alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Stok Darah PMI Kosong

BANJARMASIN – Pandemi tak hanya mempengaruhi ekonomi. Tapi juga stok darah milik Palang Merah Indonesia (PMI) Banjarmasin. Sejak kemarin (30/3), persediaan darah mereka sudah kosong.

Ketua Unit Donor Darah (UDD) Banjarmasin, dr Aulia Ramadhan Supit mengatakan, mereka kelimpungan.

“Stok darah memang tak ada, tapi pendonor setiap hari ada saja yang menyumbangkan darahnya. Jadi ketersediaan lebih sedikit dibandingkan permintaan,” jelasnya.

“Dalam sehari, permintaan antara 150 sampai 200 kantong darah. Tak sebanding dengan pendonor yang datang. Kami tak bisa menyetok,” tambahnya.

Selama ini, PMI kerap menggelar event donor. Menyusul larangan mengumpulkan massa, maka PMI tak bisa berbuat banyak. “Sejak virus corona mewabah, banyak kegiatan kami yang dibatalkan atau ditunda,” ujarnya.

Dari tiga lokasi pendonoran, PMI bisa mengumpulkan 250 orang pendonor. Dia menghitung, jumlah pendonor yang datang ke PMI juga menurun sekitar 20 persen.

“Tapi setelah sosialisasi kemarin, alhamdulillah ada peningkatan. Sampai 80 persen,” ujarnya bersyukur.

Dia berharap mendapat dukungan dari Pemprov Kalsel dan Pemko Banjarmasin. “Misalkan dengan menggerakkan ASN-nya untuk mendonor,” lanjutnya.

“Buatkan surat edarannya. Bayangkan jika beberapa saja ASN diinstruksikan mendonor, maka kelangkaan darah di Banjarmasin bakal teratasi,” jelasnya.

“Bagi yang masih sehat, tetaplah mendonor. Banyak kawan-kawan menunggu transfusi. Setetes darah sangat berharga bagi yang memerlukan,” tutupnya. (lan/at/fud)

BANJARMASIN – Pandemi tak hanya mempengaruhi ekonomi. Tapi juga stok darah milik Palang Merah Indonesia (PMI) Banjarmasin. Sejak kemarin (30/3), persediaan darah mereka sudah kosong.

Ketua Unit Donor Darah (UDD) Banjarmasin, dr Aulia Ramadhan Supit mengatakan, mereka kelimpungan.

“Stok darah memang tak ada, tapi pendonor setiap hari ada saja yang menyumbangkan darahnya. Jadi ketersediaan lebih sedikit dibandingkan permintaan,” jelasnya.

“Dalam sehari, permintaan antara 150 sampai 200 kantong darah. Tak sebanding dengan pendonor yang datang. Kami tak bisa menyetok,” tambahnya.

Selama ini, PMI kerap menggelar event donor. Menyusul larangan mengumpulkan massa, maka PMI tak bisa berbuat banyak. “Sejak virus corona mewabah, banyak kegiatan kami yang dibatalkan atau ditunda,” ujarnya.

Dari tiga lokasi pendonoran, PMI bisa mengumpulkan 250 orang pendonor. Dia menghitung, jumlah pendonor yang datang ke PMI juga menurun sekitar 20 persen.

“Tapi setelah sosialisasi kemarin, alhamdulillah ada peningkatan. Sampai 80 persen,” ujarnya bersyukur.

Dia berharap mendapat dukungan dari Pemprov Kalsel dan Pemko Banjarmasin. “Misalkan dengan menggerakkan ASN-nya untuk mendonor,” lanjutnya.

“Buatkan surat edarannya. Bayangkan jika beberapa saja ASN diinstruksikan mendonor, maka kelangkaan darah di Banjarmasin bakal teratasi,” jelasnya.

“Bagi yang masih sehat, tetaplah mendonor. Banyak kawan-kawan menunggu transfusi. Setetes darah sangat berharga bagi yang memerlukan,” tutupnya. (lan/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/