alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Sunday, 29 May 2022

Masjid Kuin Liburkan Jumatan Selama Wabah corona

BANJARMASIN – Bukan hanya Masjid Sabilal Muhtadin yang meniadakan salat Jumat, (27/3) siang, Masjid Sultan Suriansyah di Kampung Kuin juga memberlakukan hal serupa.

Sejak jam 7 pagi, pengurus masjid di Jalan Kuin Utara itu sudah mengumumkan lewat pengeras suara. Bahwa salat Jumat berjemaah di masjid digantikan salat zuhur di rumah masing-masing.

Pengurus masjid bersejarah itu, memasang pengumuman di pagar masjid. “Setelah menerima fatwa MUI Kalsel, tadi malam kami para pengurus menggelar rapat,” kata Humas Pengurus Masjid Sultan Suriansyah, Adriandy.

“Kami mengikuti saja imbauan MUI, Wali Kota Banjarmasin dan Gubernur Kalsel,” tegasnya.

Masjid bergaya kuno itu tak pernah sepi dari jemaah. Tapi kemarin, tampak lengang. “Iya, biasanya jemaah meluber sampai halaman,” tukas Adriandy.

Ada saja warga yang tak mengetahuinya dan terkejut. Contoh Muhammad Ikhsan. Dia tampak santai makan pentol goreng di depan pagar masjid.

“Menurut saya bagus. Antisipasi pengurus masjid demi menghindarkan jemaahnya dari penularan COVID-19,” ujarnya.

Berbeda lagi dengan pedagang jajanan dan minuman di depan masjid. Mereka mulai merasakan dampak dari wabah ini. “Kondisi sekarang sepi. Biasanya ramai peziarah berdatangan,” kata Muhammad, salah satu pedagang. (pl-01/at/fud)

BANJARMASIN – Bukan hanya Masjid Sabilal Muhtadin yang meniadakan salat Jumat, (27/3) siang, Masjid Sultan Suriansyah di Kampung Kuin juga memberlakukan hal serupa.

Sejak jam 7 pagi, pengurus masjid di Jalan Kuin Utara itu sudah mengumumkan lewat pengeras suara. Bahwa salat Jumat berjemaah di masjid digantikan salat zuhur di rumah masing-masing.

Pengurus masjid bersejarah itu, memasang pengumuman di pagar masjid. “Setelah menerima fatwa MUI Kalsel, tadi malam kami para pengurus menggelar rapat,” kata Humas Pengurus Masjid Sultan Suriansyah, Adriandy.

“Kami mengikuti saja imbauan MUI, Wali Kota Banjarmasin dan Gubernur Kalsel,” tegasnya.

Masjid bergaya kuno itu tak pernah sepi dari jemaah. Tapi kemarin, tampak lengang. “Iya, biasanya jemaah meluber sampai halaman,” tukas Adriandy.

Ada saja warga yang tak mengetahuinya dan terkejut. Contoh Muhammad Ikhsan. Dia tampak santai makan pentol goreng di depan pagar masjid.

“Menurut saya bagus. Antisipasi pengurus masjid demi menghindarkan jemaahnya dari penularan COVID-19,” ujarnya.

Berbeda lagi dengan pedagang jajanan dan minuman di depan masjid. Mereka mulai merasakan dampak dari wabah ini. “Kondisi sekarang sepi. Biasanya ramai peziarah berdatangan,” kata Muhammad, salah satu pedagang. (pl-01/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/