alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Kaum Sedih Masjid Sepi, Jemaah Tetap Datang Meski Ada Imbauan MUI

BANJARMASIN – Pintu masuk utama Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin terbuka lebar, kemarin siang. Namun, tak seperti biasanya. Jemaah yang masuk hanya hitungan jari. Padahal jelang tengah hari atau memasuki waktu salat Jumat.

Lengang, begitulah keadaan di beberapa pintu masuk. Tak terkecuali pintu masuk utama yang berada tepat di pinggir Jalan Sudirman Banjarmasin. Mobil yang biasanya memadati bibir jalan, kemarin tak ada satu pun yang terparkir.

Padahal biasanya setiap Jumat, masjid raya dengan kapasitas 15 ribu jemaah ini, penuh hingga ke selasar teras masjid.

Namun kemarin, saf yang terisi hanya tiga baris. Itu pun di barisan saf terakhir tak sampai penuh. Imbauan MUI Kalsel untuk meniadakan salat Jumat menggantinya dengan salat Zuhur membuat sepinya Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin kemarin.

Beberapa jemaah mengaku sudah mengetahui imbauan itu, namun ada yang mengaku penasaran dan memang sudah kebiasaan tiap Jumat, salat di sini.

Seperti diungkapkan Romy Syahrial, dia datang ke Sabilal kemarin sekaligus untuk memastikan.

“Hati saya ada tak enak ketika tak datang, makanya saya tetap ke sini,” tutur warga Jalan Bali Banjarmasin itu.

Romy yang kemarin membawa anaknya, meski mengaku sedikit takut terpapar Covid-19. Namun, dengan ikhtiar yang dilakukan yakni menjaga kesehatan, dia yakin akan terbebas dari virus ini. “Siapa yang tak takut. Tapi ibadah, apalagi salat Jumat sudah menjadi kewajiban. Mudah-mudahan tak sampai terjangkit,” harapnya.

Berbeda dengan Taufik, dia mengaku tak mengetahui Masjid Raya Sabilal Muhtadin meniadakan sementara salat Jumat dengan menggantinya dengan salat Zuhur.

“Saya kira seperti biasanya. Tak tahunya tak ada salat Jumat,” tutur warga Aes Nasution Banjarmasin itu.

Sayangnya, peniadaan Salat Jumat kemarin, tak ada pemberitahuan di pintu masuk Masjid. Pemberitahuan hanya di area dalam, berbentuk kertas yang sudah dicetak dengan isi peniadaan Salat Jumat.

Di sisi lain, salah satu kaum Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Jatmo Madiono, mengaku hatinya sedih melihat jemaah yang datang kemarin sedikit.

Dikatakannya, sejak dirinya mengabdi di masjid ini tahun 1983 silam, tak pernah jemaah jumlahnya seperti kemarin. “Ini yang pertama, saya sangat sedih,” tuturnya dengan mata berkaca.

Dia memastikan, Masjid Raya Sabilal Muhtadi tak pernah sesepi kemarin, apalagi ketika salat Jumat. Dengan isu Covid-19 ini terangnya, tak hanya salat Jumat yang berdampak, salat lain pun termasuk salat wajib, jemaah yang datang berkurang. “Sekarang paling banyak dua saf, apalagi siswa sekolah libur. Biasanya siswa Sabilal Salat di sini,” tukasnya.

Ketua Umum Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Darul Quthni mengatakan, peniadaan salat Jumat kemarin dengan menggantinya dengan salat Zuhur sudah dirapatkan dan diputuskan bersama. Pihaknya tak ingin, dengan banyaknya jemaah yang hadir, berpotensi menularkan Covid-19.

Keputusan ini juga terangnya, mengacu imbauan MUI Kalsel dengan menggantinya dengan salat Zuhur. “Ini sebagai upaya menanggulangi mewabahnya Covid-19 sesuai dengan imbauan MUI Kalsel,” ujarnya.

Selain Masjid Raya Sabilal Muhtadin yang meniadakan Salat Jumat, Masjid Jami Banjarmasin yang merupakan salah satu Masjid tertua di Kalsel ini pun sama. Menggantinya dengan salat Zuhur. Berbeda dengan Sabilal, pengelola Masjid Jami memasang pemberitahuan ini dengan memasang kertas karton besar bertuliskan, imbauan salat Jumat untuk sementara ditiadakan. (mof/by/bin)

 

 

BANJARMASIN – Pintu masuk utama Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin terbuka lebar, kemarin siang. Namun, tak seperti biasanya. Jemaah yang masuk hanya hitungan jari. Padahal jelang tengah hari atau memasuki waktu salat Jumat.

Lengang, begitulah keadaan di beberapa pintu masuk. Tak terkecuali pintu masuk utama yang berada tepat di pinggir Jalan Sudirman Banjarmasin. Mobil yang biasanya memadati bibir jalan, kemarin tak ada satu pun yang terparkir.

Padahal biasanya setiap Jumat, masjid raya dengan kapasitas 15 ribu jemaah ini, penuh hingga ke selasar teras masjid.

Namun kemarin, saf yang terisi hanya tiga baris. Itu pun di barisan saf terakhir tak sampai penuh. Imbauan MUI Kalsel untuk meniadakan salat Jumat menggantinya dengan salat Zuhur membuat sepinya Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin kemarin.

Beberapa jemaah mengaku sudah mengetahui imbauan itu, namun ada yang mengaku penasaran dan memang sudah kebiasaan tiap Jumat, salat di sini.

Seperti diungkapkan Romy Syahrial, dia datang ke Sabilal kemarin sekaligus untuk memastikan.

“Hati saya ada tak enak ketika tak datang, makanya saya tetap ke sini,” tutur warga Jalan Bali Banjarmasin itu.

Romy yang kemarin membawa anaknya, meski mengaku sedikit takut terpapar Covid-19. Namun, dengan ikhtiar yang dilakukan yakni menjaga kesehatan, dia yakin akan terbebas dari virus ini. “Siapa yang tak takut. Tapi ibadah, apalagi salat Jumat sudah menjadi kewajiban. Mudah-mudahan tak sampai terjangkit,” harapnya.

Berbeda dengan Taufik, dia mengaku tak mengetahui Masjid Raya Sabilal Muhtadin meniadakan sementara salat Jumat dengan menggantinya dengan salat Zuhur.

“Saya kira seperti biasanya. Tak tahunya tak ada salat Jumat,” tutur warga Aes Nasution Banjarmasin itu.

Sayangnya, peniadaan Salat Jumat kemarin, tak ada pemberitahuan di pintu masuk Masjid. Pemberitahuan hanya di area dalam, berbentuk kertas yang sudah dicetak dengan isi peniadaan Salat Jumat.

Di sisi lain, salah satu kaum Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Jatmo Madiono, mengaku hatinya sedih melihat jemaah yang datang kemarin sedikit.

Dikatakannya, sejak dirinya mengabdi di masjid ini tahun 1983 silam, tak pernah jemaah jumlahnya seperti kemarin. “Ini yang pertama, saya sangat sedih,” tuturnya dengan mata berkaca.

Dia memastikan, Masjid Raya Sabilal Muhtadi tak pernah sesepi kemarin, apalagi ketika salat Jumat. Dengan isu Covid-19 ini terangnya, tak hanya salat Jumat yang berdampak, salat lain pun termasuk salat wajib, jemaah yang datang berkurang. “Sekarang paling banyak dua saf, apalagi siswa sekolah libur. Biasanya siswa Sabilal Salat di sini,” tukasnya.

Ketua Umum Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Darul Quthni mengatakan, peniadaan salat Jumat kemarin dengan menggantinya dengan salat Zuhur sudah dirapatkan dan diputuskan bersama. Pihaknya tak ingin, dengan banyaknya jemaah yang hadir, berpotensi menularkan Covid-19.

Keputusan ini juga terangnya, mengacu imbauan MUI Kalsel dengan menggantinya dengan salat Zuhur. “Ini sebagai upaya menanggulangi mewabahnya Covid-19 sesuai dengan imbauan MUI Kalsel,” ujarnya.

Selain Masjid Raya Sabilal Muhtadin yang meniadakan Salat Jumat, Masjid Jami Banjarmasin yang merupakan salah satu Masjid tertua di Kalsel ini pun sama. Menggantinya dengan salat Zuhur. Berbeda dengan Sabilal, pengelola Masjid Jami memasang pemberitahuan ini dengan memasang kertas karton besar bertuliskan, imbauan salat Jumat untuk sementara ditiadakan. (mof/by/bin)

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/