alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Kamis, 19 Mei 2022

Cairan Disinfektan Mulai Langka

BANJARMASIN – Dalam sepekan terakhir, disinfeksi dilakukan di mana-mana. Seluruh wilayah di Kalsel kompak melakukannya. Termasuk Banjarmasin. Akhirnya yang dikhawatirkan muncul, cairan disinfektan mulai langka.

Hal itulah yang diungkapkan Ketua Barisan Relawan Kebakaran (Balakar) 654, Muhammad Faisal Hariyadi. Mereka mulai kesulitan mencari cairan disinfektan.

“Selain harganya cukup mahal, sekarang sudah mulai langka,” kata Anggota DPRD Banjarmasin itu.

Sebagai anggota dewan, ia meminta Pemko Banjarmasin untuk menyediakan cairan disinfektan. Kalau perlu membagikannya kepada masyarakat, ormas maupun komunitas. Agar bisa membantu melakukan penyemprotan di lingkungan masing-masing.

“Balakar juga siap membantu sarana dan petugas. Tapi bantu kami dengan penyediaan cairan disinfektannya. Karena sekarang mulai langka di pasaran,” ungkap politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Selama ini, menurut Faisal, Balakar juga ambil bagian dalam disinfeksi. Mereka melakukan secara mandiri. Menggunakan uang pribadi demi membantu pemko menangani penyebaran virus corona.

Bukannya ingin dipuji, ia berpendapat pencegahan mewabahnya COVID-19 ini adalah tanggung jawab semua pihak. Tidak hanya pemerintah, tapi juga masyarakat. Karena itu, mesti saling mendukung dan membantu.

“Karena masing-masing punya keterbatasan. Relawan mungkin terbatas soal keuangan dan bahan. Sedangkan pemko tentunya masih kekurangan petugas di lapangan,” tuturnya.

Terlepas dari itu, Faisal mengimbau kepada semua lapisan masyarakat. Apakah itu parpol, ormas atau komunitas lainnya. Agar berperan aktif membantu pemerintah. Sehingga penanganan corona ini benar-benar berjalan maksimal.

“Semua harus turut serta menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. Karena, pemukiman adalah prioritas utama untuk didisinfeksi,” pungkasnya. (nur/fud/ema)

BANJARMASIN – Dalam sepekan terakhir, disinfeksi dilakukan di mana-mana. Seluruh wilayah di Kalsel kompak melakukannya. Termasuk Banjarmasin. Akhirnya yang dikhawatirkan muncul, cairan disinfektan mulai langka.

Hal itulah yang diungkapkan Ketua Barisan Relawan Kebakaran (Balakar) 654, Muhammad Faisal Hariyadi. Mereka mulai kesulitan mencari cairan disinfektan.

“Selain harganya cukup mahal, sekarang sudah mulai langka,” kata Anggota DPRD Banjarmasin itu.

Sebagai anggota dewan, ia meminta Pemko Banjarmasin untuk menyediakan cairan disinfektan. Kalau perlu membagikannya kepada masyarakat, ormas maupun komunitas. Agar bisa membantu melakukan penyemprotan di lingkungan masing-masing.

“Balakar juga siap membantu sarana dan petugas. Tapi bantu kami dengan penyediaan cairan disinfektannya. Karena sekarang mulai langka di pasaran,” ungkap politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Selama ini, menurut Faisal, Balakar juga ambil bagian dalam disinfeksi. Mereka melakukan secara mandiri. Menggunakan uang pribadi demi membantu pemko menangani penyebaran virus corona.

Bukannya ingin dipuji, ia berpendapat pencegahan mewabahnya COVID-19 ini adalah tanggung jawab semua pihak. Tidak hanya pemerintah, tapi juga masyarakat. Karena itu, mesti saling mendukung dan membantu.

“Karena masing-masing punya keterbatasan. Relawan mungkin terbatas soal keuangan dan bahan. Sedangkan pemko tentunya masih kekurangan petugas di lapangan,” tuturnya.

Terlepas dari itu, Faisal mengimbau kepada semua lapisan masyarakat. Apakah itu parpol, ormas atau komunitas lainnya. Agar berperan aktif membantu pemerintah. Sehingga penanganan corona ini benar-benar berjalan maksimal.

“Semua harus turut serta menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. Karena, pemukiman adalah prioritas utama untuk didisinfeksi,” pungkasnya. (nur/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/