alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Pandemi, Keseluruhan Pilkada Bisa Ditunda

BANJARMASIN – Pandemi Covid-19 membuat tahapan Pilkada di Kalsel terganggu. Bukan hanya pada empat tahapan yang ditunda, tetapi juga keseluruhan pelaksanaan Pilkada terancam dimundurkan.

Ketua KPU Kalsel, Sarmuji sangat berharap wabah ini bisa hilang bulan depan agar tidak menganggu tahapan Pilkada yang digelar dalam waktu dekat. Salah satunya adalah verifikasi faktual syarat dukungan bakal calon perseorangan. “Kami sangat berharap wabah ini hilang. Sehingga tahapan bisa dilaksanakan sesuai jadwal,” ucap Sarmuji kemarin.

Dia mengatakan penundaan pilkada secara resmi belum dipastikan. Sebagai pelaksana di daerah, pihaknya hanya menunggu instruksi dari pusat (KPU RI). “Sampai saat ini belum ada surat edaran resmi ditunda seluruh tahapan,” imbuhnya.

Nasib Pilkada yang tanpa kejelasan sedikit banyak berpengaruh terhadap kandidat yang akan bertanding. Jika pun nantinya ditunda, mereka memang banyak memiliki waktu untuk bersosialisasi. Namun, di sisi lain mereka juga akan membutuhkan biaya yang lebih besar.

Koordinator Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDi) Kalsel, Samahuddin Muharram berpendapat, hendaknya Pilkada tahun ini ditunda demi keselamatan masyarakat.

Menurutnya sangat banyak tahapan Pilkada yang harus mengumpulkan orang banyak. Seperti bimbingan teknis (Bimtek) bersama kabupaten/kota dan tahapan penting seperti kampanye dan pemungutan suara.

Proses tahapan ini, ditakutkan mempercepat proses penularan Covid-19 lantaran terjadinya kontak badan. “KPU harus cepat berkoordinasi dengan DPR RI,” cetus mantan Ketua KPU Kalsel ini. 

Dia menyambut baik KPU RI sudah mengeluarkan surat edaran yang meminta KPU di daerah untuk menunda tahapan yang paling dekat, seperti verifikasi faktual syarat dukungan bakal calon perseorangan.

“Kalau kondisi masih seperti ini, pasti akan terus tertunda. Dampaknya semua tahapan pun akan molor. Tak ada kata lain, tahapan semua harus ditunda,” tandasnya. (mof/by/ran/ema)

BANJARMASIN – Pandemi Covid-19 membuat tahapan Pilkada di Kalsel terganggu. Bukan hanya pada empat tahapan yang ditunda, tetapi juga keseluruhan pelaksanaan Pilkada terancam dimundurkan.

Ketua KPU Kalsel, Sarmuji sangat berharap wabah ini bisa hilang bulan depan agar tidak menganggu tahapan Pilkada yang digelar dalam waktu dekat. Salah satunya adalah verifikasi faktual syarat dukungan bakal calon perseorangan. “Kami sangat berharap wabah ini hilang. Sehingga tahapan bisa dilaksanakan sesuai jadwal,” ucap Sarmuji kemarin.

Dia mengatakan penundaan pilkada secara resmi belum dipastikan. Sebagai pelaksana di daerah, pihaknya hanya menunggu instruksi dari pusat (KPU RI). “Sampai saat ini belum ada surat edaran resmi ditunda seluruh tahapan,” imbuhnya.

Nasib Pilkada yang tanpa kejelasan sedikit banyak berpengaruh terhadap kandidat yang akan bertanding. Jika pun nantinya ditunda, mereka memang banyak memiliki waktu untuk bersosialisasi. Namun, di sisi lain mereka juga akan membutuhkan biaya yang lebih besar.

Koordinator Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDi) Kalsel, Samahuddin Muharram berpendapat, hendaknya Pilkada tahun ini ditunda demi keselamatan masyarakat.

Menurutnya sangat banyak tahapan Pilkada yang harus mengumpulkan orang banyak. Seperti bimbingan teknis (Bimtek) bersama kabupaten/kota dan tahapan penting seperti kampanye dan pemungutan suara.

Proses tahapan ini, ditakutkan mempercepat proses penularan Covid-19 lantaran terjadinya kontak badan. “KPU harus cepat berkoordinasi dengan DPR RI,” cetus mantan Ketua KPU Kalsel ini. 

Dia menyambut baik KPU RI sudah mengeluarkan surat edaran yang meminta KPU di daerah untuk menunda tahapan yang paling dekat, seperti verifikasi faktual syarat dukungan bakal calon perseorangan.

“Kalau kondisi masih seperti ini, pasti akan terus tertunda. Dampaknya semua tahapan pun akan molor. Tak ada kata lain, tahapan semua harus ditunda,” tandasnya. (mof/by/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/