alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

Dikuburkan di Balikpapan, Keluarga Bantah Covid-19

BANJARMASIN – Ponpes Tahfidzul Quran Al Ikhsan, Banjarmasin berduka. Pimpinan mereka meninggal dunia setelah mengikuti Ijtima Asia 2020 di Kabupaten Gowa, Sulsel, Minggu (29/3) siang di Balikpapan.

Sebelumnya, almarhum dirawat di RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan. Namun, nasib berkata lain, dia dinyatakan wafat setelah ditangani secara intensif. Otoritas kesehatan setempat, almarhum disebut-sebut terpapar Covid-19. Namun, kabar ini diluruskan pihak keluarga.

Salah satu keluarga, Ahmad Yusuf menerangkan, selama ini almarhum memang memiliki riwayat penyakit. Seperti diabetes dan jantung. “Kabar yang kami terima, hasilnya almarhum negatif,” ujar Yusuf meluruskan kemarin.

Selain memiliki riwayat penyakit, almarhum juga terangnya mengalami kelelahan. Sebelum ikut ijtima Asia, beliau pada tanggal 10 Maret lalu berangkat ke Jakarta – Pakistan dan transit di Bangkok, lalu ke Kuala Lumpur dan dilanjutkan ke Jakarta dan Makassar.

Begitu ingin pulang ke Banjarmasin dan transit ke Balikpapan, kondisinya sudah kurang sehat. Dia dirujuk ke RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan. Di sana ketika diperiksa, kadar gulanya naik termasuk jantung kurang membaik. Almarhum pun sempat ditransfusi dua kantong darah. “Beliau kelelahan. Padahal kami sudah berencana pada 25 Maret nanti ke Australia. Tapi takdir berkata lain,” tuturnya.

Disinggung soal keberangkatan ke Ijtima Asia lalu, Yusuf menerangkan, almarhum tak sendiri. Keberangkatan ketika itu dilepas di Mahligai Pancasila pada 15 Maret lalu. Kabarnya, jemaah yang berangkat ketika itu jumlahnya mencapai seribuan orang. “Tapi sudah dicek semua di Sulsel dan hasilnya negatif,” sebutnya. 

Sementara, ceramah dan pengajian diterangkannya untuk sementara dihentikan. Terlebih adanya imbauan dari pemerintah dan MUI. “Sementara dihentikan dulu,” tandasnya.

Terpisah, adik almarhum, Ridho, menyatakan bahwa keluarga sudah menerima meski jenazah tak bisa dipulangkan ke Banjarmasin. Diterangkannya, almarhum sejak lama sudah berpesan, dimanapun dikuburkan, tak masalah. “Kami sudah ikhlas,” tuturnya.

Dia juga menegaskan, informasi yang pihak keluarga dapatkan, almarhum dinyatakan negatif Covid-19. “Almarhum memang menderita beberapa keluhan penyakit, seperti jantung dan diabetes, termasuk gangguan penglihatan. Tapi beliau tak mau merepotkan orang,” kata Ridho kemarin. (mof/ran/ema)

BANJARMASIN – Ponpes Tahfidzul Quran Al Ikhsan, Banjarmasin berduka. Pimpinan mereka meninggal dunia setelah mengikuti Ijtima Asia 2020 di Kabupaten Gowa, Sulsel, Minggu (29/3) siang di Balikpapan.

Sebelumnya, almarhum dirawat di RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan. Namun, nasib berkata lain, dia dinyatakan wafat setelah ditangani secara intensif. Otoritas kesehatan setempat, almarhum disebut-sebut terpapar Covid-19. Namun, kabar ini diluruskan pihak keluarga.

Salah satu keluarga, Ahmad Yusuf menerangkan, selama ini almarhum memang memiliki riwayat penyakit. Seperti diabetes dan jantung. “Kabar yang kami terima, hasilnya almarhum negatif,” ujar Yusuf meluruskan kemarin.

Selain memiliki riwayat penyakit, almarhum juga terangnya mengalami kelelahan. Sebelum ikut ijtima Asia, beliau pada tanggal 10 Maret lalu berangkat ke Jakarta – Pakistan dan transit di Bangkok, lalu ke Kuala Lumpur dan dilanjutkan ke Jakarta dan Makassar.

Begitu ingin pulang ke Banjarmasin dan transit ke Balikpapan, kondisinya sudah kurang sehat. Dia dirujuk ke RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan. Di sana ketika diperiksa, kadar gulanya naik termasuk jantung kurang membaik. Almarhum pun sempat ditransfusi dua kantong darah. “Beliau kelelahan. Padahal kami sudah berencana pada 25 Maret nanti ke Australia. Tapi takdir berkata lain,” tuturnya.

Disinggung soal keberangkatan ke Ijtima Asia lalu, Yusuf menerangkan, almarhum tak sendiri. Keberangkatan ketika itu dilepas di Mahligai Pancasila pada 15 Maret lalu. Kabarnya, jemaah yang berangkat ketika itu jumlahnya mencapai seribuan orang. “Tapi sudah dicek semua di Sulsel dan hasilnya negatif,” sebutnya. 

Sementara, ceramah dan pengajian diterangkannya untuk sementara dihentikan. Terlebih adanya imbauan dari pemerintah dan MUI. “Sementara dihentikan dulu,” tandasnya.

Terpisah, adik almarhum, Ridho, menyatakan bahwa keluarga sudah menerima meski jenazah tak bisa dipulangkan ke Banjarmasin. Diterangkannya, almarhum sejak lama sudah berpesan, dimanapun dikuburkan, tak masalah. “Kami sudah ikhlas,” tuturnya.

Dia juga menegaskan, informasi yang pihak keluarga dapatkan, almarhum dinyatakan negatif Covid-19. “Almarhum memang menderita beberapa keluhan penyakit, seperti jantung dan diabetes, termasuk gangguan penglihatan. Tapi beliau tak mau merepotkan orang,” kata Ridho kemarin. (mof/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/