alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

Harga Stabil, Permintaan Menurun

BANJARMASIN – Belakangan hari, dampak pandemi mulai terasa ke sejumlah komoditas pokok. Contoh harga gula pasir yang melambung. Tapi masalah utama ternyata pada permintaan yang menurun.

Kemarin (27/3) pagi, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Rachmat Hendrawan dan Komandan Kodim 1007 Banjarmasin Kol Inf Anggara Sitompul menggelar sidak pasar.

Harga-harga bahan pangan pokok dicek, ditanyakan langsung pada pedagang. Tujuannya adalah Pasar Sentra Antasari di Banjarmasin Tengah.

Dari sidak ini diketahui, bawang merah dijual sekitar Rp32-33 ribu per kilogram. Sedangkan bawang putih Rp43 ribu per kilogram. Lalu telur ayam Rp21-26 ribu per kilogram.

Sedangkan harga daging masih normal, di kisaran Rp120-125 ribu per kilogram. Begitu pula dengan harga ayam potong dan cabai lokal.

“Harga dan pasokan sebenarnya masih stabil, tapi permintaan pembeli yang menurun. Contoh daging sapi, turun sampai 50 persen. Bahkan ayam potong sampai 70 persen,” jelas wali kota.

Ini dampak tak terelakkan dari seruan berdiam di rumah selama wabah COVID-19. Rumah makan, lapak kali lima, dan restoran banyak yang memilih tutup karena sepi pengunjung.

“Karena permintaan dari pedagang malam yang menurun, seperti restoran yang mulai tutup,” tambah Ibnu.

Dia menjamin, pasokan kebutuhan pokok masih tersedia dan cukup. “Harga gula memang melonjak drastis. Tapi pasokannya masih aman,” tambahnya. Sementara bawang putih yang sempat mahal, kembali normal. Begitu pula sayur mayur yang dikabarkan ikut-ikutan mahal.

Ibnu berharap, situasi terus terkendali selama status tanggap darurat pandemi belum dicabut. Hingga tibanya bulan puasa dan lebaran nanti.

“Untuk beras, dari laporan Bulog, masih cukup bertahan sampai lima bulan ke depan. Tapi permintaan beras memang menurun,” tambahnya.

Wali kota, kapolresta, dan dandim sepakat, harus ada pengawasan. Tidak boleh ada yang menimbun bahan pokok dalam situasi seperti ini.

Sementara itu, Aril, pedagang telur dan beras, membenarkan turunnya permintaan dari pembeli. Dimulai sejak wabah merebak.

“Banyak pelanggan beras dan telur itu pedagang makanan. Mereka banyak yang tutup. Stok kami pun banyak. Jadi memang jauh menurun sekali,” ujarnya. (lan/at/fud)

BANJARMASIN – Belakangan hari, dampak pandemi mulai terasa ke sejumlah komoditas pokok. Contoh harga gula pasir yang melambung. Tapi masalah utama ternyata pada permintaan yang menurun.

Kemarin (27/3) pagi, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Rachmat Hendrawan dan Komandan Kodim 1007 Banjarmasin Kol Inf Anggara Sitompul menggelar sidak pasar.

Harga-harga bahan pangan pokok dicek, ditanyakan langsung pada pedagang. Tujuannya adalah Pasar Sentra Antasari di Banjarmasin Tengah.

Dari sidak ini diketahui, bawang merah dijual sekitar Rp32-33 ribu per kilogram. Sedangkan bawang putih Rp43 ribu per kilogram. Lalu telur ayam Rp21-26 ribu per kilogram.

Sedangkan harga daging masih normal, di kisaran Rp120-125 ribu per kilogram. Begitu pula dengan harga ayam potong dan cabai lokal.

“Harga dan pasokan sebenarnya masih stabil, tapi permintaan pembeli yang menurun. Contoh daging sapi, turun sampai 50 persen. Bahkan ayam potong sampai 70 persen,” jelas wali kota.

Ini dampak tak terelakkan dari seruan berdiam di rumah selama wabah COVID-19. Rumah makan, lapak kali lima, dan restoran banyak yang memilih tutup karena sepi pengunjung.

“Karena permintaan dari pedagang malam yang menurun, seperti restoran yang mulai tutup,” tambah Ibnu.

Dia menjamin, pasokan kebutuhan pokok masih tersedia dan cukup. “Harga gula memang melonjak drastis. Tapi pasokannya masih aman,” tambahnya. Sementara bawang putih yang sempat mahal, kembali normal. Begitu pula sayur mayur yang dikabarkan ikut-ikutan mahal.

Ibnu berharap, situasi terus terkendali selama status tanggap darurat pandemi belum dicabut. Hingga tibanya bulan puasa dan lebaran nanti.

“Untuk beras, dari laporan Bulog, masih cukup bertahan sampai lima bulan ke depan. Tapi permintaan beras memang menurun,” tambahnya.

Wali kota, kapolresta, dan dandim sepakat, harus ada pengawasan. Tidak boleh ada yang menimbun bahan pokok dalam situasi seperti ini.

Sementara itu, Aril, pedagang telur dan beras, membenarkan turunnya permintaan dari pembeli. Dimulai sejak wabah merebak.

“Banyak pelanggan beras dan telur itu pedagang makanan. Mereka banyak yang tutup. Stok kami pun banyak. Jadi memang jauh menurun sekali,” ujarnya. (lan/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/