alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Sunday, 29 May 2022

Bersandar di Kotabaru, Kapal Bawa ODP dari Sulawesi

KOTABARU – Akhir-akhir ini keresahan warga Kotabaru meningkat. Menyusul beredarnya kabar, ratusan warga masuk ke Pulau Laut dari Sulawesi. Belasan dari mereka status ODP.

Pengacara di Kotabaru Tri Warman bahkan membuat surat terbuka kepada Bupati Sayed Jafar. Warman menyesalkan sikap pemerintah masih mengizinkan warga yang datang dari luar pulau.

Dari informasi Dinas Kesehatan Kotabaru, pada Minggu (29/3) siang tadi. KM Sabuk Nusantara 93 sandar. Setelah berlayar dari Majene, Sulawesi Barat. Ada 280 orang penumpang turun. Sebanyak 252 orang berdomisili di Kotabaru. Mayoritas di pesisir bagian barat dan selatan.

Semua diperiksa petugas suhu badannya. Hasilnya sebanyak 12 orang yang berdomisili di Kotabaru diberikan status ODP. Satu orang ODP lainnya berdomisili di Batulicin Tanah Bumbu. 12 orang ODP Kotabaru itu tersebar di Kecamatan Pulau Laut Utara, Pulau Laut Selatan, Pulau Laut Tanjung Selayar dan Pulau Sembilan. Kadinkes Kotabaru Ernawati membenarkan data itu. “Total ODP kita sekarang ada 104 orang,” ujarnya Senin (30/3) sore kemarin.

Ernawati menjelaskan, semua orang itu dipantau ketat. “Kami bekerja sama dengan polisi dan TNI. Data ODP kami kasih mereka. Semua puskesmas juga tahu,” ujarnya.

Pun begitu, Erna berharap, para ODP bisa mematuhi instruksi. Mengisolasi diri di rumah. Sampai dapat status aman.

Bupati Sayed Jafar didampingi unsur Muspida saat jumpa pers kemarin mengatakan, mereka akan mempertimbangkan pembatasan jalur laut dan udara ke Pulau Laut. “Tapi untuk bahan makanan tetap,” ujarnya.

Sekarang kata Bupati, pemerintah sudah membangun pos pemeriksaan di Sengayam. Perbatasan Kotabaru dan Kaltim. Sedangkan untuk masalah ekonomi warga terdampak, pemerintah sudah menyiapkan dana Rp10 M. “Kita ada di APBD Rp2 miliar, sisanya ada di DAK,” kata Sayed Jafar. Sebagian dana itu nanti akan dibelikan sembako. Dibagikan kepada warga kurang mampu.

Bagaimana dengan libur sekolah? Kata Sayed Jafar, nanti melihat perkembangan. Apakah libur diperpanjang atau tidak. Sementara ini libur sampai tanggal 5 April.

Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis mengatakan, pembatasan jalur masuk laut dan udara bisa dilakukan. Setelah pemerintah daerah menyurati kementerian terkait. “Kalau kita minta, bisa itu,” ujarnya.

Sementara itu, terkait tempat untuk isolasi jika ada hal tidak diduga, Pemkab Kotabaru berencana memakai Rusunawa di Kecamatan Pulau Laut Utara. Rusunawa itu tiga tingkat, dan mempunyai 42 kamar.

Sayangnya instruksi menjaga jarak terlihat belum mampu diterapkan warga secara maksimal. Contoh sederhana, para jurnalis yang jauh hari mengetahui aturan itu, ketika wawancara masih saja berdesakan.

“Eits jangan dekat-dekat,” ujar Sayed Jafar ketika melihat seorang jurnalis mencoba maju menyodorkan rekaman ke depan wajah Ketua DPRD. (zal/ran/ema)

KOTABARU – Akhir-akhir ini keresahan warga Kotabaru meningkat. Menyusul beredarnya kabar, ratusan warga masuk ke Pulau Laut dari Sulawesi. Belasan dari mereka status ODP.

Pengacara di Kotabaru Tri Warman bahkan membuat surat terbuka kepada Bupati Sayed Jafar. Warman menyesalkan sikap pemerintah masih mengizinkan warga yang datang dari luar pulau.

Dari informasi Dinas Kesehatan Kotabaru, pada Minggu (29/3) siang tadi. KM Sabuk Nusantara 93 sandar. Setelah berlayar dari Majene, Sulawesi Barat. Ada 280 orang penumpang turun. Sebanyak 252 orang berdomisili di Kotabaru. Mayoritas di pesisir bagian barat dan selatan.

Semua diperiksa petugas suhu badannya. Hasilnya sebanyak 12 orang yang berdomisili di Kotabaru diberikan status ODP. Satu orang ODP lainnya berdomisili di Batulicin Tanah Bumbu. 12 orang ODP Kotabaru itu tersebar di Kecamatan Pulau Laut Utara, Pulau Laut Selatan, Pulau Laut Tanjung Selayar dan Pulau Sembilan. Kadinkes Kotabaru Ernawati membenarkan data itu. “Total ODP kita sekarang ada 104 orang,” ujarnya Senin (30/3) sore kemarin.

Ernawati menjelaskan, semua orang itu dipantau ketat. “Kami bekerja sama dengan polisi dan TNI. Data ODP kami kasih mereka. Semua puskesmas juga tahu,” ujarnya.

Pun begitu, Erna berharap, para ODP bisa mematuhi instruksi. Mengisolasi diri di rumah. Sampai dapat status aman.

Bupati Sayed Jafar didampingi unsur Muspida saat jumpa pers kemarin mengatakan, mereka akan mempertimbangkan pembatasan jalur laut dan udara ke Pulau Laut. “Tapi untuk bahan makanan tetap,” ujarnya.

Sekarang kata Bupati, pemerintah sudah membangun pos pemeriksaan di Sengayam. Perbatasan Kotabaru dan Kaltim. Sedangkan untuk masalah ekonomi warga terdampak, pemerintah sudah menyiapkan dana Rp10 M. “Kita ada di APBD Rp2 miliar, sisanya ada di DAK,” kata Sayed Jafar. Sebagian dana itu nanti akan dibelikan sembako. Dibagikan kepada warga kurang mampu.

Bagaimana dengan libur sekolah? Kata Sayed Jafar, nanti melihat perkembangan. Apakah libur diperpanjang atau tidak. Sementara ini libur sampai tanggal 5 April.

Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis mengatakan, pembatasan jalur masuk laut dan udara bisa dilakukan. Setelah pemerintah daerah menyurati kementerian terkait. “Kalau kita minta, bisa itu,” ujarnya.

Sementara itu, terkait tempat untuk isolasi jika ada hal tidak diduga, Pemkab Kotabaru berencana memakai Rusunawa di Kecamatan Pulau Laut Utara. Rusunawa itu tiga tingkat, dan mempunyai 42 kamar.

Sayangnya instruksi menjaga jarak terlihat belum mampu diterapkan warga secara maksimal. Contoh sederhana, para jurnalis yang jauh hari mengetahui aturan itu, ketika wawancara masih saja berdesakan.

“Eits jangan dekat-dekat,” ujar Sayed Jafar ketika melihat seorang jurnalis mencoba maju menyodorkan rekaman ke depan wajah Ketua DPRD. (zal/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/