wahyu mengatakan pemerintah Indonesia harus memastikan bahwa pekerja migran yang dipulangkan, termasuk anggota keluarganya, masuk dalam skema perlindungan sosial. Baik itu program bantuan pangan non tunai (BPNT), kartu prakerja, atau skema bantuan sosial lainnya.

Menurut dia jumlah terbesar TKI masih terdapat di Malaysia. Dia mengatakan saat ini jumlanya mencapai 2,5 juta orang. Kemudian di Arab Saudi ada 1,5 juta jiwa. Lalu di Hongkong ada 280 ribu orang, di Singapura ada 200 ribu orang, dan di Taiwan ada 180 ribu orang. 

Delapan Orang Positif Corona di Banua

SEMENTARA ITU, penularan Covid-19 di Kalsel semakin masif. Hingga pukul 16.00 Wita Selasa (31/3) kemarin, jumlah orang yang terkonfirmasi terinfeksi virus corona bertambah menjadi 8 orang dari yang sebelumnya 5 orang.

Tambahan tiga kasus ini, diantaranya tertular kontak langsung dengan Ulin 1 yang dinyatakan lebih dulu positif dan tengah dirawat di ruang isolasi RSUD Ulin Banjarmasin sejak 14 Maret lalu. 

“Dua dari tiga tambahan terkonfirmasi positif Covid-19 di Kalsel, dia positif kontak erat langsung dengan Ulin 1 yang lebih dulu dinyatakan positif,” terang juru bicara GugusTugus Pencegahan, Pengendalian dan Penanganan Covid-19 Kalsel, M Muslim saat konferensi pers kemarin.

Muslim mengatakan sebelumnya pihaknya telah melakukan tracking atau penelusuran kontak mereka yang melakukan interaksi dengan Ulin 1 ini. Ada sebanyak 11 orang yang dilakukan pengawasan secara intensif, termasuk mengirim hasil pemeriksaan darah mereka ke Litbangkes.

Hasilnya, dua orang dinyatakan positif. Yakni, laki-laki berusia 21 tahun dan wanita usia 40 tahun, sama-sama berasal dari Banjarmasin, asal Ulin 1 ini.

Disebutkannya, dua orang ini kondisinya tak nampak ada gejala sakit dan tak menunjukkan gejala klinis. Namun, berdasarkan hasil laboratorium yang diteriima, keduanya dinyatakan positif. “Kami menyebutnya K1 dan K2. Mereka dalam kondisi sehat dan tengah dilakukan isolasi mandiri,” ujarnya.

Hingga kemarin saja, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) angkanya mengalami peningkatan, dari yang sebelumnya sebanyak 1.162 menjadi 1.231 orang.Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang di hari sebelumnya sebanyak 7 orang, hingga kemarin menjadi 8 orang. Salah satu PDP yang baru dirujuk Senin (30/3) malam yang berasal dari Tabalong. Ulin 25 ini laki-laki berusia 74 tahun memiliki riwayat perjalanan dari Gowa, Sulawesi Selatan. “Ini hasil tracking berkegiatan dari Gowa. Kondisinya masih lemah,” beber Muslim.

Kepala Dinas Kesehatan Tabalong Taufiqurrahman Hamdie mengabarkan di Tabalong tinggal tiga orang berstatus PDP. satu diantaranya usia lanjut dirujuk ke Rumah Sakit Ulin Banjarmasin untuk mendapatkan perawatan. Dua diantaranya masih dirawat di RSUD H Badarudin Kasim.

Berita baiknya, satu orang positif corona asal Kabupaten Tabalong dikabarkan mulai membaik. Pasien yang dirawat di Rumah Sakit Ulin Banjarmasin itu merupakan karyawan tambang batubara yang sebelumnya sempat dikarantina di mes tempatnya bekerja. “Karyawan tersebut terjangkit coron ketika pulang cuti selama dua pekan dari Surabaya,” ucapnya.

Saat ini Dinas Kesehatan Tabalong juga sedang mengkarantina 143 orang yang pernah kontak dengan karyawan itu. Setidaknya mereka tinggal menjalani enam hari masa karantina, sejak dimulai delapan hari lalu. Saat ini mereka dalam kondisi stabil.

Di Hulu Sungai Tengah, Juru Bicara Tim Satgas Covid-19 HST, Sakdillah mengatakan pihaknya sedang mencari sejumlah jemaah tablig asal Kabupaten HST yang sempat mengikuti gelaran Ijtima Ulama Dunia di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.

“Nantinya, mereka juga akan dipantau dan ditetapkan statusnya sebagai ODP. Kalau penanganannya sendiri, sama seperti ODP lainnya. Yakni, karantina mandiri selama 14 hari,” bebernya.

Most Read

Artikel Terbaru

/