alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Diduga Kompor Meleduk, Rumah di Teluk Tiram Tinggal Puing

BANJARMASIN – Dua rumah di Jalan Teluk Tiram Gang Pendamai tinggal puing setelah diamuk si jago merah, kemarin (30/3) sekitar jam 1 siang.

Selain rumah milik Laila Ruaida, rumah tetangganya juga terbakar. Tapi tak separah rumah perempuan 45 tahun tersebut.

Cerita di lapangan simpang siur. Ada yang menyebut akibat korsleting, adapula yang menyebut kompor meledak. 

Mutia, salah satu keluarga korban menceritakan, saat api berkobar, Laila sedang pergi keluar. “Katanya sedang memasak, tapi ditinggal. Tak ada yang tahu kemana,” ungkapnya.

Mukhtar, korban lain menambahkan, dia kaget saat melihat api membumbung tinggi. Sebelumnya ia mencium bau asap, tapi tak mengira terjadi kebakaran.

“Saya dan beberapa warga berusaha memadamkan. Tapi api begitu cepat menjalar. Terlebih, bangunan dari kayu dan cuaca sedang terik,” ujarnya.

Dia tak mengetahui secara pasti penyebabnya. “Sempat saya menyirami rumah, tapi tidak tahan lagi karena api sudah berada di atas kepala. Saya juga tak sempat lagi menyelamatkan barang-barang berharga,” ujarnya.

Mengingat gang itu sempit, damkar pun kesulitan masuk. Ditambah kerumunan warga yang menonton. Kurang lebih satu jam, baru api bisa dipadamkan. (lan/fud/ema)

BANJARMASIN – Dua rumah di Jalan Teluk Tiram Gang Pendamai tinggal puing setelah diamuk si jago merah, kemarin (30/3) sekitar jam 1 siang.

Selain rumah milik Laila Ruaida, rumah tetangganya juga terbakar. Tapi tak separah rumah perempuan 45 tahun tersebut.

Cerita di lapangan simpang siur. Ada yang menyebut akibat korsleting, adapula yang menyebut kompor meledak. 

Mutia, salah satu keluarga korban menceritakan, saat api berkobar, Laila sedang pergi keluar. “Katanya sedang memasak, tapi ditinggal. Tak ada yang tahu kemana,” ungkapnya.

Mukhtar, korban lain menambahkan, dia kaget saat melihat api membumbung tinggi. Sebelumnya ia mencium bau asap, tapi tak mengira terjadi kebakaran.

“Saya dan beberapa warga berusaha memadamkan. Tapi api begitu cepat menjalar. Terlebih, bangunan dari kayu dan cuaca sedang terik,” ujarnya.

Dia tak mengetahui secara pasti penyebabnya. “Sempat saya menyirami rumah, tapi tidak tahan lagi karena api sudah berada di atas kepala. Saya juga tak sempat lagi menyelamatkan barang-barang berharga,” ujarnya.

Mengingat gang itu sempit, damkar pun kesulitan masuk. Ditambah kerumunan warga yang menonton. Kurang lebih satu jam, baru api bisa dipadamkan. (lan/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/