alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 29 May 2022

Pakai Kelotok, Tim Gugus Tugas COVID-19 Peringatkan Warga Bantaran Sungai

BANJARMASIN – Tim Gugus Tugas COVID-19 Banjarmasin susur sungai menaiki kelotok, kemarin (28/3) pagi. Menuju Sungai Kelayan dan Pekapuran, mengimbau warga di bantaran sungai agar waspada dengan bahaya virus corona.

Perjalanan dimulai dari Siring Balai Kota. Bersama mereka juga ada Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

Imbauan disampaikan menggunakan pengeras suara dari atas kelotok. Layaknya di jalan raya yang kerap kita dengar.

Ketua Tim Gugus Tugas, Machli Riyadi menyebut, fokusnya adalah warga bantaran sungai. Lantaran tak semua informasi sampai dengan baik ke mereka.

“Mereka berhak untuk mendapatkan informasi yang benar. Tidak membaca dan melihat berita hoax saja,” kata Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin itu.

Menurut Machli, informasi soal penyebaran dan penanganan COVID-19 harus merata. Dengan begitu, warga bisa saling membantu dalam memutus mata rantai penyebaran virus mematikan tersebut.

“Penduduk Banjarmasin 30 persennya berada di pinggiran sungai. Sangat penting untuk memberikan edukasi,” tuturnya.

Ada beberapa poin utama yang disampaikan tim kepada warga. Seperti mencuci tangan menggunakan sabun minimal 20 detik. Tidak keluar rumah kecuali sangat penting. Menjaga jarak setidaknya satu meter saat berinteraksi.

Setidaknya, segala upaya dilakukan oleh tim agar bisa memutus mata rantai penularan virus.

“Mengharuskan kita semua bekerja lebih keras. Meningkatkan kewaspadaan lebih tinggi dan tetap mengimbau kepada masyarakat untuk tidak keluar rumah kalau tidak ada urusan penting,” ungkapnya.

Sementara itu, wali kota berharap warga sadar. Corona tak boleh diabaikan, apalagi diremehkan.

Dengan sosialisasi pencegahan itu, ia ingin warga lebih waspada dan melindungi diri.”Cuci tangan serta berperilaku hidup bersih dan sehat. Semoga kita terhindar dari penyebaran virus ini,” pesannya. (nur/fud/ema)

BANJARMASIN – Tim Gugus Tugas COVID-19 Banjarmasin susur sungai menaiki kelotok, kemarin (28/3) pagi. Menuju Sungai Kelayan dan Pekapuran, mengimbau warga di bantaran sungai agar waspada dengan bahaya virus corona.

Perjalanan dimulai dari Siring Balai Kota. Bersama mereka juga ada Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

Imbauan disampaikan menggunakan pengeras suara dari atas kelotok. Layaknya di jalan raya yang kerap kita dengar.

Ketua Tim Gugus Tugas, Machli Riyadi menyebut, fokusnya adalah warga bantaran sungai. Lantaran tak semua informasi sampai dengan baik ke mereka.

“Mereka berhak untuk mendapatkan informasi yang benar. Tidak membaca dan melihat berita hoax saja,” kata Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin itu.

Menurut Machli, informasi soal penyebaran dan penanganan COVID-19 harus merata. Dengan begitu, warga bisa saling membantu dalam memutus mata rantai penyebaran virus mematikan tersebut.

“Penduduk Banjarmasin 30 persennya berada di pinggiran sungai. Sangat penting untuk memberikan edukasi,” tuturnya.

Ada beberapa poin utama yang disampaikan tim kepada warga. Seperti mencuci tangan menggunakan sabun minimal 20 detik. Tidak keluar rumah kecuali sangat penting. Menjaga jarak setidaknya satu meter saat berinteraksi.

Setidaknya, segala upaya dilakukan oleh tim agar bisa memutus mata rantai penularan virus.

“Mengharuskan kita semua bekerja lebih keras. Meningkatkan kewaspadaan lebih tinggi dan tetap mengimbau kepada masyarakat untuk tidak keluar rumah kalau tidak ada urusan penting,” ungkapnya.

Sementara itu, wali kota berharap warga sadar. Corona tak boleh diabaikan, apalagi diremehkan.

Dengan sosialisasi pencegahan itu, ia ingin warga lebih waspada dan melindungi diri.”Cuci tangan serta berperilaku hidup bersih dan sehat. Semoga kita terhindar dari penyebaran virus ini,” pesannya. (nur/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/